
Hari telah berlali begitu cepar. Siang, berganti malam sangat cepat meraka rasakan. Hellen, gadis kecil itu. Masih terbaring lemah di ranjangnya, apa yang harus mereka lakukan? Pasrah? Atau mencoba menerima keadaan? Entahlah biar Tuhan yang menjawab.
"Senja telah berlalu sayang? Kenapa kamu belum juga sadar? " Gumam Akbar yang sudah memberanikan dirinya untuk menengok sang kekasih.
"Maaf kan gue yang selama ini gak pernah ada di dekatmu? Gue hanya belum bisa, dan gue juga belum terbiasa melihat kamu seperti ini. Tolong bangun! " Air mata Akbar tak bisa terbendung lagi, perlahan butiran air mata intu menetes membasahi pipi pria yang di kenal tahan banting itu.
Velisa, Betrix sebisa mungkin berusaha menenangkan Akbar yang saat ini perasaannya memang sangat rapuh. Apa yang harus ia lakukan? Mencari dalang penyebab Hellen sekarat? Ah tidak bisa? Karena ia tak mau lagi meninggalkan kekasihnya walau hanya satu jangkah.
"Lalu bagaimana dengan Freya sudah seminggu ini dia tak bisa di temukan? Pihak kepolisian juga belum ada kabar tentang pencarian yang mereka lakukan! " Pertanyaan Betrix membuat semua orang di rumah sakit tersebut kembali panik. Mereka bingung, gundah bahkan, tak bisa mengontrol emosi mereka. Di saat kedua sahabat mereka dalam bahaya mereka semua tak bisa membuat keputusan harus mengutamakan Hellen yang masih lemah Atau, Freya yang saat ini masih belum juga di pertemukan.
Kalang kabut?
Bimbang?
Bingung?
Dan merasa gagal?
__ADS_1
Empat kata itu yang membuat seorang Velisa hanya terdiam termenung harus berbuat apa?
"Kan kita sudah di bagi Beberapa tim.Ada Bima dan Melisa yang mencari keberadaan Freya sekaligus mencari tahu apa yang akan Adizti rencanakan, ada kita yang di sini jagain Hellen, jadi gue harap kalian bisa tenang yang di sini fokus untuk kesehatan Hellen, gue gak mau semua jadi kacau! " Ucap Lintang yang mencoba mencairkan suasana yang kembali menegang tersebut.
"Cukup...!" Teriak Akbar membuat semua orang yang ada di situ terdiam dan menatap Akbar yang semakin emosional.
❤
❤
❤
Suara sangat kerasa terdengar jelas hingga keluar ruangan ICU, membuat Akbar dan semua orang di situ panik dan bergegas melihat dari kaca apa yang terjadi terhadap Hellen
"Dok.... Dok...! " Teriak Akbar sangat kencang memanggil-manggil dokter yang tak tahu kemana perginya.
"Dok... Lama amat...! "
__ADS_1
"Cepat...!"Seorang dokter dan bebrapa suster berlarian menuju ruangan ICU, tanpa menghiraukan Akbar yang meneriaki mereka.
"Kalian semua harap tenang! " Ucap salah satu suster mencoba menenangkan suasan yang semakin menegangkan.
"Hell, lo harus kuat. Lo gak boleh ninggalin gue begitu saja sayang! " Tangisan Akbar pecah saat itu juga.
Laki-laki yang di kenal kuat, tangguh dan bermental baja itu jatuh tersungkur tepat di depan pintu ICU, tak sanggup lagi menahan apa yang terjadi! Tak kuat lagi jika terjadi apa-apa dengan kekasihnya! ..
Isak tangis Akbar membuat semua orang di situ terdiam dan ikut meneteskan air mata mereka perlahan, sesekali Velisa? Melihat Hellen dari kaca luar ruang ICU yang ternyata masih di tangani oleh beberapa tenaga medis yang ada.
🥺
🥺
🥺
"Hellen pasti kuat Bar, dia pasti bisa untuk kembali lagi tersadar, ia pasti bisa kembali bercanda gurau dengan kita! "Ucap Kimberly sembari menenangkan Akbar yang masih menangis tersedu-sedu karena Hellen dalam keadaan yang tak stabil, hanya satu di fikiran Akbar yang pastinya membuat semua faham tentang apa yang ia rasakan! Yaitu? Takut kehilangan bocil yang ia sayang tersebut.
__ADS_1