
"Bunda." Bima memanggilnya dengan sebutan bunda, iya itulah dia Valentina, Lagi-lagi Bima harus bertemu dengan ratu kegelapan itu, untuk mencari tahu keberadaan Freya yang tiba-tiba menghilang dan belum juga mereka temukan.
*Brug....
*Menaruh buku yang sedang ia baca*
"Bunda tahu, ayo cepat ikut bunda, akan bunda tunjukan siapa yang membawa teman mu itu. "
Valentina menggandeng sang putra dan membawanya ke ruang rahasia miliknya, ruang rahasia yang sempat ia masuki ketika mencari tahu identitas Velisa, ruangan itu adalah sebuah ruangan kecil di bawah lantai tanpa ada cahaya yang masuk, ruangan itu tempat penyimpanan bola sakti yang bisa mengetahui segala macam isi di dunia manusia, bahkan bola itu lah yang akan menunjukkan dimana posisi Freya saat ini, dan alasan kenapa dia masih juga belum ketemu.
"Itu dia. " Sembari menunjuk ke arah bola yang bercahaya itu Valentina memberitahu keberadaan Freya, yang ternyata tak jauh dari rumah sakit.
"Lepasin gue. " Teriak Freya dengan wajah sedikit ketakutan namun mencoba memberontak . Bima dan Valentina yang melihat keadaan Freya hanya terdiam sejenak, sembari terus berfokus pada dua orang yang berdiri di samping Freya dengan keadaan wajah yang tertutup topeng, membuat Bima dan Valentina kesulitan mencari tahu siapa dua pria tersebut.
Tap....
Tap....
Tap......
__ADS_1
su
Suara langkah kaki seseorang melangkah mendekati gadis malang yang sedang di sekap itu, semakin dekat dan semakin dekat.
"Siapa lo, jangan macam-macam sama gue, atau gue bakal laporin kalian semua ke temen-temen gue. " Teriak Freya saat seorang laki-laki muda dengan topeng itu mendekatkan diri ke arah gadis yang terus memberontak itu.
"Hahhaa, lo cupu mau laporin gue, gue kagak takut laporin aja,temen lo si Akbar udah berani buat temen gue babak belur, jadi dia harus rasain apa yang kita rasain. " Pria itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Freya yang mengancam dirinya.
"Buka." Ucap pria itu menyuruh dua orang anak buahnya yang sedari tadi menjaga Freya, untuk membuka ikatan yang ada di kepala Freya .Agar gadis itu bisa melihat siapa dirinya.
"Lepasin gue, siapa lo berani-beraninya nyekap gue. " Teriak Freya ketika dua pria itu membuka ikatan yang menutup mata gadis malang tersebut.
Plak....
Bima yang melihat kejadian tersebut hanya bisa mengeluarkan taringnya yang selama ini ia sembunyikan,mencoba tuk menenangkan putranya yang mulai emosi hanya itu yang bisa di lakukan Valentina saat ini.
"Lo mau tahu siapa gue. " Bentak pria bertopeng itu ke arah Freya.Sembari membuka topeng yang ia pakai secara perlahan.
"Kenalin gue Arthan Ervanda Nandaleon, ketua baru di geng Mark. " Ucap pria bertopeng itu yang bernama Arthan sembari mengulurkan tangannya ke arah Freya.
__ADS_1
"Arthan, vampir merah. " Ucap Valentina yang terlihat kaget karena pria bertopeng yang ia lihat melalui bola ajaibnya ternyata adalah Arthan .Vampir merah yang memiliki misi yang sama seperti Bima yaitu, merebut darah suci milik Velisa.
"Arthan.....Jadi mau vampir itu dia. " Gumam Bima sembari mencoba menahan emosinya. Karena melihat musuh besar yang dia kira sudah meninggal ternyata bangkit kembali. Dan bau vampir yang ia cium di rumah sakit tadi ternyata adalah bau kebangkitan dari Arthan.
...****************...
"Cil, ngapain sih lo nangis mulu, gak capek." Ucap lirih Akbar ke arah bocilnya yang sedari tadi hanya menangis di dekat ranjangnya.
"Tauk nih, laki lo udah waras tuh. " Ucap Niko yang berada di belakang Hellen,tetapi hanya fokus pada ponselnya.
"Akbar jahat hikz.. hikzz.. " tangisan Hellen semakin menjadi-jadi, melihat wajah Akbar yang lebam, walau kata dokter Akbar sudah membaik tapi bagi Hellen melihat pria jagoan di atas ranjang rumah sakit membuat dirinya merasa sedih. Apalagi ia melihat langsung kejadian pertengkaran antara Bruno dan Akbar tadi.
Akbar hanya tersenyum melihat bocilnya sangat peduli dengannya, ia berusaha mengusap pipi bocilnya itu yang basah oleh air mata dengan tangannya.
...****************...
"Nih bocah kemana gak balik-balik juga, mau ikut ngilang juga dia. " Gerutu Velisa yang mondar-mandir karena Bima tak kunjung kembali juga.
"Tenang dikit napa Vel,suami lo pasti balik kok." Ucapan Lintang membuat Velisa agak sedikit kaget karena mendengar kata suami dari mulut bocah sialan itu.
__ADS_1
"Tuh dia. " Lintang dan Velisa kaget di buat setengah mati oleh Bima, karena ia datang sembari membawa Freya yang di gendong oleh pria berbadan tegap itu.
ππGimana part ini... Kalian mau tahu kan gimana Bima nyelamatin Freya yuk baca terus karya aku ππ love you