Love 2 Dimensi

Love 2 Dimensi
24.Liona ?


__ADS_3

...****************...


Mobil sport mewah melaju sangat kencang menembus portal dimensi lain yang di buka oleh Valentina,


Bima dengan perasaan emosinya melajukan mobil tersebut di ambang batas kewajaran.


"Hati-hati, dan jangan gegabah, Arthan bukan lah Vampir yang bisa kita remehkan. "


Ucapan Valentina terngiang-ngiang di telinga Bima, membuat pria yang terbakar emosi semakin kencang melajukan mobilnya.


...****************...


"Lepasin gue... " Freya terus berteriak sembari menendang-nendangkan kakinya ke arah Arthan.


"Tunggu, sampai teman-teman lo datang baru gue lepas. " Ucap Arthan sembari memegang gadis berpipi gembul itu.


"Lepasin......... " Teriakan Freya semakin menjadi-jadi membuat Arthan tak tahan lagi mendengar bocah itu teriak-teriak,


"Bekap dia. " Ucap Arthan menyuruh dua pengawalnya untuk membekap kembali gadis malang itu.


Disisi lain Bruno yang habis babak belur karena ulah Akbar tak kunjung sadarkan diri.Ia di fonis koma oleh dokter yang menanganinya. Membuat hati Adisti mulai muncul perasaan dendam dengan Akbar yang tidak lain sahabatnya sendiri.


"Gue gak akan maafin lo bar, dan gue gak akan maafin orang yang dukung lo sekalipun itu Velisa atau Hellen. ". Ucap Adzti sembari memperlihatkan sorot matanya yang mulai di butakan oleh dendam.


...****************...


Cek lek.....


Suara pintu terbuka perlahan.


"Gimana lo baik-baik saja? " Ucap Velisa menghampiri Akbar yang setengah tertidur di dampingi Hellen bocah kecilnya itu.


"I'm oke, muka lo kenapa susah amat sepertinya. " Ucap Akbar yang penasaran dengan muka sahabatnya itu yang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu .


"No problem. " Jawab Velisa singkat yang berjalan menujub kursi kosong sebelah kanan Akbar .Ia duduk terdiam tanpa sepatah kata apapun, sembari berusaha menyembunyikan ke khwatirannya dari semua orang agar mereka tak panik kalau Freya hilang, dan saat ini belum ketemu.

__ADS_1


"Oh gue istirahat dulu, ngantuk banget gue. " Ucap Akbar sembari memeluk bocilnya.


"Emmm." Balas Velisa disertai anggukan kepala.


BRAK.......


Suara dobrak kan pintu terdengar jelas di bangunan kosong itu.


"keluar lo bgst. "Teriak Bima yang ternyata menghampiri Freya yang sedang di sekap di bangunan kosong tersebut.


Seorang pria keluar dari bangunan itu sembari terkekeh melihat Bima sendirian menjemput Freya.


Bima menyeret pria itu keluar menjauh dari posisi Freya, agar gadis itu tak mengetahui identitas mereka bedua.


" Bima, Vampir biru putra dari ratu kegelapan. "


Ucap pria itu yang ternyata adalah Arthan Ervanda Nandaleon. Sembari memberikan Bima tepukan tangan.


"Cepat lepasin teman pacar gue. " Bentak Bima sembari menunjukan mata birunya.


"Hahahaha." Hanya tawa itu yang keluar dari mulut seorang Arthan .


"Lo ke sini cuma buat nyelamatin teman pemilik darah suci, oh ini baru temannya yang gue bawa lo udah se peduli itu, gimana kalau.......? "


"Kalau lo sampai berani megang Velisa, gue jamin hidup lo jadi abu kembali, sama persis seperti 300 tahun lalu. "


Belum sempat Arthan selesai bicara, Bima yang mengetahui arah pembicaraan iblis itu, langsung mencengkram leher Arthan tanpa basa-basi.


"Namanya Velisa, nama yang sangat cantik sesuai orangnya. " Ucap Arthan dengan nada sedikit serak karena lehernya di cengkram kuat oleh Bima, musuh bebuyutannya sejak 300 tahun lalu.


Bima semakin memperkuat cengkraman tesebut sembari keduanya sama-sama menunjukkan gigi taring mereka.


"Apakah dia cantik seperti Liona. " Ucapan Arthan menyebut nama Liona membuat Bima melemaskan cengkraman di leher Arthan.


"Liona Santika Vesiska, Yang berinkarnasi. menjadi Velisa, itu sebabnya kamu mendekati dirinya kan, ratu kegelapan menyuruhmu menimum darah sucinya agar kamu bisa menjadi manusia seutuhnya . " Ucap Arthan sembari tersenyum ke arah Bima yang mulai bingung dengan semua perkataannya.

__ADS_1


Bugh...


Satu tonjokan mengenai wajah Arthan, ucapan Arthan benar-benar membuat Bima mencapai puncak amarahnya.Ia paling tak bisa bisa menahan emosi kalau nama Liona mantan kekasihnya di ucap oleh laki-laki brengsek yang telah membunuh kekasihnya 300 tahun silam tersebut.


Bugh...


Pukulan demi pukulan saling mereka terima satu sama lain.


"Gue gak akan biarin lo nyentuh Velisa. " Bentak Bima sembari meninju wajah Arthan, yang mulai kewalahan mengimbangi pukulan Bima.


"Gue akan lakuin apa yang seharusnya, sama seperti 300 tahu lalu, saat seorang vampir lemah jatuh cinta kepada manusia lemah tetapi tak bisa ia lindungi. " Ucap Arthan yang terkekeh sembari sesekali mengusap ujung bibirnya yang berdarah karena tonjokan Bima.


"Gue gak akan tinggal diam. " Bentak Bima


Bugh...


Tendangan dari Bima mengenai wajah Arthan membuat pria itu jatuh tersungkur dan tiba-tiba menghilang entah kemana.


"Sial... " Bentak Bima sembari menendangkan kakinya ke depan.


"Tolong gue... "Suara teriakan Freya kembali Bima dengar.


Bima berlari masuk kedalam dan berusaha melepas ikatan yang melilit tubuh teman pacarnya itu.


"Lo gak papa. 'Ucap Bima sembari menyentuh wajah Freya.


" Gak, makasih Bim. "Ucap Freya sembari berusaha bangun dari tempat duduknya.


" Tadi ada orang disini kenapa sekarang gak ada. " Freya nampak kebingungan pasalnya tadi ia bersama dua orang pria bertopeng tetapi entah kemana perginya pria itu tiba-tiba saja menghilang.


" Tadi gue dengerin dari dalam lo ribut sama cowok brengsek itu di luar. "Tanya Freya yang saat ini di papah keluar oleh Bima.


" Udah lo jangan banyak nanya, sekarang gue anterin lo ke rumah sakit, semua pada heboh nyariin lo. "Ucap Bima sembari memapah Freya yang mengalami luka kecil di kakinya mengakibatkan dirinya tak bisa jalan dengan baik, akhirnya Bima ber inisiatif untuk memapah gadis itu.


" Kok bisa lo nemuin gue, yang lain pada kemana, gimana kabarnya Akbar. " Freya terus bertanya-tanya tentang keadaan temannya.Tanpa memikirkan keadaan dirinya sendiri yang terluka karena perbuatan Arthan ketua geng baru di Mark.

__ADS_1


Bima hanya diam dan terus memapah Freya tanpa memperdulikan atau menanggapi semua pertanyaan yang keluar dari gadis itu.


Di fikiran Bima saat ini hanya harus membawa Freya kembali secepat mungkin.Agar Velisa tidak khawatir dan tidak panik memikirkan keberadaan sahabatnya yang sedari tadi menghilang.


__ADS_2