
"hallo.. sekarang..? huft baiklah aku akan segera kesana. ah ya maaf karna membuat anda menunggu..!" Ucap han menutup panggilan.
Han: emm.. teman teman, aku harus pergi hehe...
Tae: itu yang aku harapkan dari tadi.
Han: kau ini..(menepuk kepala tae)
Youra: pergilah kak.. aku tau jika kau harus pergi pasti itu hal penting. Aku juga harus segera berlatih lagi atau pelatih akan marah karna ketidakdisiplinan ku.
Tae: ah bosan sekali... kalian pergi gitu aja...
Han: ah aku terlambat... tae titip rara ya. bye..
........
Sesaat setelah kepergian han.
"aku penasaran,kalian terlihat berbeda hari ini. Dia selalu tersenyum dan bersikap romantis. Ayo ngaku ...# menyenggol lengan youra dengan lirikan aneh.
Youra: aku juga harus pergi sekarang bye...
Berusaha kabur dari Tae,tangan nya di genggam dan menyuruh nya kembali duduk.
"aku menganggap mu sebagai teman dekat ku,apa kau tidak bisa jika harus jujur dengan ku..? aku serius ..tatap mataku..! apa ada sesuatu antara kau dan han atau kau dengan jun..? #seru Tae dengan nada tegas.
"Taeyong tidak pernah bersikap seperti ini.. ini aneh apakah dia curiga padaku.. " kau salah paham, yah barusan senior Han memang menyatakan perasaan nya padaku tapi aku tidak bisa menjawab nya...
__ADS_1
"apa karna jun..? ..# belum selesai youra bicara tae langsung memotong nya.
".kenapa kau membawa dia diantara aku dan kak han..? #memalingkan wajah nya.
"huft kejadian yang lalu...apa akan terulang kembali . Hal yang paling aku takuti dan tidak ingin aku pikirkan akhir nya akan datang..? Tapi dia gadis yang baik... aku harus memihak pada siapa..keduanya teman baik ku dan juga bagian penting dalam tim kami. Gadis ini lugu dan polos dia bahkan tidak menyadari jika jun juga menaruh perasaan pada nya." gumam tae seraya memegang kepala terlihat frustasi.
Youra: emmm aku boleh pergi..?
Tae: kau tau sebelum aku kemari, aku melihat dia lebih emosi dari biasa nya. Seperti ada sesuatu yang tlah hilang milik nya. Bahkan kemarahan nya melukai dirinya sendiri. Tangan nya terluka..jika kau tidak keberatan tolong bawakan obat, dia di kamar nya sekarang. Aku pergi ya ...lain kali aku ceritakan keseluruhan cerita nya.
Youra: dia yang dia maksud apakah jun.. haruskah aku pergi..,akan canggung jika menemui nya di kamar tapi...huft..
Meskipun ragu akhirnya kepedulian nya mengalahkan rasa canggung nya. Sekotak obat dia bawa menuju kamar jun. Pintu di ketuk sedari tadi tapi tidak ada yang membuka pintu. Raut wajah nya menandakan kekecewaan, dia bersungguh sungguh datang tapi tetap di acuhkan. Saat berbalik ingin pergi seseorang menarik tubuh nya dan membanting pintu. Jun memojokan youra di balik pintu. Tanpa bicara hanya menatap dengan tatapan tajam.
"oh tidak kita dalam ruangan yang sama,itupun kamar nya. Jika ada yang masuk bagaimana..."
Youra mendorong tubuh jun sekuat tenaga.
"ada apa dengan mu,kenapa sikap mu berubah...hapus semua pikiran kotor mu itu...aku tidak...
Menutup mulut youra dengan jari nya " ssssssttt percaya nggak.. suara mu bisa memancing orang lain datang kemari. Teriak lah aku penasaran apa yang akan di pikirkan orang lain jika mereka tau seorang artis baru masuk ke kamar senior nya seorang diri. Aku tidak merasa di rugikan dengan itu... hehe " menyeringai jahat.
"dia gila... ini .. ini bau alkohol..! apa dia minum..,tidak, kondisinya tidak stabil aku harus kluar dari sini. Berbahaya jika tetap bersama,dia bahkan tidak sadar dengan apa yang dia katakan sekarang. " gumam youra.
Youra berbalik mengabaikan jun. Dia membuka gagang pintu,terkejut karna diam diam jun sudah mengunci pintu nya. Youra tak ingin berlama lama di dalam.. dia mencoba mencari kunci itu kesana kemari bahkan mengacak acak kamar jun.
Jun menarik tangan nya dengan kasar. Dia melingkarkan tangan pada youra. Memeluk nya dari belakang dengan paksa karna youra terus membrontak.
Youra: lepaskan...sadar lah.
__ADS_1
Jun: baby apa maksud mu...aku baik baik saja...
Youra: jun lepaskan ini tidak pantas... kau mabuk tidak ada gunanya aku bicara.
Youra mengambil air dan menyiram nya ke wajah jun. Jun kesal dan mencengkram youra,dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tempat tidur.
Youra: bodoh .. berapa banyak yang dia minum.. aku menyiram nya tapi tidak sadar. uuh bahaya jika seseorang benar benar kemari. jendela ..? aku kluar dari sana saja. ah tunggu aku akan membalut tangan nya dulu.
Youra melepaskan diri dari jun. Sebelum pergi tak lupa dia merawat luka jun. Tangan nya memar karna memukul tembok. Dia terlihat menyedihkan,Youra bahkan meneteskan air mata dan membelai wajah nya ketika tidur. Dia menaruh selimut lalu pergi.
..............
Youra: akhir nya aku kembali ..huh bahaya sekali tadi. ...eh..? ....kyaaaaaaaa..... aku lupa, jendela kamar ku terkuci dari dalam. bagaimana sekarang. Ini salah tae kenapa dia menyuruh ku menemui nya sekarang aku kena sial. Dingin sekali... ini hampir malam aku bahkan belum mandi dan mengganti pakaian ku ...uuuh lapar sekali.
Mondar mandi di balkon jendela. Memikirkan jalan kluar..jika mendobrak jendela tidak mungkin, tenaga nya tidak sekuat itu bahkan jika berhasil jendela kamar nya akan rusak setelah nya. Tapi jika masuk ke kamar jun dia takut akan hal hal yang tidak di inginkan. Bagaimana pun mereka tidak boleh ada dalam ruangan yang sama. Jika dia menelfon untuk meminta bantuan maka dia juga harus menjawab kenapa bisa berada di kamar jun. Udara luar semakin dingin,dia hanya menutupi dirinya dengan sehelai kain. Lelah lapar membuat nya tertidur.
Jun bangun mendapati dirinya memakai slimut saat tidur. Berpikir apa yang terjadi sebelum nya, dia mencoba mengingat... Seperti ada yang salah. . Kamar yang berantakan,tidur dengan slimut itu terasa aneh. Dia tau selama ini dia tidak melakukan itu.
Jun: ah kepala ku sakit... ada apa ini,. akh barusan karna kesal aku minum sedikit,.payah sekali kenapa aku mabuk. Ekkkh apa aku mabuk dan mengacak acak kamar ku sendiri... tidak mungkin. Barusan aku bermimpi tentang dia... jangan jangan itu bukan mimpi...?
Jun tersentak bangun dari tempat tidur nya, Dia berjalan memastikan benar benar bermili atau tidak. Dia membuka jendela dan terkejut melihat youra terduduk dengan mata terpejam di depan jendela kamar nya.
Jun: Youraaaa.... ya tuhan apa yang dia lakukan... badan nya dingin sekali,.aku harus membawa nya ke dalam.
Jun menggendong youra kekamar nya. Dia menghangatkan badan nya dengan menggosok gosok tangan nya. Youra youraa... itulah yang terus dia lakukan... Seperti nya youra bukan lah tidur tapi pingsan karna terlalu lama berdiam diri di luar. Jun menyelimuti badan nya dengan setumpuk slimut tebal... Dia panik takut terjadi sesuatu,.
Ponsel youra berdering,itu panggilan suara dari Han. Jun menutup mata dan membalikan ponsel itu. Hatinya ingin marah tapi apa hak nya. Siapa sebenar nya dia bagi youra... Dia berlutut sambil memegang tangan youra. Pikiran nya mengatakan tidak pantas untuk nya marah dan mengatur kehidupan seseorang, yang tidak ada hubungan apapun dengan nya. Dia pikir dia memiliki tempat istimewa di hati youra tapi sekarang dia merasa itu hanya lah pikiran nya sendiri. Dia memutuskan untuk menjauhi youra dan tidak menyakiti nya lagi. Apapun jika youra bahagia maka akan dia lakukan.. pikir nya.
--------------To be continued--------------
__ADS_1