Love Behind The Scenes {IDOL}

Love Behind The Scenes {IDOL}
#77 "LOVE TIME"


__ADS_3

~***Milikilah rasa percaya diri di wajah mu sejak kamu bangun dari tidur~


@Kim_Seokjin***



.............


"Mm lepaskan akuu.." ucap Youra lirih


"Hah..(menatap Youra di pelukan nya) ooh maaf" tiba tiba melepas pegangan nya dan membuat Youra tersungkur di lantai.


"Adoooooouuuhhh ssshh kurang ajar kau sengaja ya (meraba pinggul nya setelah jatuh) ...uuuuh rasain nih nyebelin" dia melampiaskan kekesalan nya dengan meninju kecil dada Jun.


"Ahhh iya iya iyaa maaf. Kan tadi kamu yang minta lepas jadi salah siapa ? aku kan nurut"


"Dasar tidak punya perasaan huh"


Jun mengikuti Youra menuju dapur. Sebenar nya dia tau Youra tidak benar-benar marah, Walaupun kadang dia galak dia akan mudah melunak dengan sendirinya. Mereka hanya fokus makan dan duduk tenang.


"Heemmmm apapun yang kau masak pasti enak Youraa,. aku pikir ini hanya nasi yang di campur kecap dan di kasih toping irisan telur ternyata rasanya luar biasa hehe" terus menyendok nasi goreng dan memasukan kemulut nya hingga penuh.


Takk..


Youra meletakan sendok garpu sedikit keras sehingga menimbulkan suara.


"Hehe kau bilang semua yang aku masak enak kan?" cengar cengir mengambil mangkuk lain di depan nya.


"Iiiyaa apa nama makanan ini ? Hmm ini berasal dari negri mu..? hmm enak hehe"


"Hmm iya enak kan, nama nya nasi goreng. Oh iyaa ini juga menu lain yang aku masak khusus untuk mu ! Ayoo cobalah " memasukan semangkuk sambal penuh ke piring Jun. Pria malang ini hanya bisa menelan ludah melihat tumpukan sambal di piring nya. Terlihat seperti gerombolan musuh siap bertempur dengan nya.


Jika terpaksa memakan nya aku akan sakit perut dan tidur di kamar mandi. Tapi jika aku menolak dia akan lebih marah. Ya tuhan jika mungkin tolong aku kali inii saja, ciptakan rasa manis di sambal nya


Jun menutup mata sambil memasukan sesuap penuh nasi di sendok nya. Dengan terpaksa dia harus menelan makanan di mulut nya.


"Eh ko aneh rasanya tidak pedas sama sekali justru ada rasa asam dan sedikit manis. Ini aku berkhayal atau Tuhan menjawab doa ku"


"Ayoo teruskan kenapa berhenti" ucap Youra menunjukan piring Jun.


"Hehe iya makan hemm !" Jun mengangkat sendok tanda bersulang untuk makan.


Diam diam Youra menahan tawa melihat ekspresi Jun yang tidak bisa makan sambal tapi tetap harus memakan nya karna takut dia marah. Sebenar nya yang Youra tuang bukan lah sambal, Meskipun terlihat merah seperti gilingan cabai tapi itu adalah Selai Strawberry. Youra sengaja membuat selai agar Jun bisa membuat sarapan sendiri. Tak di sangka itu malah dia gunakan untuk menjebak Jun. Dan dengan polos nya pria ini tak sadar dia kena prank.


Karna penasaran Jun mencolek sedikit selai dengan jarinya. Ooh ternyata benar rasanya manis dan asam apa ini ?


"Ini tidak seperti rasa sambal ..? Apa ini ?"

__ADS_1


"Psssfft baru nyadar ?, ini selai tuan muda. Aku tak percaya kau hidup mandiri selama ini, Tingkah mu saja menunjukan kau ini terlahir dari Tuan Muda Keluarga Kaya. "


"Yah aku tidak seperti Tuan Putri kaya yang mandiri ini" sengaja manas manasin dengan cara menyindir


Ddrrrrtttttt...


Ponsel seseorang bergetar di sisi meja makan. Jun melihat layar panggilan.


"Ini ponsel ku !" buru buru mengambil alih untuk menjawab


"Hallo ayah kau baik baik saja ? oh ya ? (Jun mengangkat wajah seolah bertanya siapa yang menelfon, Youra memainkan raut wajah cuek dan kembali bicara dengan ayah nya) Baiklah siang nanti aku akan berkunjung, jaga dirimu baik baik dan istirahat lah, Jangan lupa untuk meminum obat nya dengan teratur. Baik aku tutup telfon nya "


"Ayah menelfon ? Apa yang dia katakan"


"Ekhem.. dia ayah ku Ok !"


"Yah aku tau, Tapi dia ayah mertua ku nyonya hehe"


"Whatever"


Jun celingukan, dia mendorong badan nya sedikit ke belakang untuk melihat kemana Youra pergi.


"Dia ke kamar ku ? Mau apa ? Lebih baik aku ikuti dia"


........


Baru sebentar saja keringat nya bercucuran keluar. Meski sudah memakai pakaian besar tapi saat keringat mengguyur seluruh tubuh akan menimbulkan rasa lengket dan panas. Youra menggunakan tangan nya untuk menyeka air keringat yang merembas di wajah nya. Dia mengipas angin di sekitar dengan tangan nya. Rambut yang panjang terurai mulai lengket kena keringat, rasanya tak nyaman lebih bagus saat di sanggul.


"Aku harus pulang dan mengganti bajuku, Kunci brengsek itu kenapa aku lupa menaruh nya dimana uuuh ya ampuuun" melampiaskan amarah dengan memukul pintu kaca


"Waaaah apa yang kamu lakukan aduuuh hentikan... Huhuhu jendela ku tersayang" Jun masuk dan menghentikan tingkah brutal Youra


Eh dia kesurupan kah ? Kenapa aku merasa tingkah nya tertukar dengan Tae ? Hiii mengerikan, Apa mereka bisa bertukar jiwa seperti kisah komik..


Youra menelan ludah setengah geli melihat aiygo Jun bergelayut di pintu jendela. Dengan hati hati Youra mencubit sedikit kain baju Jun sambil berkata "Kau masih Jun kan"


Sontak Jun berteriak menghempas Youra "Sembarangan"


"Minggir minggir pergi sana aku tidak perduli itu kau atau hantu atau apapun aku harus pergi jadi minggir dari jalan ku" memukul Jun dengan bantal


"Apa yang coba kau katakan ? Kau pikir aku kesurupan tentu saja ini aku ? Seorang gadis lemah mencoba menggeser jendela milik Jun hehe kau terlalu meremehkan kekuatan ku" sedikit mencibir


Youra menggigit bibir nya geram "Lihat saja aku pasti bisa keluar dari sini" bersiap menggeser kembali pintu nya.


Jun menangkap pinggang ramping nya dan melemparnya ke tempat tidur.


"Hei bodoh jika kau bisa keluar dari sana (menunjuk pintu jendela) lalu bagaiman caramu masuk ke jendela kamar mu ? Bukan kah kau selalu mengunci nya rapat karna takut aku masuk diam diam"

__ADS_1


Benar juga jendela kamar ku tak pernah terbuka jika aku tidak di rumah. Tunggu tetap saja aku harus segera kembali. Omong kosong dia mencoba mengalihkan fokus ku. Kurang ajar kau juuuuunnn


"Yah itu karna aku memiliki seorang tetangga penguntit. Siapa yang tau saat aku berada di kamar diam diam seseorang mengintip dari balik tembok"


"(senyum licik) Heh bahkan tembok akan aku runtuhkan jika berani menghalangi jalan ku untuk menatap peri cantiku."


"Dasar aneh" Youra melempar bantal tepat di wajah Jun sambil tersenyum


.......


Perkelahian kecil ini sudah berakhir. Jun melihat arah jarum jam menunjukan waktunya mereka kembali bekerja. Dia menggeser jendela dengan mudah, Youra kagum dan bertanya tanya mengapa itu tidak bekerja padanya. Jun menunjukan remot kontrol di tangan nya sambil memainkan alis nya.


Aaah jadi itu sebabnya tidak bergerak sedikitpun meskipun aku menggunakan seluruh tenaga ku. Memang brengsek licik menyebalkan beraninya dia bermain main dengan ku. Suatu hari aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapan ku. Tunggu saja nama ku bukan Youra jika tidak bisa membuat mu kalah. Huh


"Nonaa kau mau pulang atau tidak.. Timer nya 5 menit sebelum tertutup kembali. Setelah ini aku tidak akan menekan sandi nya, Biarkan saja kau terkurunh disini hehehe"


"Dasar licik menyingkir lah" Youra berlari melewati jendela dan takut benar benar tertutup lagi.


Dengan lincah gadis ini telah berdiri di depan kamar nya. Tapi bagaimana caranya dia akan masuk kedalam tanpa kunci ?


"Aaauuughhh" keluh nya


"Ekhem triinhtring(suara gemercik gantungan kunci"


"Kunci ku" meraihnya


"Eithssst" menipu Youra dan memasukan gantungan kunci di saku nya


"Berikan itu padaku, Kau mau apa ? Jangan main main lagi ok. Jika aku terlambat manager akan terus memarahi ku seharian. Ayolaaah "


"Tunjukan aiygo mu yang imut aku akan mempertimbangkan nya nanti"


"Kauuu .... uuuuhhhhlkkk"


Mau tidak mau aku harus membuat wajah imut. Kalau menolak nya dia tak akan memberikan kunci itu padaku.


Youra mencoba membuat ekspresi lucu bahkan berhasil membuat Jun tertawa saking lucunya.


"Hahaha kau bisa membuka nya sekarang" menunjuk pintu


"Hah ? Apa..? Eh tadi aku belum mencoba membuka nya apakah ini tidak terkunci (menggeser) benar benar terbuka. Jadi dia mengerjaiku lagi..? Kelewatan bahkan aku terjebak di lubang yang sama"


Jun berdiri di pinggir dengan tawa yang tak bisa lagi di tahan. Dia bangga karna mengerjai Youra berkali kali bahkan mendapatkan kesempatan untuk menggodanya. Youra kesal dan membanting pintu jendela tanpa membiarkan Jun masuk. Dia menutup Khoden dan membuat ruangan menjadi gelap.


Jun mengetuk pintu dari luar "Heii maaf aku hanya bercanda.."


Setelah itu tidak ada kata lagi yang keluar dari mulut Jun. Suasana di luar juga nampak sepi. Awal nya Youra menganggap mungkin Jun sudah kembali ke kamar nya makanya sepi. Tapi kira kira tebakan nya benar atau tidak ?

__ADS_1


To Be Continued......


__ADS_2