
"Ikut aku" Jun menggandeng Youra pergi ke suatu tempat.
"Eh mau kemana" tanya Youra.
.............
"Eh lah kemana mereka pergi ?" tanya Tae menyadari Youra dan Jun tak lagi di sana.
"Ini semua gara gara kamu, malam ini jangan harap tidur di kamar" ketus Cherry memukul kecil pundak Tae.
"Aduh sayaang kalau tidak tidur di kamar lalu aku harus tidur dimana. Huhuhu ini kan malam pertama kita"
" Masa bodo".
........
Cherry mengangkat sedikit gaun nya dan pergi meninggalkan suami nya itu. Dia kembali ke acara dan menyambut para tamu.
Sedangkan Youra dan Jun pergi menikmati moment mereka sendiri.
Hari ini begitu cerah ada taman luas di dekat acara, Jun menggunakan kesempatan itu untuk bersama Youra. Mereka duduk di kursi pengunjung.
"Kau masih marah dengan ku setelah tau segalanya ?" tanya Jun menatap Youra.
"Wajar jika aku sedikit kesal, Cherry seperti adiku sendiri dia adalah gadis polos yang bodoh"
"Sssttt jangan mengumpat orang begitu bukan nya Tae teman baik mu "
__ADS_1
"Ya tapi lebih tepat nya dia itu sekutu mu"
"Memang nya kenapa, Aku memang membantu nya tapi bukan karna sebagai ketua tim. Dia melakukan kesalahan besar dan aku berharap dia bisa bertanggung jawab sampai akhir. Setidak nya Cherry tidak akan merasa malu dan orang tidak akan tau jika dia hamil di luar nikah. Coba bayangkan jika dia masih sebagai aktris lalu skandal nya di exspos keluar, banyak media yang akan memburu nya dan mungkin dia akan tertekan dan mencoba menghabisi nyawa nya ..."
"Cukupp... jangan katakan lagi (meletakan jari di bibir Jun) Baiklah ini salah ku aku minta maaf. Tidak ada satu pun teman ku yang akan meninggalkan ku lagi "
"Anak pintar jangan marah lagi ya" ucap Jun ramah membelai kepala Youra.
"Hei hiasan rambut ku rusak berhenti membelai ku dan ya aku bukan anak kecil ok"
"Baiklah karna gadis ini sudah merasa dewasa jadi dengarkan (bangkit dari kursi dan tiba tiba menekuk satu kaki nya di tanah. Dia mengambil sesuatu dari saku celana nya sambil berlutut ) Youraa maukah kau menikah dengan ku, Menjadi satu satu nya wanita dalam hidup ku, Menjadi ibu dari anak anak ku dan Menjalani sisa nafas ku bersama di dunia ini " ucapan nya begitu tegas dengan wajah mendongak yang mengexspresikan keseriusan.
Youra menutup mulut nya dengan kedua tangan, Matanya berbinar binar seakan berkata tak percaya tiba tiba Jun melamar nya. Gadis ini bahkan tak tau apa yg harus dia katakan sekarang. Badan nya terlihat jelas gemetaran, Ucapan itu terus terngiang di kepala nya dan berputar putar di pikiran.
"A... aakuu...(terbata bata hampir menangis) Aku tidak bisaa..." Youra berlari meninggalkan Jun tanpa bisa menyelesaikan ucapan nya.
"Heh bagus Youra kau menolak si brengsek itu, ini artinya masih ada kesempatan untuk mendapatkan mu. Sebentar lagi kau akan masuk ke dalam prangkap ku dan menjadi milik ku" Rikko senang melihat Youra menolak lamaran Jun. Ada maksud lain dari ucapan nya barusan.
"Sial..." Jun kesal karna tak mampu membuat Youra menjadi milik nya. Tangan nya berdarah akibat menghantam kursi besi di sebelah nya. Dia begitu marah dan kecewa.
...,
"Apa yang aku lakukan kenapa aku mengatakan itu barusan. Seharus nya aku menerima nya, Dia pasti terluka dengan ucapan ku" Youra menangis tersedu sedu di bawah pohon besar.
Kedua orang yang saling mencintai tapi tidak bisa bersama. Masih ada ego yang besar menyelimuti hati mereka.
"Kakak... ada apa kenapa kau menangis heii katakan aku disini" Cherry yang lewat langsung menghampiri Youra ketika melihat nya menangis sendirian. Dia menaruh Youra dalam pelukan nya dan mencoba menghibur nya.
__ADS_1
"Kakak aku mencarimu karna tiba tiba pergi tapi kenapa kau malah menangis disini dimana Jun"
Youra menggelengkan kepala tanpa menjawab apa yang barusan terjadi. Dia masih syok dan terguncang karena nya.
"Jelaskan pada kami alasan kau menolak nya" tanya Tae menghampiri mereka. Youra menatap wajah nya bingung.
"Tidak perlu memasang wajah pura pura lagi, Aku sudah tau semuanya. Kau menyakiti nya terus menerus. "
"Heii apa yang kau katakan, Apa yang terjadi kata kata mu benar benar kasar. Siapa yang menyakiti siapa.. Ada apa dengan kalian"
"Tanyakan itu pada sahabat mu. Karna dia Jun pergi terburu buru, dia mengendarai mobil nya dengan penuh kemarahan. Aku melihat dia membuang kotak cincin di taman saat aku tanya dia bilang itu sudah tidak berguna"
Youra terkejut seketika merasa bersalah. Dia tau kotak merah yang di bicarakan Tae pastilah kotak cincin milik Jun untuk melamar nya. Dia menyesal tlah menolak perasaan Jun.
"Tidak ada gunanya kau menyesali nya sekarang. Ini semua sudah berakhir, aku hanya takut Jun akan berbuat nekad dan membahayakan nyawanya. Tidak masalah jika dia menghilangkan kotak itu tapi jika terjadi sesuatu dengan nya kau harus bertanggung jawab. Mungkin kau kesal karna perbuatan ku dengan Cherry tapi aku berusaha bertanggung jawab padanya dan kau.. kau seperti bukan teman ku lagi"
"Taee cukup jangan buat dia bingung lagi"
"Cherry berhenti mengurusi urusan pribadi orang lain, kita punya banyak hal yang perlu di urus. Biarkan dia berpikir sendiri apa yang harus di lakukan."
"Tapii..."
Youra mengusap air matanya dan pergi. Tae menahan Cherry yang ingin mengikuti Youra.
.......
Youra kembali ke taman yang tadi. Dia membungkuk dan mencari kotak merah di rerumputan. Tidak sulit baginya menemukan kotak cincin itu karna ukuran nya yang lumayan bisa terlihat tapi bagaimana jika cincin nya juga terjatuh. Tidak memungkinkan baginya mencari cincin mungil di rumput yang lebat. Youra pantang menyerah mencari kotak itu dan akhir nya dia menemukan nya. Tapi benar saja itu hanya tinggalah sebuah kotak kosong. Dimana cincin di dalam nya ? Apakah terjatuh di sekitar ? Youra kembali membungkuk mencari cincin itu. Dia menangis mengapa melakukan hal bodoh seperti tadi.
__ADS_1