
...****************...
"Akbar udah tidur? " Lintang menghampiri Velisa yang baru saja keluar dari ruangan tempat Akbar di rawat.
"Emm... " Hanya suara itu yang keluar dari mulut Velisa. Beban fikiran masih tentang Freya yang belum juga ketemu.
Lintang menepuk pundak Velisa agar sedikit lebih tenang .
"Vel... " Teriak Freya dari kejauhan memanggil nama sahabatnya yang terlihat mondar-mandir di depan pintu ruangan Akbar tempat ia di rawat sembari di temani Lintang yang menepuk-nepuk pundak Velisa.
"Frey." Velisa berlari menuju arah Freya yang di papah oleh Bima , lalu tanpa banyak berbicara Velisa langsung sigap memeluk sahabatnya itu.
"Lo dari mana aja sih, gue tuh binggung nyariin lo dari tadi pagi, goblok banget ke kantin aja gak tau jalan balik. " Ucap Velisa tanpa henti sembari memukul-mukul kepala sahabatnya itu.
"Nah ini kenapa lagi kaki lo, kok sampai pincang gini, lo apain Bim sahabat gue, gue abisan juga dasar laki-laki gak bertangungjawab. " Velisa terus mengomel kepada Bima saat melihat kaki Freya terluka, bahkan ia mengepalkan tangannya mencoba tuh memukul prianya tersebut.
Freya hanya tersenyum ,sembari matanya berkaca-kaca. Ia tak baru tahu kalau ternyata Velisa punya sisi yang belum banyak di ketahui banyak orang termasuk dirinya sendiri. Yaitu sifat peduli terhadap sahabatnya.
"Cil, lo bisa diam gak, gue tampol juga lo. " Ucap Bima sembari menutup mulut wanitanya yang dari tadi nycoros mulu dengan telapak tangannya.
"Tadi gue nolongin Freya, yang ternyata di sekap oleh geng Mark. "
__ADS_1
"Bgst, berani dia macam-macam sama anak buah gue, apalagi sama sahabat yang sudah gue anggap keluarga gue sendiri. " Ucapan Velisa membuat Freya semakin berkaca-kaca ternyata ia tak hanya di anggap sahabat bahkan dirinya di anggap sebagai seorang keluarga.
Penjelasan Bima tadi membuat Velisa murka terhadap geng Mark, yang dengan berani nya melukai anggota geng Angel.
"Paan sih rame banget. " Ucap Niko yang keluar ruangan ,karena mendengar keributan di depan ruang rawat Akbar.
"Freya, lo dari mana janji bawa makanan dari pagi baru balik sekarang, ngapel kemana loh. " Ucap Niko yang tak mengetahui kalau Freya baru saja kembali di sekap oleh geng Mark.
"Dia , habis di sekap sama geng Mark. " Suara keras Velisa membuat semua terdiam, baru kali ini semua temanya melihat seorang Velisa bersuara sangat keras dan tegas.
"Di sekap, kenapa kalian semua diam saja. "
" Gue gak mau kalian yang ada di dalam panik faham. "Velisa membentak Niko, karena Niko banyak bicara dan tak mengetahui situasinya saat ini.
Freya yang masih di pelukan Velisa berbalik menenangkan sahabatnya yang terbakar api amarah itu.
" Gue gak apa-apa vel beneran. "Ucap Freya sembari menatap Velisa dengan mata bulatnya.
" Gue gak bisa tinggal diam Frey, mereka udah berani nyentuh lo, buat kaki lo pincang gini ,berarti mereka harus siap dengan konsekuensi nya. " Ucap Velisa sembari kembali mendekap Freya. Dirinya memeluk Freya begitu erat karena ia tahu bahwa temanya itu mungkin masih trauma dan shock atas apa yang baru saja di alami.
" Dan lo. "sembari menunjuk Niko ." Jangan sampai Akbar dan Hellen tahu tentang kejadian ini, Akbar harus memulihkan dirinya dulu, gue gak mau dia malah banyak beban dan semakin brutal. "Ucap Velisa dengan tatapan tajamnya ke arah Niko memperingati cowok polos itu agar tak buka suara atas kejadian ini.
__ADS_1
" Iya Gue faham, galak amat nih cewek satu."
"Yaudah dari pada debat disini gak ada abisnya mending kita ke dalem temenin Akbar, masak lo biarin temen lo kelon mulu sama si Hellen. "
Perkataan Lintang membuat suasana yang menegangkan itu kembali mencair.
"Bentar gue bawa Freya dulu ke kamar mandi, gue gedek lihat air mata sama ingusnya. "
Ucap Velisa , sembari menarik tangan Freya dan membawanya pergi menuju ke kamar mandi.
"Hapus air mata lo, jangan sampai Akbar tahu apa yang terjadi sama lo, apalagi ini semua perbuatan anak-anak Mark. " Freya hanya menganggukkan kepala dan menuruti apa yang sahabatnya itu suruh.
"Makasih Vel, lo dan Bima udah peduli sama gue. " Ucapan Freya membuat Velisa terdiam dan menepuk pundak sahabat kecilnya itu.
"Its oke, lo udah seperti keluarga gue jadi udah tanggung jawab gue jaga lo. "
"Ih.... "
Mata Freya kembali berkaca-kaca mendengar perkataan Velisa.Walupun dirinya tahu kalau Velisa lebih kenal lama dengan adizti tetapi bagi Freya ,di anggap keluarga oleh Velisa sudah lebih dari cukup. Bagi dirinya sahabat is number one,tak memandang siapa yang paling lama kenal.
"Lo cengeng gue lempar lo ke jurang mau. " Velisa mencoba menenangkan Freya dengan caranya sendiri, yaitu dengan membuatnya menjadi tegar walaupun dirinya sendiri sebenarnya rapuh tapi ia sembunyikan. Agar semua sahabatnya tidak khawatir terhadap diri seorang Velisa.
__ADS_1