Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
18.Abang Kandung Adizti?


__ADS_3

Bugh..


Bugh..


"Lo udah berani macam-macam sama adik gue lo rasain pembalasan dari gue. "Bentak Akbar sembari menendang tubuh seorang pria yang sudah terkapar di hadapannya.


"Sudah Bar,ini udah dari cukup, kalau lo kelewat batas malah lo bisa abis di penjara."


Niko membentak Akbar yang amarahnya sedang membabi buta sembari menarik tangan Akbar agar menghentikan perbuatannya.


" Gue gak bisa berhenti sebelum pria ini mati di tangan gue, cuih. "Bentak Akbar sembari melemparkan ludahnya ke wajah pria yang sudah tepar itu, sesekali Akbar menyeka ujung bibirnya yang terluka karena perkelahian itu.


Bruno adalah anak buah Mark yang beberapa tahun lalu menabrak adik sepupu dari Akbar yaitu Rojer , adik sepupu yang ia


sayangi .Semenjak kecil Akbar hanya bermain dengan sepupunya itu dan hanya Rojer yang ia punya, usia mereka hanya terpaut 1 tahun , tetapi nasib Rojer tak semanis abangnya, ia di tabrak oleh salah satu anggota Mark saat balapan liar. Membuat Rojer tak bisa terselamatkan, sejak saat itu Akbar brutal dan tidak pernah mengampuni anggota geng Mark, siapapun itu. Bahkan setelah kejadian itu ia mengerahkan semua tenaga nya hanya untuk mencari keberadaan Bruno yang selalu bersembunyi entah dimana.


"Hikzz... Hikzzz,Akbar."Suara tangisan itu datang dari pojok gedung tempat anak-anak Devil menghajar Bruno.


Hellen melihat perbuatan Akbar yang seperti orang kesurupan, bukanya membuat dirinya takut atau ingin menjauh, tapi bocil itu menangis karena melihat luka lebam di seluruh wajah laki-laki yang ia cintai itu.


"Hell, sudah Akbar tuh cowok kuat pasti tahu harus berbuat apa. "Freya memeluk Hellen dan mencoba menenangkannya.


Sebernarnya mereka hari ini ada acara observasi gedung terbengkalai di salah satu kota A di dekat kampusnya, yang sudah mereka rencanakan beberapa waktu lalu saat di kampus, akan tetapi entah kenapa saat mereka memulai observasi tiba-tiba Akbar melihat Bruno dan langsung menghajarnya tanpa ampun.


" Lo bisa kabur dari gue, tapi gue juga bisa nemuin lo." Suara Akbar menggema di gedung tak berpenghuni itu, Bruno pria yang tak pandai bela diri sudah bersimpah darah setengah sadar tepat di bawah kaki Akbar, Niko dan Faiz hanya bisa diam melihat kemarahan Akbar, yang tak bisa mereka hentikan.


Kring....


"Hallo.. " Suara nyaring dari Velisa menjawab telepon itu.


"Vel, cepat lo kesini sekarang. " Teriak Freya yang menelfon Velisa, dirinya tahu kalau hanya Velisa lah yang bisa menghentikan kemarahan Akbar, karena mereka sudah dekat bahkan dari kecil, dan hanya Velisa lah yang tau baik buruknya Akbar.


"Kenapa suara lo ,kok ngos-ngosan gitu. " Ucap Velisa dengan perasaan sedikit panik mendengarkan suara sahabatnya tak seperti biasa.

__ADS_1


"Akbar Vel, dia mukulin Bruno anak Mark, buruan kesini hentikan mereka. " Ucap Freya dengan nada panik sembari tangannya mengusap pundak Hellen, agar Hellen tetap tenang.


"Sherlock cepet. Bentak Velisa sembari bergegas memakai jaket jinsya.


" Cil, mau kemana lo. "Teriak Bima memanggilnya,


Velisa hanya terdiam sejenak ,melihat Bima yang keluar dari kamar mandi dan memanggilnya,ia tak bisa memejamkan matanya karena melihat Bima yang hanya berbalut kan handuk di pinggangnya ,sehingga menampakan perut sixpack sempurna milik pria yang ada di hadapannya itu.


Bima mengeraskan suaranya,dan berjalan mendekat ke arah Velisa .


" Heh, malah diem lo mau kemana? " Tanya sembari terusb berjalan ke arah Velisa.


Brakk...


Bima Terpesleset menubruk Velisa yang ada di depannya, dan mereka berdua jatuh bersama di atas sofa. Kini posisi bocil itu tepat berada di bawah Bima dan hidung mereka tak sengaja saling bertemu satu sama lain.


"Gue tanya lo mau kemana malah diem, sekarang kalau kayak gini lanjutin gak. " Ucap Bima dengan nada genitnya menggoda bocil yang saat ini berada di bawah tubuhnya, tangan pria itu tak bisa berhenti ia mengusap kepala Velisa dengan penuh perasaan membuat Velisa semakin hilang kendali.


"Ih Bima, ini bukan saat nya mesum. " Teriak Velisa sembari Mendorong pria yang menindih nya itu ke belakang.


"Kamu mau kemana cantik ,kok buru-buru.?"Ucap Bima dengan nada manisnya di sertai mengelus kepala bocil nya itu.


"Akbar berantem sama Bruno anggota geng Mark, jadi Veli harus nolongin. "Ucapan Velisa di sertai mata yang berkaca-kaca membuat Bima tak tega, ia selama ini tahu kalau bocil nya itu sama si anak curut eh maksudnya sama Akbar soulmate sejati.


"Yaudah gue anterin, tapi gue pakai baju dulu masak kayak gini nanti semriwing dedek gue? " Ucap Bima sembari mencubit pipi gembul Velisa.


"Emang kamu punya dedek mana.? " Ucap Velisa dengan polosnya


"Nanti lo sawan. " Ucap bima sembari beranjak dari tempat duduknya dan berdiri tepat di hadapan Velisa dengan keadaan setengah telanjang.


"Ih sana pakai baju dulu. "Ucap Velisa sembari melemparkan bantal ke arah Bima yang saat ini sedang telanjang dada di hadapanya.


"Gak tahan kan. hahahah,dah gue pakai baju dulu sekalian ganti celana dalemehh maksudnya ganti celana " Belum sempat Velisa selesai berbicara ,Bima memotong apa yang akan Velisa katakan dah malah memamerkan perut sempurnanya dengan mengelus -elus absnya ke arah gadis polos yang ada di depannya itu.

__ADS_1


"Ih buruan saja pakai baju...... " Teriak Velisa sembari Hendak menarik handuk yang melingkar di pinggang laki-laki galaknya itu.


"Buset ganas mbak... " ucap Bima Sembari mencium pipi bocilnya dan bergegas lari untuk berganti pakaian.


...****************...


"Akbar... " Hellen terus berteriak dari kejauhan memanggil kekasihnya itu, ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman Freya yang menghalangi nya untuk menghentikan Akbar.


"Mampus lo, segini doang kemampuan lo dasar banci. " Teriak Akbar puas karena ia berhasil membuat laki-laki yang membunuh adiknya itu tak terkapar tak berdaya .


Plak....


Tamparan keras mengenai pipi lebam pria yang terbakar api dendam itu.


"Lo apa-apan . " Teriak Akbar sembari menyeka sudut mulutnya.


"Lo yang apa-apaan, lo udah gede jangan se enaknya sama orang , ini tuh orang bukan hewan, gak pantes lo siksa kayak gini. " Ucap Adizti yang berjongkok dan berusaha menolong Bruno yang saat itu berdiri aja susah.


"Diz, lo gak tau jadi gue gimana, kehilangan adik gue itu hal yang berat, biarin dia mati jangan lo tolong, dia gak pantes untuk hidup."Teriak Akbar ke Adizti yang berusaha memapah Bruno dan tak menghiraukan sama sekali ucapan Akbar.


" Diz lo temen gue, seharusnya lo dukung gue."Teriak Akbar sembari mencegah Adizti menolong pria yang barusan di hajar habis-habisan itu.


" Lo, kehilangan adik lo karena kecelakaan, dan lo mau buat gue dendam sama lo karena sudah membuat abang gue seperti ini, oke fine".


Mendengar perkataan Adizti membuat semua terdiam termasuk Hellen yang tadi rewel akhirnya berusaha berlari dan menghampiri Akbar dan Adizti.


"Jadi.. " Ucap Hellen di sertai dengan nada kagetnya


"Ya, biar semua tahu yang nabrak Rojer Aditya Prmudya, anak dari seorang konglomerat terkaya di kampus kita, sekaligus adik kesayangan Akbar Pramudya laksana, itu abang kandung gue puas. " Teriak Adizti sembari menahan air matanya agak tidak jauh,


perkataan Adizti membuat semua terdiam bahkan Akbar yang di pegangi oleh Niko dan Faiz terdiam dan tak bisa berkata-kata apapun saat Adizti berkata kalau Bruno adalah abang kandungnya.


hallo gays gimana 😍maaf ya kalau agak aneh plotnya❤jangan bosan-bosan bacanya yaa❤❤

__ADS_1


i love dari author


__ADS_2