
Tok tok tok suara han mengetuk pintu kamar jun.
"berisiiiik aku sudah bilang pergilah suruh mereka makan, kenapa kau terus menggangguku..? teriak jun dari dalam kamar.
"kakak ini aku, apa kau tidak akan membuka pintu nya..? saut han.
"huuuuuh ya ya sebentar..! ucap jun sambil berjalan.
Jun membuka pintu dengan tampilan kesal dan lusuh. Han menyambut nya dengan senyuman.
"ada apa..,kau tau kebiasaan ku kenapa masih membangunkan ku..? tanya jun sambil mempersilahkan han masuk.
"hah waktu itu pelayan mansion menelfon ku, dokter bilang kakek terkena serangan jantung dan jika dia terkejut akan sesuatu lagi maka dia akan dalam keadaan kritis. ! kata han.
Jun duduk di sebelah nya .."lalu apa hubungan nya dengan ku.., aku masih ga ngerti kenapa kau membawa ku kemari.?
"heeiii kau ini juga cucunya, apa kau senang melihat pak tua itu sekarat..? hm..? tanya han menggoda.
"ck .. aku masih punya hati, hanya saja orang yang mengusir ibuku dari sini tidak pantas mendapat simpati ku.. mungkin kau tidak tau, saat itu kau masih sekolah di london... kami hidup bahagia seperti biasa hingga suatu hari seorang wanita menggendong anak nya datang ke rumah ini. Dia mengatakan jika anak yang ia gendong adalah anak ayah, ibu terkejut dan sangat marah,.mereka selalu bertengkar setiap hari..., kata jun mengingat masa kecil nya..
"mm lalu apa yang terjadi...? tanya han penasaran.
__ADS_1
Jun menarik nafas panjang dan mulai menceritakan masalah yang terjadi sewaktu dia kecil dalam kluarga nya.
"waktu itu kami sedang bermain di halaman, aku dan ayah bertanding bulutangkis dan ibu menyiapkan makanan ringan di lantai. Kakek juga bergabung dengan kami, dia meminum teh yang di buat ibu. Dan... seorang wanita tiba tiba datang membawa anak nya yang masih kecil, kakek mengenal nya.. dia adalah keponakan kakek dari jauh. Singkat nya dulu wanita itu sangat menyukai ayah tapi ibu lebih dulu masuk dalam hati ayah dan ayah hanya menganggap wanita itu sebagai adik nya. Kakek menyambut nya dengan baik, tapi kebaikan di balas kelicikan. Wanita itu dengan lantang mengatakan jika dia datang kemari untuk minta pertanggung jawaban dari ayah. Ibu dan aku kaget, Ayah mendekati dia dan bertanya apa maksud nya. Wanita itu bilang ayah tlah menelantarkan mereka sejak dia tau bahwa wanita itu hamil anak nya. Ayah membantah dan memaki nya, Kakek menampar ayah dengan keras. Aku yang masih kecil hanya bisa menangis dan memeluk ibu yang syok.
Wanita itu tak terima di marahi ayah, dia mendekati ibu dan mendorong nya ke lantai. Dia bilang bahwa ibu seorang ****** yang mengambil ayah dari nya, jika bukan karna ibu pasti ayah akan menikahi nya..begitu kata nya.
Kakek juga marah dia menyuruh wanita itu bersikap sopan. Wanita itu memohon agar kakek membiarkan dia tinggal bersama ayah. Karna memikirkan hubungan kluarga,kakek juga memohon agar ibu membiarkan mereka bersama. Dengan berat hati ibu menyetujui nya tapi dengan syarat jika dia tiada. Ayah sangat marah dan murka pada kakek. Ayah merasa dia tidak pernah berhubungan dengan wanita lain.
Ibu menangis melihat ke arah ayah,. ayah berusaha menjelaskan tapi ibu berlari meninggalkan rumah. Kami semua menyusul nya tapi sebuah truk datang dari arah berlawanan dan ibu yang berdiri di tengah tertabrak truk itu.
Aku dan ayah berteriak memanggil ibu. Aku pingsan karna syok,itu yang terjadi... setelah itu aku depresi dan tidak mengerti apa yang terjadi. ... !kata jun.
" aku terharu dengan crita mu, aku hanya ingat sekilas wajah bibi, dia selalu membuatkan puding jagung kesukaan ku saat aku datang kemari. .." ucap han sembari mengelap air matanya.
"yah semuanya tlah berubah, tapi aku bersyukur aku bebas dari penjara ini.., setelah kematian ibuku, wanita itu selalu datang kemari untuk menggoda ayah. Ibumu juga berteman dengan nya... bahkan kakek tak mempermasalahkan sikap nya yang manja. Itu membuatku tambah kesal. Suatu hari aku meminta ijin pada ayah untuk melatih hobi ku dalam musik. Wanita itu membujuk kakek agar aku di kirim ke luar negri dan belajar bisnis. Kakek setuju dan tidak mengijinkan ku bermusik, kami bertengkar dan ayah tidak bisa memihak salah satu di antara kami.
Akhirnya aku kabur dari rumah, hidup di jalanan dan tidak tau kemana tujuan ku. Kelaparan usang lusuh makan dari tempat sampah yah itulah aku yang dulu, Seseorang tiba tiba menyapa ku dan mengajak nya pergi bersama, dia adalah tian. Dialah orang yang menolong ku dalam segala penderitaan, menuntunku menuju cahaya..dunia luar yang bebas dan berwarna. Kami bekerja sebagai penyanyi jalanan sampai sebuah cafe, meskipun gaji kecil tapi cukup untuk kami makan sehari hari. Aku bersyukur karna saat itu tidak melakukan kejahatan di saat himpitan ekonomi. Karna itu kami bersahabat sampai sekarang. ..! kata jun.
"sekarang aku tau siapa tian bagimu.., jika aku di posisi mu aku juga akan berbuat demikian, kau adalah idolaku..kau tangguh dan bisa menyelesaikan segala hal. Kau memang pantas kak menjadi leader kami. heheh..., Ucap han.
"maafkan aku selama ini aku salah paham dengan mu, aku selalu bersikap acuh..karna aku tidak ingin berhubungan dengan kluarga ini lagi. Aku hanya menganggap mu sebagai tanggung jawab dalam tim karna kau adalah anggota ku.." ucap jun.
__ADS_1
"tidak maslah, kita akan semakin akrab seiring berjalan nya waktu. .." kata han.
...,.............
Han mengajak jun turun untuk sarapan. Jun bersikeras menolak tapi han tidak mau dengar. Dia mengancam tidak akan menyentuh makanan sampai jun mau makan dengan nya. Jun mengalah dan mereka turun ke meja makan. ..
..........
Di meja makan, Ayah dan kakek sedang makan bersama. Mereka terlihat bahagia dan menyembunyikan senyuman karna melihat han berhasil membawa jun. Kakek memberi isyarat agar melayani jun dengan baik. Jun dan han duduk di kursi masing masing. Pelayan mengambil kan makanan kesukaan jun waktu kecil, tapi jun menghentikan nya.
Jun: tidak perlu.. aku tidak memakan makanan ini lagi.. kau boleh pergi aku bisa mengambil sendiri.
Kakek mengedipkan mata tanda pelayan boleh pergi. Suasana canggung sekali, semua orang makan dan tetap diam tanpa menyapa.
Han memberi isyarat pada paman agar bicara dengan jun. Ayah jun gugup dan tidak tau apa yang harus di bicarakan.
" han aku sudah selesai, aku ingin pergi ke suatu tempat,. kau tidak perlu mencariku..! kata jun.
Jun meninggalkan meja makan, Han menghela nafas dan bilang kenapa paman nya tidak punya keberanian untuk bicara dengan putranya.
To be continued
__ADS_1