Love Behind The Scenes {IDOL}

Love Behind The Scenes {IDOL}
#76 "Perhatian Jun"


__ADS_3

~Harapan..? Tentu dalam hidup harus memiliki harapan. Penting untuk mengukur seberapa kuat kita berusaha mencapai harapan itu~


Tanpa berpikir lama Jun melepas mantel yang melekat di tubuh nya dan memakaikan ke badan Youra yang basah kuyup karna hujan. Youra terpukau dengan kesopanan Jun yang begitu perhatian dan lembut.


"Sudah jangan menatap ku lagi ada apa kau kemari " tiba tiba nada suara nya terdengar menekan dan serius.


Youra glagapan saat ingin menjawab Jun, Yah yang pasti saat ini dia merasa tak karuan. Sedari tadi dia menahan sakit kepala akibat hujan hujanan, belum lagi harus menghadapi Jun dan menenangkan nya untuk minta maaf. Youra memegangi dahi nya dengan raut wajah penuh kesakitan.


"Huh kau seperti anak kecil berani main hujan tidak takut flu ? Duduk disini jangan berkeliaran aku akan membuatkan teh hangat untuk mu " Jun beranjak pergi ke dapur.


"Juuuun tungguu... ssshhh" berusaha meraih tangan Jun meski suara nya perlahan merendah dan menghilang. Sepertinya sakit kepala nya semakin menjadi. Jun tak sadar ada yang salah dengan Youra.


"Sebaik nya kau ganti duluu.... Youraaaa" dia berbalik tepat saat melihat Youra goyah dan segera menangkap nya.


"Youra hei bangun lah kau kenapa ? Youraa heii...? Jangan menakutiku Youraa.. (meletakan telapak tangan di dahi Youra) Ya ampun dia demam badan nya panas sekali. Youraa heii bangun lah aku akan membawa mu ke Rumah Sakit bertahanlah" kepanikan membuat nya bingung harus berbuat apa. Dia menghubungi seseorang untuk membantu nya.


"Tidakk perluu " ucap Youra merendah


"Yourraa kau tidak apa apa, aku sudah menghubungi perawat ayo kita ke Rumah Sakit "


"Bisakah kau ijinkan aku istirahat disini, kumohon"


Apa dia takut ayah nya khawatir makanya tidak mau ke Rumah Sakit. Huft baiklah aku juga tidak bisa untuk menolak nya.


"Baiklah kali ini aku turuti, Kau harus patuh dan minum obat nya " Jun menggendong Youra di pelukan nya. Dalam setengah sadar mata Youra mencuri pandangan Jun.


Jun sadar Youra terus menatap nya, Dia juga membalas tatapan nya yang membuat keduanya canggung.


.....


Dia membaringkan Youra di tempat tidur dan memberikan slimut.


"Baju mu basah kuyup aku tidak memiliki baju perempuan, lagipula rumah mu di sebelah berikan kunci nya aku akan ambilkan pakain mu" mengulurkan tangan meminta kunci


Apah betapa malu nya jika dia benar benar membuka lemari dan mengambilkan pakain ku dan juga.. pakaian..dalam ku ..


"Hei kenapa melamun,? Apa yang sedang kau fikirkan pipi mu merona"


"Ah ttitidak tidak ada, emm begini saja pinjamkan kaos atau kemeja untuk ku. Kau lebih tinggi dariku tidak masalah jika aku memakai kaos mu itu setara dengan gaun pendek kan" mencoba mencari alasan.


"Hei nonaa aku rasa kau bukan hanya terserang demam tapi juga amnesia.." mendekatkan wajah nya


"Menjauh dariku jangan coba coba mencuri kesempatan ok " mendorong Jun dan menutupi badan nya dengan selimut tebal.


"Harus nya aku yang marah kenapa jadi kau yang terus memarahiku disini. Ini rumah ku tapi kau yang mengatur segala nya. Ekhem .. apa kau sudah siap menjadi nyonya rumah hem..??"


Degg degg degg


Youra menelan ludah dan bingung mau jawab apa. "Ke kepala ku sakit lagi apa kau punya obat ?" mengalihkan pembicaraan lagi.


Jun menghela nafas lalu pergi mengambil obat. Dia kembali membawa nampan berisi secangkir teh segelas air putih dan tablet obat. Youra datang dari kamar mandi setelah selesai berganti pakaian. Sebelum Jun pergi dia membuka lemari dan meminjamkan kaos milik nya.


Baju itu terlihat cocok di pakai Youra, meskipun itu pakaian pria tapi karna Youra sedikit lebih pendek membuat nya seperti memakai baju biasa. Hanya saja terlihat sedikit sexsi karna panjang kaos itu hanya menyentuh di atas lutut nya. Bagian kerah nya menonjolkan sisi feminim seorang gadis dewasa. Kebanyakan pakaian Jun memang berukuran size besar agar mudah di gunakan untuk latihan dance dan berolahraga. Dia lebih nyaman menggunakan model dengan kerah yang memiliki lingkaran longgar yang memperlihatkan otot kekar nya.


Bisa di bayangkan pakaian seperti itu di pakai seorang gadis. Jun terbelalak melihat Youra memakai kaos nya. Pipi nya merona karna kagum.

__ADS_1


"Ah kau disini, bagaimana menurut mu ? tidak buruk kan ? " ucap Youra menunjukan stile nya sambil tersenyum


Huuuuh ujian tuhaaannn, laki laki dan perempuan tidak bisa berada di ruangan yang sama. Sebaik nya letakan obat nya dan segera pergi tidak perlu berkomentar.


Jun meletakan nampan di atas meja dengan gugup dan meninggalkan suara. Dia buru buru keluar tanpa bicara apapun. Itu membuat Youra bingung dan berpikir apa yang salah darinya.


"Dia membawakan teh dan air ? (menepuk kepala gemas) Sudah lah sebaiknya aku segera minum obat nya."


......


Youra kembali berbaring agar tubuh nya kembali fit. Cukup lama dia tertidur mungkin efek dari obat yang dia minum. Diam diam Jun merawat nya dan rutin mengompres kepala Youra dengan kain basah. Dengan perawatan khusus dari Dokter Jun demam Youra pun langsung lari ketakutan. Betapa perhatian nya laki laki ini, dia juga menyiapkan semangkuk sup pereda demam yang dia letakan di atas meja dekat Youra berbaring.


Hari ini Jun sudah bekerja keras. Ini pertama kalinya dia memasak dan mengacaukan dapur. Meskipun apartemen nya memiliki dapur tapi dia tipe pria yang cukup malas untuk berperang dengan wajan dan kompor. Sehari hari jika tidak memesan makanan dari luar, Pelayan rumah utama akan mengirimkan makanan dan keperluan lain nya. Berbeda 360° dengan Youra. Gadis manis imut nan crewet ini lebih memilih mandiri dan mengandalkan dirinya untuk mengurus keperluan perut dan yang lain nya. Meskipun dia tlah menemukan ayah kandung yang ternyata orang terkaya di kota namun baginya akan terasa puas jika bisa menghidupi diri sendiri tanpa bantuan orang tua.


.......



Chrip chrip ......


Kicauan burung terdengar samar samar dari telinga Youra. Matanya masih enggan untuk menyambut pagi. Nampak nya sinar mentari mulai kesal karna gadis pemalas ini. Sinar pagi yang menyejukan mata mencuri celah jendela dan mengetuk kedua mata nya.


"Uuh silau sekali " ucap nya menghalangi cahaya dengan tangan


Melihat kanan dan kiri atas dan bawah. Eh ini kamar siapa ? Dimana aku ?


Ckck nyawa gadis ini belum menjadi satu, dia lupa kejadian kemarin dan dimana dia berada ? Semoga hanya dia.


"Ah aku ingat ini kamar Jun. Eh (kain basah yang ada di dahi nya jatuh ke tangan) ini.. apa semalaman dia merawat ku..? " akhir nya gadis lugu ini melihat ada semangkuk sup yang sudah dingin. Berjalan meninggalkan kamar dan mencari si pemilik kamar.


Jun masih tertidur lelap di sofa ruang tengah. Dia melipat tangan nya mungkin kedinginan sepanjang malam.


Youra masuk kembali ke kamar dan keluar membawa selimut. Dia menyelimuti Jun yang masih terlelap. Youra berjongkok dengan kedua tangan di pipi.


"Hihi dia tidur seperti bayi, bagaimana bisa pria menyebalkan sepertimu memiliki gaya tidur yang unik. Bahkan saat tertidur pun terlihat tampan.."



"Baiklah tuan muda karna kau sudah merawat ku jadi aku punya hutang padamu. Tidak akan aku biarkan kau menindasku hanya karna kau pernah merawat ku. Aku akan buatkan sarapan untuk mu, semoga masakan ku bisa masuk daftar makanan elit Min Jun hihi" selesai bergumam Youra menuju dapur dan siap bertempur.


Pertama dia melihat apakah ada bahan makanan di kulkas. "Ck hanya ada telur dan yang lain nya minuman, pria bobrok ini memakan makanan tidak bergizi tapi bagaimana dia menjaga tubuh nya tetap bagus begitu. Haiyaa aku harus banyak belajar dari nya"


Mengambil dua telur dan satu cup nasi siap makan. "Ooh hanya disini nasi bisa langsung di makan dalam hitungan menit, yah satu cukup untuk kita" dia memasukan cup nasi ke dalam microwave dan mengatur timer nya.


"Selanjut nya rebus mi dan buat bumbu ayoo koki Youra mari bekerja keras fighting" semangat konyol mulai membara dengan ceria dia membuat suara gaduh entah apa yang akan dia masak.


Tak butuh waktu lama 2 piring sajian telah terpampang di atas meja lengkap dengan hiasan dan air minum. Tentu selesai memasak wajib membersihkan peralatan dan mengembalikan ke tempat nya.


"Oke semuanya terlihat rapi" mengacungkan jempol untuk memuji diri sendiri.


.....


Aroma harum dari telur yang di masak Youra menusuk indra penciuman Jun. Dia mulai meregangkan badan nya dan sedikit membuka mata. Betapa terkejut nya dia saat mata terbuka orang yang pertama dia lihat adalah Youra. Karna kaget dia jatuh dan membenturkan pinggang nya di pinggiran sofa.


"Awwww... sakitt"

__ADS_1


"Hahahhahaaaa siapa suruh melihat ku dengan tatapan itu"


"Hei kau si bodoh yang menyebalkan pagi pagi wajah mu membuat ku sial tau"


"Apah ? singkirkan telunjuk mu dari wajah ku ! Dengar ya aku sudah lelah memasak untuk mu dan kau memarahiku karna kesalahan mu "


"Wah tuan putri memasak untuk ku ck ck apa ada sesuatu yang kau masukan di dalam masakan itu. Aku tidak percaya kau tidak memasukan cabai di dalam nya"


"Hey begitu buruk kah diriku di matamu ? Kau uuuhhhh" Youra mengepalkan tangan, gemas ingin melukai wajah Jun tapi mengalah dan pergi.


Jun menarik pinggang nya dan segera memeluk Youra "Siapa yang menyuruh mu pergi ...Nyonya Jun" mata Youra terbuka lebar saat dia mendapat julukan nyonya.


🎶 Seperti debu kecil yang melayang di udara 


허공을 떠도는 작은 먼지처럼 


Seperti sedikit debu 


작은 먼지처럼 


Jika salju yang bertiup adalah milikku 


날리는 눈이 나라면 


Sedikit lebih cepat bagimu 


조금 더 빨리 네게 


Aku bisa menghubungimu


닿을 수 있을 텐데


Kepingan salju jatuh 


눈꽃이 떨어져요 


Sekali lagi, sedikit demi sedikit 


또 조금씩 멀어져요 


Aku merindukanmu (aku merindukanmu) 


보고 싶다 (보고 싶다) 


Aku merindukanmu (aku merindukanmu) 


보고 싶다 (보고 싶다) 


🎶


*Jika takdir yang aku bawa sejak lahir berkaitan dengan mu, .. Tuhan jangan pisahkan kami.


Jika takdir berkata lain dan kau bukan milik ku,... Aku harap dia lebih baik dari ku. Tapii.. bisakah hanya aku yang tetap menjadi takdir mu.


Melalui setiap musim aku tak ingin sedikitpun perasaan di antara kita berubah. Mungkin egois di perlukan untuk waktu dan tempat tertentu....

__ADS_1


🎶🎶🎶💗💗💗🎶🎶🎶


**See You Next Time***....


__ADS_2