
...****************...
Mobil sport melaju sangat kencang , dan berhenti tepat di seberang jalan,terlihat banyak bangunan di sekitar jalan tersebut,ada salah satu bangunan yang terlihat sudah tua tetapi masih terawat, tepat di depan bangunan itu,sosok Akbar dan kawan-kawanya sedang bergerombol ternyata itu lah markas Devil yang menjadi tujuan utama sosok yang ada di dalam mobil sport tersebu.Markas Devil memang terbilang terpencil dan berada di ujung kota tetapi tak jauh dari sekolahnya,
"Buset mobil mewah siapa tuh. " Tunjuk Lintang ketika melihat sebuah mobil mewah berhenti tak jauh dari markas nya.
"Bersiap, Mungkin mobil mewah itu milik anak buah Mark. " Ucap Akbar sembari memberi aba-aba kepada anak buahnya, mereka mengira mobil itu milik anak buah Mark. Karena hanya geng Mark lah yang di kenal semua orang geng berkumpulnya anak Sultan dan konglomerat, mustahil jika kendaraan anak-anak geng Mark tak mentereng.
Pria berpakaian seragam tertutupi oleh hodie yang hanya terkancing setengah badan ,lengkap dengan kacamatanya turun dari mobil sembari memutar-mutarkan kunci mobil di tanganya.
Langkah kaki pria itu semakin mendekat membuat semua anggota geng Devil bersiap ada yang berdiri dengan tangan kosong ada pula yang membawa pukulan besbol.
"Ehh tunggu.. " Teriak Akbar saat anak buah dia mulai melangkah mendekati pria itu.
"Jangan hentikan kita bos. "Ucap Niko sembari memainkan tongkat besbol yang ia pegang.
plak..
tamparan mengenai kepala belakang Niko
" Anjirr sakit bos. "Teriak Niko sembari mengelus bagian belakang kepalanya.
" Bodoh, itu Bima teman sekelas Velisa." Ucap Akbar sembari memukul bagian kepala Niko
Lintang hanya diam sambil mengusap kedua matanya.
"Iya njirr ngapain tuh anak. " Ucap Faiz yang masih dalam keadaan duduk sembari sibuk dengan handphone nya.
Dari kejauhan pria yang menaiki mobil sport yang ternyata adalah Bima melambaikan tangan ke arah Akbar sambil membuka kacamata hitam nya.
"Oii... " sapa Akbar dari kejauhan, walaupun Akbar baru mengenal Bima beberapa waktu lalu, akan tetapi Akbar bukanlah orang yang acuh, ia akan baik kepada siapapun jika orang itu berasal dari kelas Hellen dan Velisa , Akbar menganggap semua orang daru kelas Velisa pasti baik dan tidak akan sembrono.
"Ngapain lo kesini. " Tegur Lintang yang menghampiri Bima
"Gue nyari Velisa, dari tadi pagi dia gak ada di sekolah, gue pikir dia ada disini. " Ucap Bima yang pura-pura tidak tahu kalau Velisa emang ada di sana.
Faiz hanya tersenyum mendengar perkataan Bima, karena selama ini sepengetahuan dirinya kagak pernah ada cowok selain anak-anak Devil yang mencari keberadaan Velisa, mungkin hanya geng Mark yang selalu mencari Velisa untuk mengerjai nya.
"Tuh di dalam,masuk aja sekalian bujuk dia agar mau makan.Dari tadi pagi sepertinya dia belum makan" Tunjuk Akbar ke arah ruangan bertuliskan jangan ganggu tersebut.
"Dari mana tuh bocah tau markas kita Bos. " Bisik Niko yang penasaran dari mana Bima tahu markas Devil berada.
__ADS_1
Niko yang berbisik kepada Akbar ternyata terdengar oleh Bima yang juga ahli mendengar perkataan manusia, se kecil apapun itu suara mereka, bahkan ketika ada manusia berbicara jelek di dalam hati mereka pasti Bima langusung mendengar nya.
"Dasar manusia bodoh. " Ucap Bima dari dalam hatinya yang pura-pura tak mendengar perkataan Niko yang mulai mencurigai dirinya.
Bima berjalan menuju ruangan tempat Velisa berada dan meninggalkan Akbar serta geng Devil lainya yang masih penasaran dari mana Bima itu mengetahui lokasi markas Devil. Yang selama ini tak banyak orang yang mengetahuinya.
"Dah ntar gue yang tanya. " Cetus Akbar sambil merangkul pundak Niko yang sedari tadi penasaran tentang Bima.
cek lek...
suara pintu terbuka, Bima memasuki ruangan itu di sertai nampan berisikan makan untuk Velisa,
Velisa ,ketua geng yang di takuti oleh para siswa terlihat seperti bayi yang tertidur pulas di atas ranjang berukuran tak terlalu besar itu, selimut tebal menutupi ujung kaki hingga kepalanya. Alunan musik slow yang memang favorit gadis itu terdengar sayup-sayup membuat gadis kecil itu tidur lelap bak putri dalam dongeng.
"Vel.... " Suara Bima yang lirih berusaha memanggil gadis itu, gadis yang memiliki darah suci , gadis yang menjadi incaran para vampir termasuk dirinya.
"Makan dulu. " Ucap Bima yang saat ini memposisikan dirinya duduk di ranjang tepat di sebelah Velisa.
Velisa hanya terdiam, tetap memposisikan dirinya dengan balutan selimut yang menutupi sekujur tubuh mungilnya itu.
Bima memberanikan diri membangun kan Velisa, dengan mengangkat badan mungilnya dengan tangan kekar miliknya. Velisa tampat terkejut saat Bima mengangkat tubuhnya dan menaruhnya di atas pangkuannya. Kini posisi gadis mungil itu tepat berada di atas pangkuan Bima, membuat wajah mereka berdua saling berhadapan.
Lagi-lagi, Velisa hanya terdiam seribu bahasa tak mengeluarkan se patah kata apapun .
Velisa hanya terdiam, menatap perlakuan manis dari seorang pria yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya, bahkan sang ayah hanya memberinya uang-uang dan uang tak pernah membelai apa lagi memberikanya kasih sayang .
"Vel makan gak,kalau gak makan gue potong juga tuh mulut. " Ucapan Bima tiba-tiba berubah 180 derajat dari yang romantis menjadi anarkis.
Itulah Bima cowok sejuta sifat ia bisa bersikap romantis bahkan bisa bersikap anarkis sekalipun.
"Ih... lo apaan sih. " Bentak Velisa yang tersadar dari lamunannya karena ucapan Bima yang baru saja di lontarkan.
"Makanya makan sini gue suapin. " Ucap Bima sembari menyuapi Velisa yang sedari tadi belum juga makan.
"Ogah." Teriak Velisa sambil memukul dada bidang Bima,.
"Vel, makan dong ntar lo sakit, kalau sakit gue kagak bisa lihat lo dong. " Ucapan Bima kembali ke mode romantis, membuat Velisa kembali terdiam sambil mencoba menahan rasa gugupnya.
Entah apa yang merasuki Velisa, hingga Velisa selalu terdiam saat di dekat Bima,
"Nih makan.. " Ucap Bima sembari menyodorkan satu sendok makanan ke mulut mungil Velisa.
__ADS_1
Velisa pun memakan makanan yang Bima suapkan dengan lahap.
"ckkk... Lu ketua geng makan kayak bocil, berantakan mulu. " ketus Bima sembari mengusap sisa nasi di pinggir bibir velisa dan memasukannya ke dalam mulutnya sendiri tanpa rasa jijik sama sekali.
Memang Velisa kalau makan gak pernah rapi ia dari kecil selalu makan dengan keadaan belepotan seperti anak kecil. Ya walaupun dirinya ketus geng ter hitz tapi gak semua sifat Velisa kayak ketua geng lainya yang keras dan arogan, justru sifat Velisa sebenarnya seperti anak-anak hanya saja tak ia tunjukan demi menjaga image nya sebagai ketua geng.
Velisa hanya tersenyum melihat perilaku Bima yang membuat dirinya melayang ke angkasa pura.
Cek lekk.....
suara pintu tiba-tiba terbuka
"Ya Tuhan....Apa-apaan kalian. "
Teriak Niko ketika memasuki ruangan itu, melihat Velisa di atas pangkuan Niko membuat Niko menutup kedua matanya dengan tangan kekarnya.
Menyadari posisi dirinya yang masih dia atas pangkuan Bima, membuat Velisa bergegas turun dari pangkuan Bima ,cowok yang berhasil membuatnya mati kutu setiap di dirinya ada di dekat nya.
"Apaan sih, orang kita gak ngapa-ngapain . " Ucap Velisa sembari merapikan rok mini nya.
"Lo masuk gak ketok pintu dulu gak ada sopannya. " Ketus Bima sembari melempar bantal ke arah Niko.
"Ma.. aaf, habisnya kalian gak ada suaranya jadi gue kepo takut kalian.... " Ucap Niko sembari memainkan kedua jarinya Kalian tahu lah apa maksud Niko
"Kurang ajar, sana keluar. " Belum sempat Niko selesai bicara, Velisa memotong dan melemparkan Kotak pensil ke arah Niko dan mengusirnya,
kejadian itu membuat Bima hanya tersenyum kecil melihat tingkah Velisa yang dalam keadaan marah tetapi tetap kiyowo.
"Apaan lo nyengir. " Ucap Velisa sambil mengarahkan jari tengah ke arah Bima.
"Udah selesai, ngamuknya , yuk gue anter pulang. Tadi kan gue dah janji sama nyokap lo. "Ucap Bima sembari merapikan Novel-novel milik Velisa yang Berserakan di ranjang.
"Gadis bar-bar kayak lu, hobinya baca novel. Kagak nyangka gue. " Ucap Bima sembari memasukan novel milik Velisa kedalam tas pink mungil milik bocil tersebut.
"Bacot, lagian napa lo janji sama mama gue sih, enek gue. " Ketus Velisa yang masih berdiri agak jauh dari Bima.
"Enek tapi nangkring di pangkuan gue. " Sindir Bima.
"Ih.... " Teriak Velisa sembari melemparkan bantal sofa ke arah Bima.
"Dah buruan yuk pulang ntar kalau gak pulang gue seret juga lo. "Ucap Bima sembari menarik tangan Velisa keluar ruangan dan mengajaknya berpamitan keseluruh anak Devil.
__ADS_1
Gimana.... Maaf kalau masih gak dapet fell nya akan saya perbaiki di bab selanjutnya. Happy Reading kawan..., 🐰🐰🐱🐱❤❤🥰