
"huuuh ya ampun paman tadi itu kesempatan loh, ko paman ga peka malah gugup... ! keluh han.
"hmm ya ya,. paman tau dia mau kemana, kamu disini saja temenin kakek aku akan menyusul nya. ! jawab min jiang.
Han mengangguk, min jiang bergegas menjalankan mobil nya.
" sepertinya cahaya akan kembali ke rumah ini, itu juga harapan ku sebelum aku tiada.. ucap kakek.
"ssstttt kakek bicara apa.. tidak baik mengatakan hal omong kosong seperti itu,. menegur sambil menutup mulut kakek.
"hahaha kau ini, kakek mu ini sudah tua pasti akan meninggal kenapa kau dramatis begitu... ngomong ngomong usia mu sudah 20 tahun, apa kau sudah memikirkan untuk berkencan..? tanya kakek menggoda han.
Han merona karna malu dan membantah kakek nya, dia mengatakan jika sekarang mereka fokus dengan pekerjaan dan terikat kontrak untuk tidak menjalin hubungan seperti berpacaran dan lain nya.
..........
Jun berada di lapangan bulutangkis sebrang kota. Lapangan itu begitu luas, rumput yang hijau nan rapi membuat pemandangan semakin indah. Pohon sakura besar tumbuh di pojokan dan hanya 1 pohon disana. Harum bunga sakura menangkan suasana hati jun. Dia merebahkan tubuh nya di atas rerumputan dan memejamkan mata.
Terdengar dengungan mobil tidak jauh dari tempat jun. Seseorang keluar dari mobil itu dan berjalan mendekati nya. Dia mengulurkan Ice Cream rainbow tepat didepan wajah jun. Bau manis ice cream menggoda jun, dia membuka mata dan melihat ayah nya. Jun bangun dan melihat sekeliling.
"hanya ada aku disini... kita berdua.. ambilah..! kata ayah jun memberikan ice cream di tangan nya.
Jun terlihat sedikit canggung tapi dia menerima ice cream kesukaan nya itu.
Jun: terima kasih.
Ayah jun terkejut mendengar ucapan itu dari mulut jun.
"hemm...? tidak mau ..? tanya jun pada ayah nya sambil mengangkat ice cream nya.
" hhh ayo kita makan.." ucap ayah jun yang berusaha membuka bungkus ice cream.
Jun memperhatikan ayah nya yang tidak bisa membuka bungkus nya,. wajah nya menunjukan ketidaksabaran nya dan akhir nya dia mengambil alih ice cream dan membukanya. Jun ingat kebiasaan buruk ayah nya adalah tidak bisa melakukan pekerjaan nya sendiri terutama hal kecil karna itulah ibunya selalu berada di sisi ayah nya.
Dan min jiang tau dulu waktu jun kecil dia merengek meminta ayah nya membelikan ice cream, tapi dia bingung mau rasa apa jadi membeli ice cream berbagai warna atau rainbow. Atmosfir kehangatan mulai terjalin, mereka duduk dan menikmati ice cream bersama. Ditemani tarian angin sepoy sepoy membuat mata terpejam.
"kau juga merindukan moment itu..? tanya ayah
Jun melirik ke arah nya, dia menghela nafas panjang seakan berat mengatakan apapun.
"bagaimana kabar mu selama ini..? tanya jun balik.
Ayah jun hanya menatap nya dengan linangan air mata, dia memeluk jun dengan erat dan menangis di pundak putra nya. Dia nampak bahagia akhir nya putra nya yang dulu tlah kembali. Jun menepuk pundak ayah nya agar berhenti menangis, mata nya juga berkaca kaca tapi dia menghapus nya dengan baik agar ayah nya tidak melihat dia menangis.
__ADS_1
Jun: kau tau kan aku tidak akan bisa memaafkan kesalahan mu..!
Ayah: hmm yah aku akan meminta maaf sampai nafas terakhir ku meskipun kau tak akan memaafkan ku. Kau tau... penyesalan terbesar dalam hidup ku adalah tidak bisa melindungi mu dengan baik,
Jun: heh aku tidak membutuhkan siapa pun sekarang,. hidup ku aku sendiri yang akan merubah nya.
Ayah: kau berubah menjadi semakin dewasa,. aku ingat kau baru 20 tahun.. jangan terlalu dewasa bercermin lah dan coba tersenyum,.
Jun: pembicaraan apa ini... dimana dia kenapa aku tidak melihat nya di sana (rumah)
Ayah: kau hanya tau sedikit kebenaran sebelum kau pergi. Aku berusaha keras mencari bukti, tapi saat semua terbongkar... itu menjadi sia sia..aku kehilangan putraku.
Jun menatap ayah nya penasaran.. "apa maksudmu..?
Ayah: aku juga mengatakan pada ibumu jika aku hanya menganggap nga adiku, kami bahkan tidak pernah pergi bersama. Aku tidak menyangkal jika dia memiliki perasaan khusus untuk ku tapi aku lebih dulu jatuh hati pada ibumu. Bagiku tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan tempat ibumu di hatiku. ... (menepuk pundak jun)
Ayah jun tidak melanjutkan kata kata nya, dia bangun dan berjalan di sekitar. Jun masih bingung,. dia bertanya tanya apa ada sesuatu yang tidak dia ketahui selama ini...
Jun : ayaaahh...
Ayah jun berhenti dan berbalik ke arah jun.
Jun: katakan kebenaran nya padaku... apa kau tidak mau aku memanggilmu ayah....?
Ayah jun menceritakan jika sepupu nya mbohongi kluarga nya, dia hamil dengan orang lain dan menggunakan anak nya untuk mendapatkan min jiang. Dia juga sengaja membuat Lieng eur marah agar mereka bertengkar dan berpisah. Setelah kematian lieng eur, min jiang menyelidiki gerak gerik sepupunya itu dan secara diam diam melakukan tes DNA terhadap anak nya. Dokter mengatakan hasil nya 98% negatif tidak ada hubungan darah dengan nya.
Jun: kenapa kau begitu baik padanya, kau tau waktu itu dia memperlakukan aku dengan buruk... kakek juga tidak membiarkan aku belajar musik karna dia ...
Ayah: sebenar nya itu adalah rencana kami untuk menjerat dia, kami memang memperlakukan dia dengan baik agar dia merasa tlah di terima di kluarga Min, tapi sebenar nya aku mengatur rencana ku. Mengenai dia berteman dengan bibimu aku tidak ikut campur, aku bahkan pusing memikirkan bibimu itu.
"jadi selama ini aku salah paham...? tanya jun
"semua itu tlah berlalu, aku lega sesuatu yang aku pikul selama ini akhir nya lepas dari beban ku... Lieng eur mungkin tidak bisa kembali dalam hidup ku, setidak nya aku masih bisa berusaha mendapatkan putraku kembali..! ucap ayah jun yang menebar senyuman.
Jun merasa malu ternyata ayah nya masih lah ayah terbaik nya. Dia tidak pernah mengkhianati pernikahan nya dengan ibunya. Jun memeluk ayah nya dan menumpahkan kerinduan nya selama ini.
..................
Seseorang diam diam mengambil foto mereka yang sedang berpelukan dan mengirim foto itu.
................
Yellow caffe...
__ADS_1
"tidak perlu basa basi..ayo kita bahas kesepakatan.." kata ibu han yang duduk elegan sambil menikmati secangkir kopi.
"apa yang harus aku lakukan..? tanya tian yang duduk di depan nya.
Tring...
1 Pesan masuk, ibu han membuka pesan dan tersenyum melihat foto jun dan ayah nya.
"lihatlah... bukan kah mereka terlihat bahagia..? ucap ibu han yang menunjukan fotonya pada tian.
Ibu han: aku bisa membujuk kakak ku supaya meminjamkan uang untuk menutupi hutang perusahaan kalian, tapi kau harus melakukan apa yang aku katakan.
Tian: nyonya.. aku rasa masalah ini kami bisa menyelesaikan nya, ...
Ibu han: huh... jangan keras kepala, kesombongan hanya akan menghancurkan tim mu. Diantara kalian 8 orang hanya jun yang bekerja bukan..? aku tau bahkan putraku tidak memiliki bakat seperti jun, jadi apa kau pernah memikirkan ini... kau tidak pernah melakukan apapun untuk tim mu... kau hanya beban bagi mereka dan seseorang yang hanya menghalangi popularitas dan karir mereka.
Tian menggenggam tangan nya, hati nya terasa sakit. Kata kata itu terngiang di telinga nya, dia mulai terpengaruh dan merasa selama ini memang hanya menjadi beban dalam tim.
Tian: lalu apa yang kau inginkan..?
Ibu han: hahahaha.... bagus kau mengerti situasi nya dengan cepat. Aku berencana untuk mengakuisisi perusahaan itu, kami akan menanggung semua kerugian sebelum nya dan membuat Shrek terkenal tapi...
Tian:... jika kau bisa membantu kami..aku akan melakukan apapun yang kau minta. Anggap saja ini kerja keras ku yang terakhir.
Ibu han: kau hanya perlu meninggalkan jun, jika perlu buatlah skandal yang membuat nama mu di hapus dari tim.
Tian: aku tidak bisa...
Tian sangat kesal dan meninggalkan meja.
"pikirkan ini baik baik,. bukan kah kau penasaran kenapa directur kalian tiba tiba meninggal..? ucap ibu han tersenyum licik.
Tian kaget,tangan nya gemetar.. " apa maksud nyonya... bukankah directur meninggal karena kecelakaan..?
"yah tapi suami ku yang melakukan nya untuk ku..., kau mengenal dia dengan baik bukan...?
Wajah tian menjadi muram, amarah nya tidak bisa di kendalikan. Dia berjalan dan merusak meja yang menghalangi nya.
" anak jalanan memang tidak punya tatakrama... aku tidak akan membiarkan putra dari kluarga Min berteman dengan orang rendahan seperti dia. " ucap ibu han sambil memainkan rambut nya.
....
To be continued....
__ADS_1
Hai pembaca setia, masih kuat puasa nya kan..? terimakasih yang masih setia dengan kisah perjalanan idol... jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar ya... jangan lupa like juga. terima kasih🤗🙏