
*Terkadang apa yang kita inginkan bukan lah milik kita dan apa yang tidak kita pikirkan di takdirkan untuk kita. Skenario Tuhan tidak dapat di prediksi*
@Sangmi_22
Hari yang cerah telah berganti dengan cuaca mendung gelap bak seluruh awan di bumi datang berkumpul disini. Hujan turun bergantian mengguyur seluruh kota. Untung nya tamu undangan sudah mulai berpamitan sedari tadi, hanya tinggal beberapa kerabat dekat dan staf dari WO yang sedang beberes. Mereka mulai membersihkan peralatan makan dan dekorasi setelah tamu tamu mulai sepi.
Cherry berdiri di ambang pintu, Pandangan nya lurus ke depan melihat Youra yang sedang berusaha mencari cincin di bawah guyuran hujan. Perasaan tak tega melihat sahabat nya berjuang sendiri namun dirinya juga tidak dapat membantu. Tae datang dari belakang sambil memeluk dirinya.
"Aku juga tidak ingin menyakitinya, Hanya dengan cara ini dia bisa sadar dengan cintanya dan memiliki cukup keberanian" keduanya saling bertatap muka.
Flashback On
Ketika Youra meninggalkan Jun dan menolak pernyataan cinta nya. Jun sangat terluka dan hanya duduk di kursi taman sendirian. Tae menemukan nya dalam keadaan tak baik, Pikiran nya nampak kosong mata nya menyimpan begitu banyak amarah yang tertahan.
"Sudah berakhir,........... Dia menolak ku... Siaaaaalllllll., Aaakkkkhhhhh"
Jun berteriak sambil melempar kotak cincin. Nafas nya mulai tak beraturan, Air mata tak luput pandangan. Ini pertama kali nya seorang pria yang terlihat seperti gunung es memperlihatkan sisi lemah nya. Bukan berarti seorang pria yang menangis itu lemah, Tapi mereka hanya akan mengeluarkan air mata untuk seseorang yang sangat berarti bagi mereka. Jun memperlihatkan kesungguhan nya untuk mengejar Youra tapi saat penolakan itu terjadi air mata bahkan tak dapat di bendung lagi. Tae memeluk dan menenangkan nya. Jun mendorong Tae dan pergi dengan buru buru. Tae mengejar nya dan tak sengaja menginjak cincin yang barusan di buang Jun. Dia menaruh nya kedalam saku celana nya dan kembali mengejar Jun.
Pria itu tak terlihat lagi, Dia benar benar pergi dengan amarah sambil berkendara.
"Apa yang akan dia lakukan, Berbahaya jika terus seperti ini aku harus berbuat sesuatu"
Flashback Off
"Jadi maksud mu cincin itu tidak di buang Jun ?" tanya Cherry memegang kerah baju Tae.
"Kau salah, Dia memang membuang nya tapi secara tidak sengaja cincin ini melekat di sepatu ku" menunjukan cincin berlian dari saku celana nya.
"Kalau begitu aku akan pergi dan memberitau Youra untuk menghentikan pencarian nya " bersiap berlari menerjang hujan.
"Eh sssttt tidak perlu" bergegas menggenggam lengan Cherry
"Tapi dia bisa sakit jika terus berada di bawah hujan, Tolong setidak nya biarkan dia tau kebenaran nya. Kau juga ingin mereka bersatu kan ?" wajah penuh khawatir
"Sayang kau juga harus menjaga dia (mengarahkan mata nya ke perut Cherry sambil mengelus nya) Hujan juga tidak baik untuk kalian berdua, Tunggu disini aku akan menjemput nya" mengambil payung dan meninggalkan Cherry.
"Hati hati" ucap Cherry memperingatkan suami nya yang berlari menjemput Youra.
....,..
__ADS_1
"Youraa ayo kita kembali" Tae menawarkan tangan nya untuk membantu Youra berdiri.
"Tidak perlu, Tinggalkan saja aku sendiri kalian bisa kembali ke rumah aku akan tetap disini. Cincin itu harus aku temukan hari ini juga " terus mengais rumput di sekitar nya.
Tae menarik kembali tangan nya karna Youra menolak untuk bangun.
"Mana yang lebih penting cincin atau Jun " Youra mendongak menatap Tae.
"Jun sangat berarti bagi hidup ku tapi dia memberikan cincin itu sebagai simbol perasaan nya. Jika aku ingin Jun kembali aku harus menemukan cincin itu bagaimanapun cara nya. Mungkin dengan begitu dia akan memaafkan diriku yang bodoh."
Tae prihatin melihat keadaan Youra. Tangan nya mendapat banyak goresan akibat mengais rumput tanpa alat bantu.
"Ini yang kau cari" tae mengukurkan kepalan tangan nya. Perlahan dia membuka kepalan dan terlihat cincin yang Youra cari. Tanpa berpikir lama Youra langsung mengambil nya dari tangan Tae. Rasanya lega melihat benda yang dia cari tlah di temukan. Air mata bahagia mewakili perasaan nya.
"Kau harus cepat atau dia tidak akan kembali. Han memberitauku jika Jun meminta nya memesan tiket ke kota Z malam ini. Seharus nya dia masih berkemas di apartemen, satu hal yang membuatku lega dia tidak bertindak gegabah untuk menyakiti dirinya. "
"Tidak,.. Dia tidak akan pergi kemana pun, Dia tidak boleh meninggalkan ku. " Youra bangkit dan pergi dari sana.
"Aku berharap kalian akan segera bersatu dan meninggalkan hal buruk di masa lalu" ucap Tae sambil berjalan menghampiri Cherry.
"Bagaimana ? kenapa dia pergi sambil berlarian tadi ? Apa yang kau katakan padanya jelaskann..!"
"Cherry.. kalau kau mau melihat mereka bersama patuhlah dengan rencana ku " dengan lembut Tae membelai wajah Cherry yang tak henti hentinya mengkhawatirkan Youra.
"Oke okee aku katakan. Aku memberikan cincin itu padanya dan mengatakan jika Jun akan segera pergi meninggalkan kota. Dia buru buru karna ingin mencegah Jun. Puas..?"
Cherry diam setelah Tae menjelaskan. Kepala nya terasa pusing dan badan nya gemetar. Dia belum makan apapun dari pagi terlebih dia seorang wanita hamil. Istirahat cukup sangat di butuhkan di masa masa kehamilan nya. Pandangan nya terlihat kabur tiba tiba, Tubuh nya tak bisa berdiri stabil dan membuat nya pingsan. Tae menangkap Cherry di pelukan nya dan memanggil nya panik.
......
Youra berlari dari gedung pernikahan menuju apartemen nya. Jalanan tiba tiba macet di setiap jalan yang harus dia lalui. Karna tidak mendapatkan Taxi Youra terus saja berlari sambil menjinjing sepatu hak tinggi nya. Orang yang melihat nya nampak heran, seorang gadis memakai gaun berlarian bebas di jalanan dengan hujan yang begitu lebat. Untung nya tidak ada yang menyadari bahwa gadis cantik ini adalah selebriti penyanyi solo yang sedang terkenal.
Hufh hufh hufh aku tidak boleh terlambat. Jun kau harus menunggu ku, Aku memerintahkan mu untuk tidak meninggalkan ku.
Youra melanjutkan perjalanan nya setelah beristirahat sejenak di trotoar. Dia menyeka air keringat yang bercampur air hujan di wajah nya.
"Kenapa hujan tidak berhenti ini bahkan sudah mulai gelap, Gaun ku basah kuyup. Aku tidak perduli meskipun terserang flu jika aku kehilangan dia akan jadi bencana besar"
.......
Setelah 1 jam perjalanan yang dia tempuh dengan berlari akhir nya Youra sampai di lobi apartemen. Satpam yang menjaga gerbang mengenali Youra sebagai pemilik salah satu unit. Dia menyapa nya dengan ramah, Youra membalas nya dengan membungkuk kan sedikit kepala nya lalu bergegas menuju lift.
Youra masuk dan menekan tombol, hanya butuh 1 menit dia sampai di depan pintu. Nafas nya tersenggal senggal, dia mulai lelah dan menunjukan gejala demam.
__ADS_1
"Huachiiih.. uhuk uhuk, kepala ku mendadak pusing " Youra memegang kepala nya, mata nya sedikit terpejam. Sepertinya dia akan pingsan.
"Tidak tidak Youra ayo bangun dan ketuk pintu nya kau tidak boleh pingsan disini, minimal pingsan saja di pelukan nya " dia terus saja mengoceh sambil menampar pipi nya sendiri agar tetap sadar. Dengan kekuatan yang tersisa dia mencoba mengetuk pintu rumah Jun beberapa kali namun tidak ada jawaban. Lagi lagi Youra menampar pipinya dan mendapatkan sakit kepala bersamaan.
"Bbbbrrrhhhhhhllllrrrrthhh Juuuuuuuunnnnn buka pintu nya kumohooon" dia memulai persiapan sebelum membuat keributan di depan rumah orang.
......
"Siapa yang mengetuk pintu tidak sabaran seperti itu, Apa dia pikir ini rumah nya. Ini tamu atau pencuri yang datang " Jun berjalan dengan muka kesal membuka pintu nya.
Saat pintu terbuka Youra tak bisa menjaga tubuh nya dan menabrak Jun. Tubuh nya menimpa di atas Jun, pandangan mereka terhanyut cukup lama.
"Ha...Haaacchiuh..." Youra bersin dan mengusap hidung nya.
"Youraaaa gadis bodoh, Cepat bangun dari tubuh ku. Kau ini berat sekali"
"Tunggu jadi kau mengatakan aku gemuk begitu" menekan kedua pundak Jun dan membuat nya tak bisa bangun.
"Bukan itu maksud ku..
"Lalu apa maksud mu jelaskan dengan benar, Kau bilang aku berat. Bukankah artinya aku gemuk, kau akan menjadi kerupuk jika aku terus menidindih mu begitu kan ?!"
Gadis bodoh aku pria normal setidak nya pahami maksud ku dan segeralah bangun. Aku tidak tau sampai kapan bisa menahan nya, Jika kita terus berada di posisi ini badai akan segera datang. Bagaimana aku menjelaskan nya pada gadis bodoh ini..
"Kenapa kau diam, Itu artinya yang ku katakan adalah benar Huh "memasang wajah cemberut sambil meletakan tangan di pinggang.
"Ayo kita bicarakan sambil duduk, baju mu basah semua kau akan sakit jika tidak mengganti baju"
"Lupakan kau hanya mencari alasan agar tidak aku marahi"
Ya tuhan ampuni mataku, Dia masih tidak mau bangun. Apa dia tidak waras setidak nya lihat dirinya, Gaun nya bahkan bisa memperlihatkan lekuk tubuh nya. Dia ini bodoh atau apa..
"Heiii aku bicara dengan muu.. lihat apa ka...u"
Youra melihat dirinya setelah melihat Jun terus menatap nya. Dia ternganga saat menyadari sesuatu. Youra terburu buru bangun dari badan Jun sambil menutupi bagian dada nya dengan tangan.
"Bodooooooh kenapa kau memamerkan harga dirimu yang tidak ternilai inii, Dimana aku harus menaruh wajah ku. Dia melihat semua nya, Aku benar benar malu"
"Ja jjangan mendekat, Kau tidak boleh menatap ku lagi. Tetap disitu dan jangan menghadap ke arah ku"
Tanpa berkata Jun meletakan jaket nya untuk menutupi tubuh Youra. Dengan tenang dia memakaikan sambil menutup mata.
*Dia ternyata sangat sopan, Jun mana sifat mu yang sebenar nya. Apa keputusan ku benar jika aku menerima lamaran mu...
__ADS_1
**Update 2 hari lagi***