Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
41.Terungkap part 1


__ADS_3

Anggota geng Devil dan Angel akhirnya sampai di lokasi yang Bima tunjukan, mereka diam-diam masuk secara bergantian mencari keberadaan Hellen.


"Penjagaan tak ketat, buruan masuk sepertinya Hellen di dalam sana. "Ucap Bima yang memimpin kedua geng tersebut untuk perlahan menyisiri lokasi untuk menemukan keberadaan Hellen.


Cek lek..!


pintu terbuka perlahan.!


semua tertegun melihat keadaan Hellen yang di sekap seperti binatang, satu orang wanita yang berdiri menghadap Hellen lebih membuat semua anggota geng tak bisa berkata apa-apa karena wanita itu tertuanya adalah Adizti sahabat mereka sendiri, yang ternyata adalah dalang dari penculikan Hellen.


"Karena lo sahabat gue, gue ngasih waktu lo untuk jujur. Gue kira lo bakal jujur saat pertama bertemu dengan Akbar, gue kira lo akan ngaku dan bilang kalau lo yang nabrak Rojer, tapi itu semua hanya harapan gue, ternyata lo masih suka bersembunyi bersama topeng busuk lo ini. "


Perkataan Adizti membuat semua anggota geng yang diam diam mendengarkan pembicaraan mereka tak bisa berkata apa-apa dan tak mengira kalau selama ini Hellen lah yang telah membuat saudara Akbar sampai meninggal.


"Jadi Hellen, yang buat Rojer sampai meninggal. " Seketika semua anggota geng Angel dan Devil di buat kaget oleh perkataan Adizti.


"Dan yang nyulik Hellen, Adizti, ada apa ini sebenarnya. " Ucap Velisa sembari tah faham apa yang terjadi di antara dua sahabat baiknya itu.


Adizti meninggalkan Hellen sendirian di ruangan yang bahkan tak layak pakai itu.


"Masuk, ntar masalah Adizti kita fikirkan lagi ke depannya. " Ucap Bima memberi aba-aba agar semua anggota geng masuk ke dalam menyelamatkan Hellen yang sudah sangat lemah bahkan mengerakan kakinya aja dia terlihat sudah sangat tak berdaya.


"Hell."Bisik Velisa di telinga gadis malang tersebut.


" Vel! " Ucap lirih Hellen yang mengetahui velisa berada di sampingnya.


"Adizti Vel, Adizti. " mendengar ucapan Hellen yang terbata-bata membuat mata Velisa berkaca-kaca melihat sahabat baiknya menderita seperti yang ia lihat saat ini.


"Kita semua tahu, lo jangan berisik kita semua ada disini buat bantuin lo. " Ucap Bima sembari melepas ikatan yang mengikat kedua tangan dan kaki Hellen.

__ADS_1


Hellen terdiam tanpa suara, bahkan nafas Hellen mulai terdengar melemah,Velisa yang sedari tadi khawatir tentang keadaan Hellen memeluk Hellen sembari membersihkan bekas air mata di pipi sahabat baiknya itu.


"Lintang, Niko kalian jaga depan ,Edward sama lu Steven bantu gue bawa Hellen."


Bima di bantu oleh Edward dan Steven membawa Hellen keluar dengan sangat hati-hati mereka tak ingin Adizti kembali dan melihat mereka membawa kabur Hellen.


...****************...


"Bagaimana Sheren, kamu belum juga menemukan anak bapak? " Ucap Johan yang khawatir tentang keberadaan Velisa karena putrinya memang belum menelfonnya semenjak keluar dari ruangannya.


"Belum pak, bahkan teman-teman putri bapak juga tidak tahu dimana dia berada. " Ucap Sheren yang sebenarnya tahu dimana keberadaan Velisa, hanya saja dirinya tak ingin masalah antara mereka semakin melebar, karena bagi Sheren tujuan nya datang ke bumi manusia hanyalah menjaga darah suci bukan menjadi antek atau kaki tangan Johan.


"Baiklah kalau begitu kamu boleh kembali ke kelas, kabari saya jika ada perkembangan mengenai putri saya. " Ucap Johan sembari terus menatap layar ponselnya berharap putri kecil yang nakal itu mengubungi nya.


...****************...


Kimberly berusaha menenangkan Akbar yang terus mengigau tanpa henti memanggil nama Hellen.


" Gue sayang sama lo, kembali please! "Ucap Akbar sembari memegang tangan Kimberly yang ia kira adalah Hellen. Kimberly hanya bisa meneteskan air mata melihat sisi lemah ketua geng paling di takuti selama ini.


" Gws Bar, pasti mereka bisa bawa Hellen kembali ke pelukan lo. "Ucap Kimberly sembari mengusap kepala Akbar berniat membuat laki-laki yang di kenal arogan itu merasa lebih tenang.


Suasana menjadi rumit, Velisa yang masih penasaran tentang permasalahan antara Hellen dan Adizti lebih memilih bungkam untuk sementara waktu, begitupun semua anggota geng yang lainya yang masih tak menyangka segitu teganya Adizti terhadap Hellen yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


" Kita bawa Hellen ke rumah sakit, gue takut dia kenapa-kenapa. "Ucap Edward sembari membantu Bima memastikan Hellen ke dalam mobil.


Velisa mencoba tenang walau semua orang yang ada di situ tahu kalau dirinya sedang menyembunyikan rasa khawatir yang dalam dengan keadaan Hellen yang tak sadarkan diri.


" Gue telfon Kimberly dulu. "Ucap Steven sembari berusaha menghubungi Kimberly yang mendapat tugas menjaga Akbar di rumah.

__ADS_1


Tut...!


" Hallo Steven, gimana dengan Hellen ketemu."Ucap Kimberly dengan nada yang mengisyaratkan ke khawatirnya terhadap Hellen.


" Kita lagi menuju rumah sakit, Hellen tak sadarkan diri ntar gue ceritain semuanya, tugas lo jangan sampai Akbar berbuat nekat."Ucap Steven sembari mengingatkan Kimberly agar menjaga Akbar dengan sebaik mungkin sementara waktu, setidaknya sampai mereka tiba rumah.


"Emm." Balas Kimberly sembari mencoba untuk menenangkan diri .


"Kalian semua denger kan apa yang di katakan Adizti, gue minta kalian semua tutup mulut tentang kejadian yang kalian dengar, biar Hellen yang nyelesain ini semua, kita gak berhak ikut campur terlebih dahulu."


Ucapan Velisa membuat semua teman-temannya yang ada di mobil diam, mereka mencoba memahami kondisi saat ini walau mereka semua menyimpan rasa kecewa terhadap Hellen yang membohongi mereka tentang kejadian yang menimpa Rojer. Belum lagi mereka semua juga di buat kesal atas apa yang di lakukan Adizti terhadap Hellen.


"Gue setuju dengan apa yang di katakan Velisa, untuk semantara waktu kita hanya butuh penjelasan dari semua orang yang terlibat insiden yang menewaskan Rojer, gue gak mau jika permasalahan ini membuat persahabatan kita pecah. " Ucap Lintang sembari melirik ke arah Hellen yang tak berdaya, pria itu seakan-akan ingin memarahi Hellen tetapi ia tahan. Apalagi keadaan bocil yang banyak ulah itu sedang tak baik baik saja,membuat Lintang mengurungkan niatnya untuk memarahinya.


"Gue penasaran sama lo Bim. " Cetus Edward secara tiba-tiba.


"Tentang? ".


" Dari mana lo tahu posisi Hellen ada bersama Adizti saja di sekap di area ini, ini tempat jauh dari tempat tinggal Akbar jauh dari tempat tinggal kita-kita, lo dapat semua Informasi ini dari siapa ? " Pertanyaan Edward membuat semua orang di dalam mobil terdiam, Pria itu terus menekan Bima agar ia buka suara dari mana semua informasi tentang teman-temanya ia dapat.


"Tunggu, motor lo kemana Ed, lo kan tadi bawa motor? " Ucap Velisa berusaha mengalihkan pembicaraan walaupun dirinya juga penasaran tentang apa yang di jadi pertanyaan Edward.


"Gue suruh adik gue ntar yang ambil, udah Vel lo diam dulu gue mau tanya sama cowok lu! " Ucapan Edward yang terdengar penasaran membuat semua orang tak ada yang berani menyela ucapan Edward.


"Gue punya orang yang selalu gue tugaskan untuk menjaga kalian semua dari kejauhan saat gue gak ada sama kalian, jadi gue bisa tahu apa yang terjadi sama semua anggota geng Angel khususnya. " Pria Vampir sejuta alasan itu berusaha membuat alasan agar Edward tak terus mencurigai dirinya.


"Kenapa setiap ada maslah dengan geng Angel lo selalu ngilang dulu baru kembali dengan informasi? kenapa gak langsung lo katakan pada kita tentang kejadian-kejadian yang menimpa Hellen maupun Freya? " Steven yang sedari tadi pagi juga penasaran akhirnya buka suara dan bertanya tentang alasan kenapa Bima selalu pergi entah kemana dan kembali dengan membawa semua informasi yang tak pernah meleset kebenarannya.


"Gue gak bisa langsung jelasin ke kalian, gue harus cari bukti tentang apa yang di katakan informan gue, kalau udah terbukti benar atau tidaknya baru gue kasih tahu ke kalian. " Balas Bima dengan sangat santai tanpa terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.Alasan demi alasan yang Bima lontarkan akhirnya mempu membuat semua orang yang mulai curiga dengan perlahan percaya dengan apa yang di katakan Bima.

__ADS_1


__ADS_2