
Tian dalam perjalanan menuju bandara Incheon menggunakan taxsi online. Dia menyuruh supir untuk bergegas takut bibi nya menunggu terlalu lama. Saat itu jalanan lumayan macet ada demo para pekerja tentang PHK, Tian tak sabar menunggu perjalanan ini. Dia membayar supir taxsi dan nekat kluar dari mobil.
Supir mencoba menghentikan nya karna terlalu berbahaya jika keluar melewati para pendemo yang sedang kacau. Pasal nya sebagian dari mereka mengamuk dan membawa senjata tajam. Namun Tian lebih mengkhawatirkan bibi nya dari pada nyawa nya sendiri. Dia berjalan pelan dan bersembunyi di balik mobil dari para pendemo gila itu.
Tak di sangka ketika lampu berwarna merah dan tian berjalan untuk menyebrang, sebuah mobil yang tak asing berada tepat di depan nya. Nyonya Xiang duduk di mobil itu dan melihat Tian menyebrang tergesa gesa. Sayang karna terburu buru Tian tidak memperhatikan sekitar.
Tentu saja Nyonya Xiang menaruh curiga dengan gerak gerik Tian, Tanpa sepengetahuan nya dia mengikuti Tian dari jauh.
.......
Tian sampai di pintu masuk bandara, Dia melihat sekeliling mencari bibi nya.
"dimana dia, aku harus segera menemukan nya" ucap tian sambil merogoh ponsel di saku nya.
Tak lama kemudian bibi nya memanggil Tian dari lobby. Seorang wanita berambut pirang dengan mata biru. Meskipun usia tidak muda lagi tapi dari segi penampilan dia terlihat seperti senior para aktris.
Bibi nya menyambut kedatangan tian dengan senyum lebar sembari membawa koper di tangan nya. Tian menyapa nya sopan.
"akhir nya aku menemukan mu, kita harus pergi secepat nya bibi.."
"eh tunggu nak, kenapa kau terburu buru. Apa jadwal mu padat hari ini, ini salah ku seharus nya aku tidak merepotkan mu.."
" bukan bibi, ah sudah lah nanti kita bicarakan di rumah. Tempat ini tidak aman.."
Tian membawa bibi nya pergi dan tangan satu nya menarik koper bibinya. Mereka harus menyebrang jalan karna arah mereka pergi ada di sebrang.
.......
Nyonya Xiang yang sedari tadi mengikuti nya terkejut melihat wanita yang di gandeng Tian. Tak lain dan tak bukan adalah istri pertama suami nya. Emosi nya meningkat melihat wanita yang di cintai suami nya masih hidup.
__ADS_1
"ternyata mereka menipuku, dia masih hidup dan berani datang ke wilayah ku..! aku tidak pernah membiarkan orang lain berebut sesuatu milik ku., kau mungkin selamat di kehidupan sebelum nya tapi tidak sekarang. Hidup mu ada di tangan ku sekarang, bersiap lah untuk pergi dari dunia ini.." ucap Min Xiang sambil menginjak gas mobil nya.
Tian dan bibi nya sedang menunggu di tepi untuk menyebrang. Sementara Min Xiang menunggu waktu yang tepat untuk menabrak mereka dengan mobil.
Alisa Putri (bibi) berjalan di depan sementara Tian sedang kesusahan membawa barang barang bibi nya. Alisa tidak sadar jika keponakan nya masih di belakang, saat dia bicara dia berbalik dan menyuruh Tian untuk bergegas.
"loh tian ayo cepat, aku akan kembali untuk membantumu.."
"tidak perlu bibi, aku bisa... lihat hehe.."
Tian melihat ke arah jalan dan mendapati mobil melaju kencang ke arah bibi nya. Bibi nya kehilangan fokus karna terus bercanda.
"bibiiiiii awaaaaaasssss..."..
Brugkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk...
Begitu banyak darah mengalir di jalan itu, noda nya seakan mewarnai jalanan aspal. Orang sekitar langsung berkumpul menolong mereka. Koper dan barang lain nya berceceran di sekitar korban. Sementara mobil yang menabrak melaju menjauh, tidak seorang pun yang melihat dengan jelas nomer mobil nya. Korban di larikan ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan.
........
Tanpa pikir panjang dia melihat tempat kejadian dan mata tajam nya terpaku melihat dompet tergeletak tak jauh dari lokasi. Polisi segera datang untuk membuat rincian kasus. Pria tadi segera mengambil foto dari identitas yang berada di dalam dompet sebelum memberikan nya pada polisi sebagai barang bukti.
..........
"huh huh huh... sepasang burung dalam satu batu hehe... aku harap mereka mati bersama,. tempat ini tidak aman aku harus menyingkir dari sini.." ucap min xiang.
......
Esok nya di perusahaan, orang orang mulai khawatir karna tian pergi tanpa kabar dan belum kembali.
__ADS_1
Niken mendobrak pintu masuk dan mengejutkan semua orang.
"kau .? untuk apa kau kesini.. apa kau tidak punya rasa malu..? " ucap jun.
"bukan aku tapi kau,. semua ini gara gara kauuu.. lihat ini, kalian bahkan tidak mencari nya walaupun dia telah lama menghilang. Dimana perhatian kalian, kalian bilang dia berarti untuk Shrek...ini bukti dari keperdulian kaliannnn..." ucap niken sambil menangis.
Han mengambil koran berita yang di bawa niken. Dia terkejut bukan main sewaktu membaca halaman utama.
Tertulis "seorang anggota boyband Shrek menjadi korban tabrak lari di jalan sekitar bandara, korban meninggal sesaat setelah di bawa ke RS"
Tentu nya kabar tersebut membuat gempar semua orang. Jun tertunduk sedih, tae menangis histeris. Sementara yang lain merasa kabar tersebut tidaklah benar. Jun mengingat perselisihan nya dengan tian dan kejadian terakhir kali dengan nya. Dia menyadari Tian selalu bersikap aneh sejak dia pergi ke kediaman Min. Dia merasa bersalah dan tidak dapat menampakan wajah nya di depan teman teman nya. Han merangkul nya berusaha membuat nya tenang.
Mubai: apa kau sudah menyelidiki kebenaran kabar ini, jangan membuat asumsi jika kau sendiri belum membuktikan kebenaran nya.
Niken: sebelum kemari aku sudah mendatangi kantor polisi, Mereka menunjukan alamat RS dimana korban di rawat. Resepsionis memberitauku jika korban meninggal sesaat setelah tiba disana. Tapi aku tidak bisa melihat jasad nya, kluarga nya membawa nya untuk di makam kan... sementara itu...
Jun: sementara apa... katakan dengan jelas..?
Jun mengguncang tubuh niken dengan kuat. Han memisahkan dia karna bisa membuat niken terluka.
Han: lepaskan dia,. kendalikan emosi mu..
Niken: dia pergi ke bandara untuk menjemput istri paman nya dari luar negri.. tapi kedua nya menjadi korban tabrak lari. Polisi menyimpulkan si penabrak melakukan aksi nya dengan sengaja, sayang nya tidak ada satupun yang melihat jelas mobil itu. Kasus ini bahkan akan segera di tutup.
Jun: omong kosong... kewajiban mereka menjaga keamanan rakyat, jika seseorang di tindak bukan kah harus di hukum secara adil.
Mubai: jangan terkejut, di samping polisi masih ada dunia mafia yang menutup rapat. Jika keluarga tian memiliki musuh dari kalangan mafia, polisi pasti akan angkat tangan seperti sekarang. Dugaan ku berita kematian nya palsu.
Han: jika itu palsu kita bisa menemukan jejak nya walaupun kecil,. jangan membuat bingung kita semua ..
__ADS_1
Begitulah... mereka dalam suasana duka yang dalam. Kepergian salah satu personil kembali mengguncang perasaan Jun dan kawan kawan.