Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
22.Pria Misterius


__ADS_3

"Dok biar saya yang menemani, dia pacar saya dok. " Ucap Hellen sembari tangannya mengusap sudut matanya yang sedari tadi meneteskan air mata melihat pria yang ia cintai semakin melemah,


Walaupun Akbar seseorang pria yang kuat tetapi ia di diagnosis penyakit yang membuat dirinya sering drop seperti sekarang, di tambah wajah gagahnya yang babak belur karena ulah sahabatnya sendiri,yang mencoban memisahkan perkelahian Antara Akbar dan Bruno , yang di dasari karena dendam masa lalu.


"Baiklah tetapi hanya boleh ada tiga orang yang berjaga di dalam. " Ucap salah satu dokter yang menangani Akbar.


"Yaudah lo aja sama Lintang dan Hellen yang jaga Akbar, gue sama Bima nunggu di depan."Ucap Velisa sembari menepuk pundak Niko dan menyuruhnya ikut menjaga Akbar bersama Hellen dan Lintang.


" Oh iya ,gue izin beli makan bentar laper banget gue, ntar kalian gue bawain buat kalian,pasti semua lapar kan?" Freya dengan centilnya mengibaskan rambutnya ke belakang sembari berpamitan kepada teman-temannya untuk pergi mencari makan.


" Vel lo iku.... t? "


Freya tiba-tiba mengecilkan suaranya, tanpa melanjutkan pembicaraannya. Ia Menatap Bima yang Memelototinya, ia tahu mata Bima mengisyaratkan agar dia tak mengajak Velisa, padahal Freya ingin mengajak sahabatnya itu makan bersama, tetapi karena sorot mata Bima membuat perasaan dia gak enak, akhirnya ia memutuskan untuk pergi mencari makan sendiri tanpa ada satu orang pun yang menemani .


"Paan." Ucap Velisa menyahut ucapan Freya yang belum kelar.


"Gak, gak jadi, lo mau makan apa biar gue yang bawain. "


Velisa dengan perasaan campur aduk memberanikan diri bertanya kepada sahabatnya itu,yang saat ini mulai di jaga nonstop oleh pawangnya itu.

__ADS_1


"Gue nitip jus Strawberry aja lah, dua buat nih bayi gede satu. "


Ucap Velisa sembari menengok ke arah belakang melihat Bima yang berdiri di dekat pintu sembari melingkarkan kedua tangannya di dada bidangnya.


"Oke, gue pergi dulu. "


Pamit Freya , Bima tersenyum ke arah Freya saat melewati dirinya, seperti mengisyaratkan ucapan terimakasih, karena Freya tak jadi mengajak Velisa, itu artinya seorang Bima punya waktu banyak berduaan bersama gadis pemilik darah suci yang saat ini sudah mulai bucin pada dirinya tersebut.


Freya berjalan melewati ruangan demi ruangan di rumah sakit tersebut, entah kenapa ia merasakan hal aneh saat ia lewat di salah satu ruangan di ujung lorong, ia merasa ada seseorang yang mengikutinya, sesekali dia menengok ke belakang tetapi tidak ada siapapun yang berada di belakang tubuh mungilnya itu.


Freya semakin mempercepat langkahnya berharap dia segera keluar dari lorong yang menyeramkan itu.


" Kamu anak geng angel kan. "Pria dengan suara berat itu membuka suaranya sembari melangkahkan kakinya mendekati Freya.


" Lo siapa, jangan macam-macam atau lo gue hajar di sini. "Bentak Freya sembari memasang kuda-kuda, ia kemudian mengarahkan tangan layaknya seorang petarung ke wajah pria misterius yang berusaha mendekatinya tersebut.


" Gak heran, kalau lo masuk geng angel, lo bisa bela diri ternyata. "Ucap pria itu sembari terkekeh melihat Freya yang ternyata jago bela diri dan hendak melawannya.


"Gak usah banyak bct sini maju. "Freya membentak pria itu membuat pria itu terdiam sejenak.

__ADS_1


Bugh..


Bugh....


Pukulan demi pukulan yang freya lontarkan ke arah pria itu berhasil di tangkis pria tersebut,


"Lo jangan sok. "Pria itu mendorong Freya hingga membuat Freya gadis kecil itu jatuh tersungkur dan kepalanya menghantam sebuah kursi yang ada di lorong tersebut


" Gue ogah nyakitin lo, tapi gue juga harus balas dendam, cuih. "Bentak pria itu ke arah Freya yang sudah tak sadarkan diri sembari melemparkan ludahnya sendiri ke arah lantai tepat di samping tubuh Freya.


" Nih tugas lo bawa dia ke markas. "Bentak Pria itu sembari menyuruh dua orang pria yang memiliki tubuh kekar atletis untuk mengangkat wanita malang yang hanya memiliki tinggi sekitar 160cm dan berat mungkin tak sampai 60kg itu.


***************


"Jadi gimana kita belum juga menemukan Freya, padahal udah satu rumah sakit kita keliling i. " Ucap Lintang yang hampir putus asa.


Velisa hanya menghela nafas, sembari mencari ide dimana lagi dia bisa mencari sahabatnya yang sedari tadi belum juga ketemu.


"Kalian tunggu dulu disini, gue mau minta bada urusan sebentat. " Ucap Bima yang tiba-tiba berlari meninggalkan Lintang dan Velisa,

__ADS_1


Velisa merasa ada yang aneh kenapa Bima tiba-tiba berlari pergi, tetapi ia tak menanggapi rasa penasaran itu, karena dirinya sekarang hanya ingin fokus tentang keberadaan Freya. Sebelum Hellen, Niko dan Akbar tahu kalau Freya hilang entah kemana.


__ADS_2