
Matahari mulai terbenam tak terasa mereka menghabiskan waktu bersama seharian. Taman hiburan menjadi semakin ramai pengunjung saat malam.
Youra semakin semangat berkeliling dan menolak pulang. Hampir semua permainan di taman tersebut mereka mainkan dengan gembira.
Rutinitas pekerjaan kesibukan dan stres mengerjakan lagu terasa hilang tatkala mereka bersantai.
"aku rasa kita perlu melakukan hal ini lain kali, membuat lagu terakadang membuat stres juga" ucap jun sambil tersenyum.
Youra ingat dengan seorang yang juga pandai menulis lagu. Dia mengambil ponsel nya dan menanyakan kabar pria itu. Jun melirik layar ponsel youra tapi dengan sigap dia menyimpan ponsel kembali.
Han di sibukan oleh beberapa telfon, semua membicarakan kesepakatan dan pekerjaan. Youra menghampiri sambil membawa minuman,. Han tampak menghiraukan youra dan fokus dengan ponsel nya.
Jun berusaha menghibur youra, tapi youra enggan menanggapi nya. Kesabaran jun ada batas nya, dia kesal dan membanting minuman nya.
"eh ada apa..? tanya han
"lupakan aku seperti orang bodoh disini, aku akan pulang"jawab jun.
Han melirik youra yang pura pura tenang. Sebenar nya youra merasa bersalah pasti kata kata nya menyakiti perasaan jun, tapi apa boleh buat dia hanya ingin mencoba dekat dengan han sekarang.
Han mengejar jun sampai di parkiran. Mereka berdiskusi jauh dari youra. Han kembali kepada youra dan membawanya ke suatu tempat.
......
"ah aku ga mau kesini lagi, kau tau kan waktu itu aku sangat takut" ucap youra gemeteran melihat kincir raya.
Han merangkul pundak nya "kan ada aku.. ,ayo masuk duluan aku mau beli permen biar kamu rileks ".
__ADS_1
"aah tidak tidak. aku ikut.." pinta youra.
Han mendorong youra masuk ke arena sementara dia pergi diam diam. Seorang anak kecil menggandeng tangan youra dan menyuruh nya masuk.
Youra masuk ke dalam kincir raya dan jun juga duduk di tempat yang sama. Pintu terkunci, kincir pun mulai bergerak.
Flashback..
Han menghentikan jun yang mau pergi. Dia bilang dia punya kejutan untuk jun tapi jun harus pergi ke kincir raya. Awal nya jun tak perduli dan menghiraukan han tapi han mengancam akan meninggalkan youra sendirian di taman jika jun menolak. Jun terpaksa setuju sampai dia terkejut melihat youra datang ke tempat nya.
"Kauu" ucap jun youra bersamaan.
Suasana menjadi canggung, youra bahkan lupa jika dia berdiri di kincir yang sedang berputar.
"duduklah.. apa kau merasa nyaman dengan berdiri..?
"ah tidak perlu aku akan baik baik saja, bukan kah barusan kau sudah pergi..?
"ah aku hampir lupa dengan nya, kita harus memberitau petugas untuk menghentikan kincir nya... t"
"lupakan saja kita berada di ketinggian....
Belum selesai jun bicara, kincir nya berhenti di arah jam 12. Youra menjerit melihat mereka ada di atas, badan nya gemetar saat kincir mulai bergoyang.
Jun meraih tubuh nya dan membawa nya ke pangkuan. "sudah ku bilang duduk dengan benar" ucap nya.
"heii turunkan aku jangan macam macam ya" gerutu youra.
__ADS_1
"bukankah tangan mu yang memegang baju ku dengan erat..? tanya jun sambil melihat kedepan.
Youra melihat ke arah yang jun lihat dan spontan menutupi bagian dada nya.
" brengsek lihat kemana mata mu.. tutup mata mu!
Jun menahan tawa, Youra berusaha bangun dari pangkuan jun tiba tiba kincir nya berjalan lagi,, youra terjatuh sambil memeluk jun. Posisi mereka benar benar tidak bisa di jelaskan.
Ini hanya hal romantis antara youra dan jun. Mereka terhanyut dalam pandangan dan berbagi perasaan. Jun memeluk youra dan mencium aroma rambut nya. Youra tanpa sadar merespon pelukan jun dan mempererat cengkraman tangan nya.
Jun mulai mencium pipi youra sampai youra tersadar dan keduanya saling menatap. Youra segera menjauh dan menghindari pandangan nya.
"maaf aku... akh sial" ucap jun.
"dia minta maaf setelah mencium ku, dia pikir aku ini apa " gumam youra.
Putaran kincir terakhir telah tiba, petugas mengarah kan mereka turun pelan pelan.
"ini langkah terakhir ku menyatukan kalian, semoga berhasil kawan" ucap han yang sedari tadi bersembunyi.
..........
Youra turun dan berlari mencari taxsi. Jun membawa nya ke tepi. "apa masalah mu biarkan aku pergi" ucap youra.
Jun mengusap air mata yang menghiasi pipi youra. Jun berlutut dan berkata "youraa aku mencintai mu, aku tidak tau bagaimana caranya mengutarakan perasaan ku tapii.. aku ingin jujur tentang perasaan ku meskipun kau mungkin akan menolak ku.. apa kau mau menerima cinta ku..?
Jun memberanikan diri menyatakan cinta nya bahkan di depan umum. Youra bingung bagaimana jika han salah paham dan merasa di khianati.
__ADS_1
"maaf aku tidak bisa menjawab nya" ucap youra berlari meninggalkan jun.
Hujan badai datang mengguyur kota seoul. Jun memprediksi akan seperti ini tapi dia tak kecewa kemungkinan perasaan nya akan di tolak.