
"Hanya luka lebam sebaiknya kalian tidak perlu khawatir, biarkan teman anda istirahat disini sampai hasil radiologi keluar, agar pihak rumah sakit bisa memastikan tidak ada luka dalam yang serius" Ucap dokter itu sembari melangkah keluar dari ruang emergency di ikuti langkah dari Lintang yang sedari tadi menunggu temanya itu di dalam bersama dengan Hellen dan Niko, meninggalkan Velisa , Freya dan Bima di luar.
Lintang hanya mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan dokter yang menyarankan agar Akbar istirahat terlebih dahulu.Sembari mereka menunggu hasil lab yang dibicarakan dokter itu keluar.
"Astaga nih anak malah kelonan di sini. " Lintang terkejut kala melihat posisi Velisa yang tidur pulas di atas pangkuan Bima. Tepat samping pintu emergency itu.
Velisa yang tertidur di dada bidang Bima, tak mengetahui kalau pemeriksaan Akbar telah selesai.
"Woy." Teriak Lintang di telinga Bima membangunkan dua sejoli yang sama-sama tertidur itu.
"Astaga lo mau gue tonjok , ngagetin gue aja. " Velisa yang kaget akhirnya menyadari posisinya saat ini dan langsung turun dari pangkuan Bima.
"Nyaman gak sayang tidurnya. "Ucap Bima sembari mengelus rambut bocilnya itu.
" Astaga nih bukan waktunya kalian bucin."Sela Lintang yang sedari tadi hanya bisa menatap jijik kelakuan dua bucin itu.
" Tauk nih, gue cuma ketiduran, lagian lo jadi cowok suka banget cari kesempatan dalam kesempitan."Velisa mendorong tubuh Bima hingga hampir terjatuh dari kursi,
Velisa berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Lintang menanyakan keadaan Akbar yang saat ini masih tidur karena pengaruh obat dari dokter.
"Jadi Akbar gak kenapa-kenapa kan? ".
Dengan sedikit senyuman di bibir Lintang membuat Velisa lega,baginya melihat Lintang senyum walau hanya secuil itu sudah cukup sebagai isyarat darinya kalau tak ada yang perlu ia khawatirkan.
Lintang memang sosok pria yang jarang tersenyum, tetapi dia juga bukan sosok pria yang pemarah, Lintang hanya tersenyum untuk memberikan isyarat kepada lawan bicaranya tentang suatu hal yang tidak perlu di khawatirkan istilahnya.
*Senyum tanda tidak ada masalah*
__ADS_1
Velisa yang mengenal Lintang sejak masih duduk di bangku SMP. Ia sangat faham ketika ada suatu permasalahan, pria itu hanya menjawabnya dengan senyuman misal tak terjadi apa-apa, dan menjawabnya dengan amarah jika sesuatu hal buruk itu terjadi entah pada temannya atau pada dirinya sendiri.
" Lo senyum berarti tak ada apa-apa . " Jawab Velisa sembari menepuk pundak Lintang.
"Vampir itu bangkit. "
Gumam Bima yang mencium aroma vampir baru yang bangkit dari kematiannya.
"Hah, vampir. "
Lintang hanya terdiam ketika velisa menyebutkan kata vampir, membuat Bima kaget mengira kalau bocil itu tahu akan identitasnya.
"Apaan Vel, vampir apaan. " Wajah Lintang yang panik mencoba menyembunyikan dirinya di belakang tubuh Velisa, karena walaupun Lintang sosok pemberani pandai berkelahi akan tetapi takut pada karakter vampir,
"Hih, apaan sih lo".Bentak Velisa sembari menggerakkan tubuhnya yang kegelian saat Lintang mencoba bersembunyi di belakang tubuhnya itu.
"Takut karakter vampir. "
Belum sempat berkata-kata apapun Bima menjawab dengan cepat perkataan yang akan Lintang ucapkan itu.
Velisa pun tercengang mendengar perkataan Bima yang tahu kalau Lintang takut dengan karakter vampir, padahal se ingat dirinya, dia belum pernah cerita ke Bima pasal sahabat-sahabatnya secara pribadi, termasuk apa yang mereka takuti.
"Loh, kok lo tahu, gue belum cerita apa-apa sama lo. "
Bima hanya tersenyum kecil, sembari mencubit pipi bakpao milik Velisa.
"Ya kan kalian tadi bahas vampir, dan Lintang juga tiba-tiba bertingkah aneh ya mungkin dirinya takut sama vampir. " Bima menjawab dengan berbagai alasan agar semua tak curiga dirinya bisa melihat apapun di dalam diri manusia, baik yang mereka suka atau benci sekalipun.
__ADS_1
"Lagian mana ada sih vampir di era modern ini, kalau ada pasti ganteng deh, secara fashion era ini kan high class banget. "
Ucapan Velisa membuat Bima terkekeh, Bima merasa manusia satu ini perlu di apresiasi saking polosnya, ia tau tahu saja kalau pria yang selama ini bersamanya adalah seorang vampir.
"Lah Freya mana? "
Pertanyaan Lintang membuyarkan lamunan Bima, ia baru ingat sudah berjam-jam Freya tak juga balik dari kantin, mustahil juga kalau dia pulang, karena semua barangnya ada di mobil milik Bima.
"Ya dimana tuh gadis, dari tadi juga gue gak lihat barang hidungnya. " Velisa mulai sadar kalau Freya tak berada di sampingnya sejak tadi.
"Tadi pamit ke gue dia ke kantin, tapi kok gak balik-balik. ".
Ucapan Lintang semakin membuat Bima tak bisa tenang ,di tambah ia baru saja mencium aroma kebangkitan vampir baru, Bima yang saat itu hanya diam mulai khawatir tentang keselamatan Freya.
" Yaudah semua tenang, kan Akbar udah ada Hellen sama si Niko yang jaga , gimana kalau kita sebaiknya mencari Freya takutnya dia nyasar. " Velisa yang mencoba untuk tidak panik akhirnya buka suara dan menyarankan untuk mencari Freya.
Lintang dan Bima hanya menunduk tanda ia setuju saran yang Velisa berikan.
"Tapi sebaiknya kita jangan kasih tahu yang di dalam dulu, takutnya mereka semua ikut panik,kasian kan Akbar ntar malam jadi drop. " Lintang memberi saran untuk tidak memberitahu Hellen.
"Betul juga, masalah sama adizti belum kelar, nih nambah satu lagi Freya ngilang, bisa beban banget tuh ntar Akbar. " Velisa pun akhirnya menyetujui ide Lintang , dimana mereka harus menyembunyikan masalah ini sampai Akbar benar-benar membaik.
Merekapun mencari Freya di sekeliling rumah sakit, kantin demi kantin. Lorong demi lorong. Toilet demi toilet semua mereka susuri tak tertinggal satu area pun, satu jam mereka mengelilingi area rumah sakit untuk mencari keberadaan Freya tapi tak kunjung ketemu.
Bahkan Velisa yang menghubungi keluarganya pun juga tak mendapatkan hasil, semua keluarganya berkata Freya belum pulang ke rumah.
mendengar Freya belum pulang ke rumah , membuat Bima dan Lintang semakin khawatir, mereka tak henti-hentinya bertanya-tanya pada diri mereka sendiri, dimana keberadaan Freya yang belum mereka temukan hingga sore tiba.
__ADS_1
...🟣Ha****llo pembaca 🐰terus suport kami ya 👍makasih loh udah mampir maaf kalau ceritanya jelek . Next bakal lebih baik lagi doakan ya kawan kawan 🔴😗...