Love Behind The Scenes {IDOL}

Love Behind The Scenes {IDOL}
#67 "Janji mu"


__ADS_3


~***Mungkin kebahagian terbesar Di dunia adalah bersama Ayah dan Ibu~


@Shin Tian***


............


Cuaca yang cerah ini membawa angin sejuk yang membuat Jun terlelap di dalam mobil. Dia bersandar dengan santai, suara musik dan angin yang masuk melalui jendela mobil membuat ketenangan untuk nya.


Youra berpikir Jun akan kawatir karna dia tak kunjung datang. Dia ingin bersikap seolah "wanita yang jual mahal" tapi apa daya jangankan kawatir telfon pun tak ada untuk nya. Dia mulai kesal dan berjalan sambil menendang kaleng bekas di jalanan.


Suara seseorang merintih membuat nya terkejut. Rupanya kaleng yang di tendang mengenai seseorang dari kejauhan. Youra berlari menghampirinya untuk meminta maaf. Laki laki itu terus saja merintih sambil memegang kening nya.


"Oh ya ampun Rikko..? Maaf aku tak sengaja biar ku lihat.. apa kau terluka ?" mencoba melihat luka di kening nya.


"Kau kuat sekali ya, Sshhh .. Aku pikir barusan kena sial apaan. Hmm kalau ketemu kamu nama nya bukan sial tapi jodoh " ucap Rikko memberi gombalan.


"Coba lihat luka nya aku punya obat di tas ku, Atau kita ke Rumah Sakit sekarang " masih terlihat kawatir.


"Hmm nonaa, kurangi kawatir mu. Aku tidak apa apa. Ini hanya luka gores memang nya aku butuh suntik dan obat " ucap Rikko menaikan alis nya.


"Baiklah terserah, tapi jangan hentikan aku menempelkan obat di kening mu ! Aku mohon, aku akan terus seperti ini sampai kau setuju. " ucap Youra memelas.


Rikko mengambil nafas panjang "Baiklah, silahkan !".


Youra tersenyum dan mengambil steples obat di tas nya. Dia kebingungan bagaimana cara menempelkan obat nya, Rikko terlalu tinggi untuk nya sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk mencapai kepala nya.


"Mm.. itu. , bisakah nunduk sebentar ?" penuh keraguan.


Rikko memainkan bibir nya sambil menahan tawa. Tubuh nya bergerak menunduk sesuai perintah Youra. Kini dia bisa leluasa menempelkan obat di luka nya. Tangan Rikko berada di pinggang Youra tanpa sepengetahuan nya. Ketika Youra hendak selesai Rikko tiba tiba mengangkat tubuh gadis mungil ini.


Youra berteriak karna kaget. Tangan nya memukul Rikko memohon untuk menurunkan nya. Rikko menurutinya sambil tertawa.


" Hahaha maaf, kau benar benar imut. Hah apa diet mu terlalu keras belakangan ini ?".


Youra masih merasa gemetar dan kehabisan nafas. "Hosh hosh hosh... kau.. kau mengagetkan saja hah hah.., "


Belum selesai bicara Jun datang entah dari mana dan langsung membawa Youra dengan nya. Wajah kesal tampak jelas seperti api yang berkobar. Rikko mengubah tawanya menjadi diam saat melihat Jun yang begitu marah menakutkan.


Angry Bird sedang kesal bagaimana ini ?


Youra menoleh ke belakang memberi isyarat agar Rikko menolong nya. Tapi Rikko menggelengkan kepala sambil mengangkat bahunya merasa bersalah tidak bisa membantu. Gadis imut ini menggigit tangan nya dengan wajah ketakutan. Dia tak berani bicara atau menatap Angry Bird nya. Jun berhenti melangkah dan Youra menabrak nya dari belakang karna sedari tadi dia berjalan tanpa melihat.


"Mau sampai kapan "


"Hah?"

__ADS_1


"Kau mau sampai kapan berjalan ?, kita sudah sampai di mobil ! Apa lagi kenapa hanya menatap ku, tidak mau masuk ? Aku tinggal !".


Jun membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Youra bergegas membuka pintu dan duduk dengan tenang. Jun melirik nya dari kaca spion "Duduk di depan !"


Youra masih acuh tak acuh duduk tenang,.


"Mau pindah sendiri atau aku gendong ?, Aku tak keberatan melakukan nya tangan ku juga perlu olah raga ".


Tanpa pikir panjang Youra berpindah ke kursi depan. Jun usil dan menyalakan mesin mobil nya ketika Youra sedang berusaha mencapai kursi depan. Gadis itu terkejut bukan kepalang ketika mobil berjalan. Dia jatuh di pelukan Jun yang sedang menyetir, wajah nya mendongak memperhatikan pemuda tampan itu. Dia kembali menelan ludah melihat pemandangan wajah tampan pujaan hatinya. Jun tergoda dan membalas pandangan nya, Youra berpaling dan berteriak melihat kedepan.


Mereka hampir menabrak pohon pagar jalan. Youra memukul kecil lengan Jun " Bodoh bodoh... gimana kalau kita mati huuuh dasar nyebelin".


"Aaw aaduh iya iya maaf, aku lagi nyetir jangan pukul lagi ". Jun merasa bersalah melihat Youra cemberut. Tadi memang salah nya yang terus saja mengerjai Youra sampai fokus nya terpecah belah.


Jun memegang kedua telinga nya sambil berkata maaf. Youra memarahinya lagi karna tak fokus menyetir.


"Ok ok antar aku ke supermarket setelah itu aku akan memaafkan mu !".


"Itu saja ?,"


"Heh Tuan ? jangan anggap remeh pekerjaan ini. Kau dan aku tau siapa identitas kita, ini tempat umum banyak yang mengenali kita. Tentu saja kau harus membawa belanjaan ku dan melindungiku dari paparazi. Tugas mu kurang lebih sama dengan pengawal ku. "


"Hmm Youraaa anu.. kalau soal bawa belanjaan aku masih bisa tapi kalau mereka mengenali aku lebih dulu bagaimana "


"Hah jadi maksud mu kau lebih terkenal dibanding aku oooh gituuuuu" sambil cemberut dan meletakan tangan di pinggang.


"Bbukan bukan.. ah aku telfon manager saja bagaimana..? "


"Youraa masalah nya aku tidak bercanda, jika fans mengerumuni ku dan aku tidak bisa melihat mu bagaimana... Aku akan di habisi paman Rhui kalau kehilangan mu ".


"Ayah ku ?, kau begitu takut padanya ? ucap Youra dengan wajah menantang.


"Yah sedikit (menunjukan nya dengan tangan) Terkadang paman begitu menyeramkan ,Yah di pantas menjadi ketua geng".


"Ck ck ckk.. Baru beberapa menit yang lalu aku mendengar seseorang ingin menikah dengan ku tapi sekarang pemuda itu bahkan sangat ketakutan dengan Ayah ku ".


Jun cengar cengir kelemahan nya di ungkap Youra.


Yah begitulah Aku rasa semua wanita di dunia ini sama. Mereka spesial seperti martabak yang di jual abang pinggir jalan. Salah satu sisi spesial mereka adalah apapun yang mereka lakukan dan mereka katakan semuanya benar dan pihak pria yanv salah. Uhuhuhuuuu. Nasib nasib...


"Kau tunggu di mobil aku akan membeli keperluan ku " bersiap masuk menenteng kantong belanja.


"Tunggu, kau mau beli apa sebanyak ini ? Kita eh maksud ku kau hanya tinggal sendiri untuk apa memasak sebenyak itu. Yah aku sih tidak keberatan kalau kau memasakan untuk ku hehe "


Youra memukul kepala Jun dengan kantong belanjaan. "Ngaco".


"Hei aku masih marah soal barusan kenapa sekarang kau lebih galak dari aku " berusaha protes meski hasil nya nihil. Tatapan mata Youra mampu membuat Jun diam tak berkutik.

__ADS_1


Dengan beberapa pertimbangan Jun memutuskan untuk menunggu Youra di mobil. Mereka harus sadar sebagai selebriti terkenal terkadang ada fans yang membuntuti mereka entah apa maunya. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Youra pergi belanja sendiri. Selang beberapa lama dia kembali dengan troler di tangan nya yang penuh dengan bahan makanan mentah. Dia memakai kecamata hitam dan topi yang menutupi kepala nya. Tak lupa masker untuk menutupi wajah nya, Jun memasukan belanjaan ke bagasi dan buru buru meninggalkan supermarket.


"Huh panas sekali " ucap Youra yang mengibaskan topi sebagai kipas.


"Ah aku akan mengatur suhu nya " Jun membuat menambah suhu pendingin nya dan tiba tiba Youra merasakan mual.


Jun panik takut Youra keracunan atau salah makan. Youra melambai meminta agar dia mematikan AC mobil nya.


"A..aku hanya tidak bisa mengatasi pendingin mobil badan ku terasa aneh dan mual. Maaf membuat mu jijik"


"Psssfffttt.."


"Kenapa kau tertawa.. apanya yang lucu ?" Youra mengelap wajah nya mengira Jun menertawakan wajah nya.


"Bukan apa apa.. Kau ingat dulu aku mengira kau hamil karna kau terus saja mual seperti ini hahaha"


"Iiih dasar bikin kaget saja. Huh aku kesal dengan mu. Nanti malam kita makan malam bersama, perhatikan perilakumu aku tidak mau rumah ku hancur gara gara kalian (Han dan Jun). "


"Kau yang merencanakan nya ? kenapa?"


"Aku rasa ini moment yang bagus untuk mengeluarkan unek unek kita. Ayo bicarakan semuanya dan mulai yang baru bersama "


"Kau yakin? (Youra mengangguk) Baillah terserah padamu ".


"Jun oppa... Apa kau serius dengan perasaan mu ?


"Ya..


"Aku ingin memberi kesempatan terakhir untuk kita, dulu aku pernah menyerah sekarang tidak lagi. Aku akan perjuangkan perasaan ku sampai akhir, sampai aku tak bisa mempertahankan nya lagi. "


"Bahkan jika kau kehabisan batrai dan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan nya.. Aku akan menggendong mu dan menjaga hubungan kita. "


"Hahaha berapa banyak gadis yang kau rayu seperti ini "


"Menurut mu ?"


"Hmm... aku rasa aku korban yang ke 117..?"


"Kau yang pertama dan terakhir ".


"Benarkah" senyum manis Youra terlihat dari kaca spion samping.


Jun memegang tangan Youra sambil menyetir pulang.


.......


Drrrtttt drrtttttttt drrtttt

__ADS_1


Jun dan Youra sampai di apartemen, ponsel Jun bergetar tapi dia tak menyadari karna sibuk membawa belanjaan. Sinar ponsel dan getaran nya terlihat di saku celananya tapi tetap saja tak dia sadari. Siapa yang terus saja menelfon mereka dan mengganggu moment romantis YouraJun. ??


TO BE CONTINUE...


__ADS_2