
Pagi itu suasana rumah sakit masih sepi. Manager dan Jun sudah bangun setelah berjaga semalaman dan bergantian untuk tidur.
Manager mengajak jun ke kantin yang ada di Rumah Sakit sekedar minum teh. Kondisi youra sudah mulai membaik, dia di pindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap. Jun terasa berat meninggalkan youra yang belum sadarkan diri. Manager menepuk pundak nya dan bilang "ayolah aku akan menyuruh perawat menjaga nya selama kita pergi,. jangan khawatir rumah sakit ini di jaga ketat..".
Jun mengangguk tanda setuju, mereka pergi ke kantin.
...........
***Klotak klotak klotak klotakkk***....
Suara seorang wanita membuka pintu ruangan youra. Wanita itu menatap youra penuh kebencian.
"sayang sekali tuhan masih menyayangi mu dan membiarkan mu hidup,.harus nya kau senang karna aku mengirim mu menemui ibumu.." ucap Min Xiang sambil menatap youra.
Tangan youra bergerak, dia mulai sadar tapi terlalu berat bagi nya untuk membuka mata. Dia mendengar apa yang wanita itu katakan padanya dan pura pura masih pingsan.
Ibu Han menjulurkan tangan nya dan dengan sengaja mempercepat aliran infus, Youra merasa tangan nya kebas. Ibu Han mengerutkan alis serasa belum puas menindas youra, Dia mengambil bantal dan berusaha mendekat mulut youra. Perawat masuk dan membuat nya terkejut.
"hei.. siapa anda..apa yang anda lakukan dengan bantal itu..? tanya perawat waspada.
Ibu Han glagapan dan menaruh bantal kembali.
"e saya keluarga pasien.. heh kenapa kau bertanya padaku, seharus nya aku yang memarahimu. Bagaimana bisa kau membiarkan keponakan ku sendirian jika aku tidak ada mungkin sesuatu akan terjadi padanya.. aku hanya ingin membantu membenarkan bantal nya itu saja.." ucap Min Xiang memberi alasan dan pura pura memarahi perawat yang meninggalkan youra.
"oh begitu..kalau begitu maafkan saya sudah salah paham, tadi saya hanya mengambil data untuk dokter. Maafkan saya sekali lagi.." balas perawat merasa bersalah.
Ibu Han keluar terburu buru,perawat bingung kenapa dia gugup begitu. Perawat curiga dengan sikap aneh nya, youra masih menahan sakit di tangan nya akibat cairan infus yang tidak normal. Tubuh nya masih lemah,tenaga nya tidak cukup untuk mengatakan atau mengekspresikan kesakitan nya.
..............
Manager dan Jun kembali dari kantin,perawat ijin pergi setelah melihat mereka datang. Jun menghentikan perawat dan terkejut melihat kondisi youra.
" youraaa... ..
"hei apa kau tidak lihat infus nya berjalan terlalu cepat ..." teriak jun panik.
Perawat terburu buru memperbaiki jalan nya infus dan mengecek kondisi youra.
" mmaaf tuan barusan saya tidak memeriksa pasien dengan baik."
__ADS_1
"kau ini berapa lama menjadi perawat, jika kami tidak datang apa yang akan terjadi padanya..kami hanya pergi sebentar dan kau tidak bisa menjaga nya dengan baik.." bentak jun.
Manager menenangkan jun yang terus berteriak pada perawat. Manager juga kesal tapi berusaha menahan diri.
Manager: apa yang terjadi selama kami pergi,. apa ada yang datang..?
Perawat: ah iya..barusan dokter menyuruh saya menyerahkan dokumen jadi saya meninggalkan pasien sebentar dan saat saya kembali ada seorang ibu yang sedikit mencurigakan... mmm saat saya masuk saya melihat dia seperti ingin membukam pasien dengan bantal.
Manager dan jun kaget keduanya saling bertatap.
Jun: seorang wanita..?
Perawat: ya..dia bilang dia keluarga pasien jadi aku tidak mencurigai nya, lalu dia pergi begitu saja.
Manager: jun aku tidak mengenal keluarga youra, kau yang lebih lama mengenal dia sebelum aku..
Jun: bagaimana aku tau., Han Ryuk yang membawa nya. Aku tidak mengenal satupun keluarga nya bahkan tidak tau jika dia ada saudara di Korea.
Manager: baiklah kau boleh pergi.
Perawat pergi meninggalkan ruangan. Jun mengirim pesan kepada han untuk segera datang ke Rumah Sakit. Youra mulai bisa membuka mata nya dan terbangun.
"youraaaa... apa kau mau minum.. dokter dokteeerrrr.." ucap manager.
Jun: kau sudah sadar..apa yang kau rasakan,. bagian mana yang sakit..? kau mau minum.., ayo aku bantu duduk.. apa kepala mu terasa sakit..?
Manajer memukul kepala jun " bocah dia baru siuman dan kau menanyakan banyak pertanyaan seperti kereta yang tak berhenti berjalan.., kau ini artis atau jurnalis..?
Jun: maaf aku hanya terlalu khawatir saja.
Youra menahan tawa " pssst makasih, aku nggak papa ko cuman sedikit pusing.
Dokter datang dan memeriksa keadaan youra.
Dokter: kondisi nya sangat baik, racun yang ada di tubuh nya sudah sepenuh nya menghilang hanya saja ada efek dari obat jadi dia akan merasa pusing untuk beberapa hari. Jika kondisi nya semakin membaik dia sudah di perbolehkan pulang.
Youra tersenyum lemas, Jun ikut bahagia akhir nya youra baik baik saja dia merasa lega.
Manager: terima kasih dokter.
__ADS_1
Dokter: tapi untuk saat ini kau di larang menari atau menyanyi yang bisa menguras energi.., istirahat lah untuk beberapa hari pulihkan tubuh mu.
Manager mengangguk mewakili youra.." baik dok, kami akan menajga nya baik baik.
Dokter pergi setelah memberi suntikan vitamin kekebalan tubuh.
.........
Dari luar terdengar kegaduhan yang tidak asing. Tae dan Han datang menjenguk. Tae langsung memeluk youra dalam dekapan nya. Youra hanya menahan sakit dan tersenyum melihat Tae.
" sayang ku aku sangat khawatir dengan mu.. bagaimana keadaan mu..?
Jun: heiiiii lepas ..apa kau tidak lihat kau menyakiti nya..!
Tae: ah maaf...youra seharus nya kau memarahi ku jika aku menyakitimu
Youra: hehe tidak.. melihat mu begitu khawatir hati ku tersentuh bagaimana aku sanggup menghentikan pelukan mu psfftttt.
Tae: ooooh swweeettt sayang ku ayo kita pulang aku akan merawat mu dengan baik.
.......
Tae dan youra saling berbincang melepaskan rindu dan bercanda tawa. Jun menarik han ke samping. Dia dan manager menanyai nya tentang identitas youra.
Jun: kau yang membawa nya kemari pasti kau mengenal keluarga nya dengan baik kan.
Han: memang nya ada apa.. kenapa tiba tiba kau tertarik dengan ini..? (tanya han penasaran)
Manager: youra tidak aman di Rumah Sakit ini, pagi tadi ada seorang wanita yang mengaku sebagai bibi nya dan ingin mencelakai nya.
Han: apaah...? tapi dia tidak memiliki saudara atau keluarga di sini.
Jun: kau yakin..?
Han: yah., paman dan bibi nya ada di Indonesia, sedangkan ibu nya telah lama tiada. Ah aku dengar ayah nya berasal dari Korea tapi dia telah lama meninggalkan mereka dan tidak pernah kembali. Youra pernah mengatakan padaku dia tidak mengenal seperti apa ayah nya karna saat dia meninggalkan mereka, youra masih sangat kecil.
Jun: hmm apa mungkin jika itu Anisha..?
.........
__ADS_1