

Melihat Youra marah Jun mengangkat tangan nya sambil memegang telinga. "Sorry" ucap nya.
Youra duduk kembali sambil berkata "Maaf"
Jun menaikan sebelah alis nya tanda tak mengerti.
"Kau pasti kesal, meskipun aku tau bagaimana perasaan mu tapi tetap saja aku memuji pria lain di depan mu. Memang sengaja aku melakukan nya "
Jun menumpahkan minuman di mulut nya karna terkejut mendengar kaliamat terakhir yang di ucapkan Youra.
"Apa kau bilang.. kau sengaja membuat ku cemburu..?, hmm jadi apa kau sudah menerima perasaan ku ?"
"Uh tingkat kepedean mu benar-benar tinggi. Cepat habiskan makan mu aku lelah mau tidur. "
........
Selesai makan Youra membereskan sisa makanan dan membawa piring kotor ke tempat cucian. Sementara Jun bersantai di ruang tamu dengan cemilan dan tv.
"Huh lelah nya, eh kenapa dia masih disini ? Apa dia terkena Amnesia dan menganggap ini rumah nya, yang benar saja. Aku tak tahan lagi " gerutunya kesal.
Youra merebut cemilan di tangan Jun "Apa kau tak butuh tidur ?"
Jun melihat jam dinding yang menunjukan pukul 22.45 "Ekhm ya kau benar aku harus tidur sekarang. Ekhem permisi.." dia berjalan ke arah kamar Youra.
Youra berlari mendahului Jun. Dia merentangkan tangan nya menghalangi pintu kamar. "Ssst kenapa kau berjalan kemari ?"
"Apa salah ku, bukan kah kau yang bilang kita harus tidur ?"
"Kauu... huft. Maksud ku kembali ke rumah mu sekarang dan tidur lah di kamar mu sendiri mengerti..!"
"Aku lupa dimana menaruh kunci nya " ucap Jun pura pura polos.
__ADS_1
"Jadi menurut mu aku akan mengijinkan mu bermalam disini ? Mimpi saja,. "
"Jadi apa mau mu ? kau tega membuang ku di jalanan ? Lagipula kau calon istriku kan tidak masalah jika kita tinggal bersama "
"Aku bisa dengar apa yang kau gumamkan, Jangan mencari alasan lagi pergilah cari hotel atau apapun itu kau bisa tidur dengan tenang disana hem "
"Khhheee,. Bagaimana jika fans tau aku menginap di sebuah hotel tanpa manager ku. Mereka akan mengira aku melakukan skandal bukan ?, Jika karir ku hancur karna reputasiku kau harus bertanggung jawab dan menikahi ku !,"
Youra melotot tanpa bicara apapun. Dia menyerah, kepala nya terasa pusing menghadapi seorang Jun.
"Sejak kapan gunung es ini menjadi manja, apa tuhan sudah berhasil mencairkan nya"
*Aihhh bukan kah kau sendiri yang mencairkan nya dengan api cinta " gumam author.
*Sudah ku bilang jatuh cinta bukan lah kejahan thooor. Jangan salahkan aku lagi huh " ucap Youra.
* Baik baik aku akan perbaiki lagi naskah nya, ayo sanah kerja lanjut ackting lagi keburu pembaca bosen tuh ntar rating turun lagi. huhuhu "
...........
Youra kembali dari kamar nya dan membawakan selimut tebal untuk Jun. "Kau bisa tidur di sofa, Jangn macam macam atau aku akan mengusir mu sekarang !".
Rupanya Jun sudah terlelap di sofa, Youra merasa lega karna tidak perlu mengendap endap seperti maling di rumah nya sendiri. 15 menit berlalu, Youra keluar dari kamar mandi hanya mengenakan bathrobe dan handuk yang membungkus rambut nya. Matanya sedikit mencuri pandang ke arah Jun. Dia menghampiri dan menutup badan Jun dengan slimut. "Lihat saja bahkan tv nya tidak di matikan, dasar pemalas "
"Pasti dia sangat lelah lihat saja mana ada idol yang tidur nya berantakan begini hhhh"
Jun mengigau dan menarik Youra sehingg jatuh di pelukan nya.
Perasaan Youra menjadi tak karuan, rasanya tak nyaman berada di atas tubuh pria berotot seperti Jun. Jantung nya berdegup kencang seakan meronta ingin keluar. Jun makin mengencangkan pelukan nya sambil tersenyum licik. Youra yang tak tahan akhir nya memukul Jun dan meminta nya bangun. Dia bahkan tidak tau jika Jun tidak benar benar tidur.
Mereka tidak bisa menjaga keseimbangan dan jatuh bersama ke lantai. Pandangan keduanya bertemu di keheningan malam. Lampu yang padam membangunkan mereka dari lamunan. Youra panik melihat sekeliling nya gelap gulita. Dia mencoba bangun tapi bertabrakan dengan kepala Jun.
"Aakkkh bisakah kau diam, kita tidak bisa melihat apapun ok" ucap Jun yang mengusap kepala nya.
"Kau yang minggir ! Cepat pergi dari tubuh ku, bagaimana aku bisa mencari lilin jika kau tetap disini ! "
......
__ADS_1
Youra berjalan sambil meratapi dinding. Dia ingat menaruh lilin di salah satu laci. Jun bukan nya membantu malah tak henti henti nya berbuat aneh aneh untuk menakuti Youra.
Selain takut ketinggian Youra juga takut akan hantu gelap dan petir. Saat merayakan pesta perusahaan dia menolak ikut ke bioskop karna phobia nya itu. Senyum licik Jun seperti mendapat ide untuk mengerjai Youra.
Grusak grusuk, buka sana buka sini. Belum juga menemukan lilin, sementara batrai hp Youra mulai menipis.
"Huuft harus nya tadi langsung di charger. Entah apa yang terjadi padaku gara gara iblis itu aku lupa segalanya " berbalik dan teriak karna terkejut melihat hantu di depan matanya.
Jun berdiri seperti patung di belakang Youra sambil menyalakan lampu ponsel yang mengarah ke wajah nya. Di tengah kegelapan membuat pantulan nya menjadi seram seperti hantu.
"Hwaaaaaaaaaa... hantuuu iih jangan mendekat aaahhh" begitu ketakutan nya sampai melempar apapun yang di genggam.
"Aw aww hei hentikan ini aku " ucap Jun.
"Aaakkh dasar cewe bar bar, ck ternyata kau takut hantu hahahahaha lucu sekaliii.." tawa nya yang pecah karna gadis yang dicintainya takut dengan hal mistis.
Youra menunduk di pojokan sambil menangis. Isak nya terdengar begitu ketakutan, Jun merasa bersalah.
"Hei apa kau menangis, maaf aku tidak bermaksud membuat mu takut. Aku pikir kau akan memarahiku tolong jangan menangis dan... marahi saja aku sesuka mu ya ..!"
Jun mondar mandir didepan Youra. Dia tak tau bagaimana caranya membuat seorang gadis terkesan. Apa yang harus di lakukan jika seorang wanita menangis,memberinya permen ah bukan kah itu untuk anak kecil. Atau memberinya uang ah pasti jumlah nya terlihat sedikit. Oh ya berikan kartu hitam tanpa batas limit, bukankah wanita suka berbelanja. Uh tunggu dia bukan tipe seperti itu, aku akan langsung di gampar bukan..? Huft..
"Youraa aku minta maaf karna melampaui batas ku, aku tau aku salah tolong jangan menangis lagi ya ..!"
"Aku hanya takut kau terluka karna aku pukul, bagaimana jika kepala mu bocor karna aku hampir melemparkan vas mahal ku ini huft huft, aku akan merasa rugi dua kali huft huft " ucap Youra sambil menangis.
"Rugi.?"
"Yah, pertama kepala mu akan terluka dan mengeluarkan banyak darah. Mungkin kau akan menjadi bodoh dan tidak bisa membuat lagu lagi,manager pasti akan menyalahkan ku dan vas ini.. huft huft bahkan lebih berharga darimu. huuuuu" ucap Youra
"Astagaaaah jadi dia membandingkan harga diriku dengan sebuah vas bunga ? oh tuhan kau terlalu baik padanya. Untung cantik uuuh kebodohan nya sama besar nya dengan wajah imut nya " Jun tersenyum dalam pikiran nya.
.......
Apa yang akan terjadi selanjut nya..?
Tolong bantu Author agar lebih semangat lagi...! Like Koment Share Vot Rate ★5 Fav ❤️ & Bagi Tips jika kalian suka critanya.
__ADS_1
Author mengajak kamu masuk ke grup Sangmi yang ada di halaman depan novel. Mari ngobrol dan bersenang senang di sana 🤗💜
대단히 감사합니다