Love Behind The Scenes {IDOL}

Love Behind The Scenes {IDOL}
#48. "Ku rasa Ini Takdir"


__ADS_3


"hallo pah kenapa berisik sekali...hallo" ucap istri pengusaha.


"kembalikan ponsel nya kumohon" bisik pria itu.


"yourraa kumohon jangan lakukan ini pada kami, kau bilang kau perduli dengan anisha.. ku mohon jangan buat dia dalam kesulitan" ucap manager sambil berlutut dan meminta belas kasihan youra.


Youra makin berani dan menantang mereka. Dia tersenyum licik lagi sambil menjawab "maaf sepertinya saya salah sambung, .." ucap youra dengan manja.


"hei tunggu siapa kamu, ini ponsel suami saya kenapa bisa ada di kamu..?


"loh maaf tapi ini ponsel nya om ........


"ee sayang ini salah paham.. sebenar nya aku sedang di halte bus dan seorang wanita meminjam ponsel ku hehe " pria itu segera mengambil ponsel di tangan youra dan mencoba menenangkan istrinya.


"dimana kamu sekarang jangan coba coba menipuku, kau tau kau tidak punya apa apa tanpa diriku.." tegas sang istri sombong.


"ah bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu di belakang mu, aku benar benar di halte bus"


"pembohong...datang lah ke club Itaewon sekarang juga jika kau berani" teriak youra.


Istri pengusaha itu langsung menutup panggilan tanpa berkata apapun. Manager mencekik youra dengan amarah. "jika aku hancur aku juga akan menarik mu ikut bersama ku " teriak manager.


Anisha teriak histeris melihat manager mencekik youra. Dia berniat mencari pertolongan tapi pria tadi menghentikan anisha dan mendorong nya ke meja. Anisha merasa kesakitan, tangan nya terus memegangi perut nya. Pria itu mendorong nya dengan keras. Perut anisha mengenai ujung runcing meja. Dia terjatuh lemas sambil merintih.


"khhh..aa...anishhaa.... kkkh...le.lllepaskan akuu..." youra memukul tangan manager yang semakin kuat mencekik nya.


Pria itu tersenyum melihat anisha menderita "heh kau hanyalah mainan ku, berkaca lah sebelum melawan ku dasar ****** " pria itu membenturkan kepala anisha ke lantai.


Anisha merayap dan memegang tangan pria itu sambil meminta tolong. Pria itu hanya tersenyum mengacuhkan. Jun baru saja kembali dari parkiran mobil dan langsung berlari ketika melihat youra dan anisha di siksa.

__ADS_1


"Hentikkkaaaaaannnn...." teriak jun.


Jun menarik manager anisha dan menghujani nya dengan pukulan. Youra terengah engah dan memegangi leher nya. Dia melihat anisha tergeletak di lantai, youra berusaha menyeret tubuh nya menghampiri anisha. Dia berusaha sekuat tenaga karna terlalu lemas.


"uhuk uhuk... A anishaa...uhuk uhukkk... Ann anishhaa... bangun lah.. bangun.." Youra menangis memanggil anisha yang hampir kehilangan kesadaran.


Tanpa sadar Youra menekan nomor di ponsel nya dan tersambung. Suara pria itu menanyakan dimana youra berada. Youra yang hampir pingsan berkata "tolong kami...Itaewon bar" ucap nya.


Youra dan anisha pingsan secara bersamaan. Tangan mereka saling berpegangan satu sama lain.


Tak lama kemudian Tian menerobos masuk ke bar. Dia melihat orang berkumpul melihat seseorang yang sedang di kroyok. Tian mendorong masuk, betapa terkejut nya dia melihat pria yang sedang di pukuli adalah sahabat masa lalu nya Min Jun. Dan wanita yang tak sadarkan diri tak lain dan tak bukan adalah Youra.


Tian menarik pria pengusaha itu dan memukuli nya, dia memanggil keamanan untuk membawa kedua orang itu ke kantor polisi. Dia juga mengalahkan manager dan membuat nya pingsan. Jun babak belur dan mengalami batuk. Tian memapah nya dan menyuruh nya tetap sadar.


Tian membantu Jun duduk, Ambulance segera datang dan membawa Anisha dan Youra ke dalam. Mereka di larikan ke Rumah Sakit.


"ayo aku bantu kamu... kita juga harus pergi" tian memapah jun ke mobil nya.


.....


Sepanjang jalan jun tertidur, tian membiarkan nya dan meneruskan perjalanan.


"entah apa reaksi nya ketika dia sadar dan melihat ku... aku sudah mengubur masa lalu kita dan melupakan mu kenapa takdir terus mempertemukan kita...heh mungkin kita terikat satu sama lain, aku senang melihat mu baik baik saja kawan. " ucap Tian sambil tersenyum.


........


Mereka sampai di Rumah Sakit. Tian membangunkan Jun, jun membuka mata dan terkejut. Dia mengucek matanya begitu melihat dengan jelas wajah Tian, dia pikir dia berhalusinasi atau melihat hantu. Pasal nya Jun dan Shrek mengira Tian telah tiada. Waktu itu bahkan mereka menghadiri upacara pemakaman nya.


"ayoo tidak ada waktu untuk bengong,.aku ada urusan. Tapi aku tidak keberatan jika kau ingin tetap tidur disini... jangan salah kan aku jika aku meninggalkan mu.." senyum Tian.


Jun menarik tangan Tian dan mengikuti langkah nya.

__ADS_1


Tian menemui dokter yang merawat Youra dan Anisha. Jun melihat youra di balik jendela dan menerobos masuk. Dokter mengira jun orang jahat tapi tian memberi pengertian.


"ah dokter maaf atas kelakuan nya, sebenar nya pasien yang di dalam itu kerabat nya, makanya dia tidak bisa mengendalikan sikap nya"


"oh baiklah selebih nya kita bicarakan di ruangan ku" dokter pergi ke ruangan nya.


Tian menjenguk Youra dan Anisha yang berada di satu ruangan yang sama. Dia menitipkan keduanya pada Jun karna harus pergi ke kantor dokter. Jun duduk di dekat youra dengan perasaan iba. Tak sadar tangan nya terus memegang tangan youra.


Tian melihat keduanya merasa aneh. Melihat jun yang tidak mendengar suaranya, tian langsung pergi. Dia memberi isyarat pada perawat untuk menghubungi nya jika terjadi sesuatu. Perawat menganggukan kepala.


Tian mendapat pesan, dia menyimpan kembali ponsel itu dan pergi menemui dokter.


Dokter memberitau nya jika bayi dalam kandungan Anisha tidak dapat di pertahankan. Sebelum sampai di rumah sakit janin nya telah keguguran akbiat lemah nya kondisi si ibu dan umur kandungan yang masih dalam usia rentan. Dokter sangat menyesal tidak bisa menyelamatkan bayi nya.


"terima kasih dok, mungkin ini takdir.. semoga bayi itu tenang di alam sana. Bagaimana keadaan ibu dan teman saya dok"


"sang ibu sudah baik baik saja, hanya perlu istirahat dan jangan biarkan dia stres,. Untuk pasien satu nya lagi terdapat goresan bekas cekikan yang kuat di leher nya. Dia akan mengalami trauma jika dia tidak punya mental yang kuat. Jagalah mereka dan perhatikan pola makan nya, perhatian serta dukungan akan membuat pasien cepat membaik." jelas dokter.


Tian berterima kasih dan pamit kepada dokter.


........


"uhuk uhuk..uhuk uhukk..."


"yourra... perlahan ayo aku bantu duduk.. akhir nya kau sadar" jun memeluk nya dengan lega.


"hei kau membantuku bangun hanya untuk kau peluk..? aku bukan bantal mu.." ketus youra.


Jun tersenyum, dia mengambilkan segelas air untuk youra. Youra melihat anisha berbaring di ranjang sebelah. Dia mendorong jun ke samping agar melihat jelas apakah itu anisha atau bukan.


Youra menghampirinya, Anisha berbaring ke samping menghadap dinding. Air mata nya mengalir sambil tangan nya memegang perut nya. Youra menutup mulut nya sendiri dan menitikan air mata. Dia menepuk pundak anisha dan memberinya semangat.

__ADS_1


__ADS_2