
Tian kembali ke perusahaan, Tae berpapasan dengan nya dan bertanya dari mana dia selama ini. Tian tak menjawab dan masuk ke kamar nya.
"aneh. . dia tidak pernah seperti ini sebelum nya, huh ya sudahlah bukan urusan ku" gumam tae.
.......
Di kamar Tian terus memikirkan perkataan ibu han, dia tau ibu han tidak pernah tidak serius dalam ucapan nya. Di sisi lain tian tidak ingin meninggalkan shrek terlebih jun. Itu akan menghancurkan hati jun, mereka pernah berjanji akan bersama selamanya.
Tian frustasi, dia membuang semua barang yang ada di kamar nya.
......,...
Anak anak sedang melatih koreografi di ruang latihan, Tian memperhatikan mereka.
"mereka begitu semangat,aku tidak mungkin menghalangi mereka demi egoku... tapi jika aku pergi apa dia akan membenci ku..? ya tuhan apa yang harus aku lakukan...? gumam tian.
"eh tian kau lamban sekali, cepatlah kemari sedari tadi kami menunggumu tau." ucap tae.
Tian menghampiri mereka,... "hah mereka lama sekali ya, kita punya konsep baru apa mereka bisa kembali lebih cepat dan latihan bareng... " tanya tae bingung.
"ayo kita latihan lagi, aku agak susah di bagian ini"..ucap tian mengalihkan.
.........
Sementara di tempat lain Jun dan ayah nya bersenang senang menghabiskan waktu bersama. Yah mereka sudah baikan, keadaan kembali membaik dan berjalan normal. Mereka kembali ke rumah, kakek dan han heran melihat keakraban mereka. Kakek mengeluarkan air mata karna terharu.
"haihs... air mata itu tidak pantas untuk mu kakek "kata jun menghampiri kakek nya.
"Jun...kau...nak kau memanggilku kakek...? tanya kakek yang tak berhenti menangis.
"kakaaaak... yeay... gimana kalian bisa baikan..? apa yang paman lakukan untuk merayumu...ayolah katakan...? Tanya han, lengan nya sengaja mendorong jun dan menggoda nya dengan senyuman.
__ADS_1
Jun melihat ke arah ayah nya dan tersenyum, Ayah nya kaget dan membalas senyuman nya.
"aaah sweet... tau deh apa yang buat kalian baikan aku ga perduli lagi, sekarang mari kita berpelukan..." ucap han sambil memeluk kakek, paman dan jun.
Mereka mengabadikan moment bahagia ini dengan mengambil foto dari ponsel han.
"kirimkan padaku juga..! ucap jun pada han.
"psssffft kalau aku ngga mau gimana.." jawab han sambil menunjuk ponsel nya.
"haaannn..., huh besok kita harus kembali ke perusahaan, mereka pasti sudah menanti kita. Aku mendapat pesan dari pelatih katanya ada koreo baru untuk single baru kita. .." ucap jun
"beres... iya deh " jawab han memberi jempol pada jun.
Malam telah tiba, semua orang makan bersama di meja makan. Mereka tak canggung lagi...ada banyak hal yang mereka bicarakan sambil makan. Wajah ceria terlihat di wajah semuanya. Ibu han datang bergabung, seketika raut wajah han dan jun cemberut. Jun memang tidak begitu menyukai bibi nya ini sementara han punya masalah kluarga dengan ibu nya, dia tidak pernah akur atau menganggap nya sebagai ibunya lagi.
"aku datang di waktu yang tepat ya.., pelayan siapkan makanan untuk ku.."perintah ibu han sambil duduk dan menata piring untuk makan.
Ayah jun dan kakek bertatapan, mereka tau anak anak tidak begitu menyukai Min Xiang.
Ayah jun melihat anak anak yang cemberut dan hanya memainkan makanan nya.
" loh ini juga masih rumah ku kan... ayah apa kau melarang ku datang kemari..? kenapa kakak juga mempermasalahkan aku kemari..? tanya ibu han kesal.
"kakek,paman, kakak aku sudah selesai makan aku ke atas duluan ya, maaf tidak sopan lanjutkan makan kalian..permisi" ucap han sambil bangkit meninggalkan meja.
"han tunggu aku ikut dengan mu, kita bisa latihan koreo bersama..! kata jun mengejar han ke kamar.
" hai haan jun .. " ucap ibu han menggebrak meja.
" kau lihat kan anak anak merasa risih karna kehadiran mu,. kau lebih baik kembali ke rumah suami mu..! perintah ayah jun.
__ADS_1
" mereka belum menyentuh makanan nya dan berpura pura sudah kenyang, aih Jiang kau selesaikan makan mu aku akan memanggil pelayan untuk mengantar makanan ke atas. " ucap kakek yang juga meninggalkan meja setelah selesai makan.
"baik ayah, hati hati" jawab Min Jiang.
Pelayan datang membawakan makanan ibu han, selera makan nya tlah hilang karna amarah nya. Ayah jun menasehati nya untuk melunakan hati putra nya karna dia sendiri sudah bisa berbaikan dengan jun.
"heh jika dia membenciku aku tidak perduli, mau atau tidak dia tetap anak ku dan harus menghormatiku. " ucap ibu han.
"min xiang... ubah sikap sombong dan keras kepala mu. Ayah tlah salah mendidik mu, aku juga sudah terlalu banyak memanjakan mu. Kepribadian mu ini yang membuat jarak antara kau dan han, aku tidak mengerti harus bersikap bagaimana dengan mu.." kata ayah han marah.
"oooh jadi kau memarahi ku..? berhenti berteriak kakak..., aku iri karna jun lebih pintar dan berbakat dari han. Han seperti ayah nya yang tidak berguna itu,bagus lah dia sudah meninggal atau aku yang akan menyingkirkan nya dari dunia ini " kata ibu han sombong.
Plak... ayah jun menampar adik nya, "pergi dari sini... aku malu memiliki adik seperti mu,. cih memalukan.." ucap ayah jun.
"kauu.., aku tidak akan memaafkan mu kakak.., lihat saja aku akan menghancurkan apapun yang tidak aku sukai.." kata ibu han sambil pergi, dia menutup pintu rumah dengan suara kencang.
Han sebenar nya mendengarkan mereka dari balkon atas. Hati nya terasa sakit saat ibu nya sendiri mengatakan dirinya tidak berguna dan menghina ayah nya juga. Tangan nya mengepal kuat, mata nya berkaca kaca. Jun menepuk pundak nya dan berkata " tidak pantas kau mengeluarkan air mata untuk nya,.
"bolehkah aku memeluk mu kali ini..? pinta han menatap nya.
Jun menghela nafas panjang dan merentangkan kedua tangan nya menyambut han dengan pelukan. Han tersenyum dan berlari memeluk nya, air mata nya pecah di pelukan hangat jun. Dia mencurahkan seluruh kesedihan nya pada kakak sepupu nya, Jun berusaha menghibur nya meskipun terlihat canggung.
Kakek berdiri melihat mereka dari sudut, "bagaimanapun aku merasa bahagia, kedua putra kluarga ini adalah kebanggaan kami" ucap kakek.
Kakek berbalik dan berjalan pergi dengan tongkat di tangan nya.
...........
Tian sedang berbaring di kamar nya, dia letih setelah 5 jam latihan koreo. Ponsel nya berbunyi, nada pesan masuk. Dia membuka nya seseorang mengajak nya bertemu di luar.
"mm huuuh... ini sudah di mulai... aku akan melangkah kluar, aku harap dia bisa memafkan aku kelak..." ucap tian yang sedang menatap foto jun di ponsel nya.
__ADS_1
Dia mematikan lampu kamar dan menutup mata nya.
------------To be continued--------------