
~***Bagai salju pertama di musim dingin, Andai kita bisa bersama hingga akhir***~
@Shin Youra ♪♪♪♪♪♪♪
Shin Rhui masih dalam pengawasan dokter, Youra menemani nya di Rumah Sakit. Jun membujuk Youra untuk kembalj dengan nya karna pekerjaan nya juga bagian dari tanggung jawab nya. Tian juga ikut membujuk Youra agar istirahat di rumah.
Youra menunduk lesu, dia hanya khawatir ayah nya akan memburuk jika dia tidak menjaga nya. Wajar bagi Youra untuk over protek pasal nya dia sudah kehilangan mendiang ibunya di waktu kecil.
Pertemuan singkat mereka masih menyisakan banyak misteri. Bagaimana Tian bisa hidup kembali, bagaimana riwayat ibu youra setelah kecelakaan tersebut. Bahkan Youra belum bertemu istri baru ayah nya yang juga ibu tiri nya.
Min Xiang sedang dalam perjalanan bisnis ke luar kota. Dia tidak di beri kabar jika suami nya berada di Rumah Sakit. Ayah Youra dan Ibu Han jarang tinggal bersama meskipun tlah lama menikah.
Bagaimanapun pernikahan mereka di dasari urusan bisnis. Bagi Shin Rhui Alisa Putri adalah satu satunya wanita dalam hidup nya yang sangat dia cintai. Hanya karna ancaman ayah nya lah dia terpaksa meninggalkan istri dan anak nya dulu.
......
Jun diam diam sedang fokus dengan ponsel nya. Rupanya Han bertanya padanya bagaimana keadaan ayah Youra, dia sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Jun kaget, tingkah nya sedikit mencurigakan. Mulut nya seperti terkunci "bagaimana jika Youra bertemu dengan Han disini" pikir nya.
Tian menganggukan kepala pada Jun memberi isyarat bertanya. Jun membuat pola darurat dengan tangan nya, matanya mengarah pada Youra. Tian menangkap maksud Jun. Dia membawa Youra agar segera kembali ke rumah.
"Kakak.. iiih ada apa sih kalian dri tadi kode kode aneh, ini juga ngapain dorong dorong ?" ucap Youra cemberut.
"Sayang pulang lah, aku akan bertanya pada manager mu jika besok kerja mu tidak fokus. Kau bisa kembali besok !" ucap Shin Rhui.
"Tapi ayaah.."
"Youraa dokter bilang kita tidak boleh membuat paman tertekan kan, sebaik nya kita kembali sekarang. Aku tidak akan membawa mu lagi jika kau tidak mau menurutiku " Jun pura pura marah dengan exspresi tak perduli.
Youra berpamitan pada ayah nya dan menitipkan nya pada Tian. Dia terus menoleh ke belakang karna enggan meninggalkan Rumah Sakit.
.......
Jun menggandeng Youra ke jalan yang berbeda, Youra menatap nya penasaran.
"Heiii heiii bukankah arah kita terlalu jauh.?
__ADS_1
"Ini lebih cepat, kau kan tidak pernah ke Rumah Sakit mana tau arah disini !"
Youra menepuk lengan Jun karna kesal. Jun hanya tersenyum mengabaikan. Youra mempererat pegangan nya sambil menempelkan wajah nya di lengan Jun.
"Ada apa ? Kau kedinginan ?"
"Aku.. eh.. inii kan di Rumah Sakit, aku hanya takut kita salah jalan dan ke ruang je...
"Jenazaaaahh.." Jun mengagetkan Youra karna berbicara sedikit kencang.
.....
Han sudah sampai di lobi Rumah Sakit dan menanyakan pada perawat nomor kamar nya Shin Rhui. Youra seperti tak asing melihat Han dari samping.
" Youraa aku bicara dengan mu kenapa kamu melamun " ucap Jun memegang pipinya.
"Ituu aku rasa aku melihat kak Han, coba lihat ! " Youra memutar badan Jun ke arah Han tapi keduanya tidak melihat siapa pun.
"Untunglah dia sudah pergi...Akh kamu salah lihat kali. Hmm ngomong- ngomong kamu masih suka ya sama Han. Atauuu..."
"Apa kamu berharap kalian akan benar-benar berpacaran ?, Aku bersedia mundur jika kau bahagia bersama nya !" ucapan Jun terdengar pahit bagi Youra. Seperti hati nya tak rela mendengar Jun menjanjikan hal itu padanya.
"Sepertinya kau kurang tidur bicara mu aneh sekali, ayo kita pulang saja aku lapar ". Youra tergesa gesa menarik Jun pergi.
Senyum lebar Jun menandakan kebahagiaan nya berada di puncak. Detik itu pertama kali nya Youra berinisiatif menggandeng nya terlebih dulu. Entah itu dilakukan nya dengan kesadaran atau tak di sengaja. Sebenar nya Youra dengan sadar menggenggam pergelangan tangan Jun, perasaan nya campur aduk. Dia tak mau kehilangan Jun untuk yang kedua kalinya. Sepertinya dia mulai membuka hati untuk Jun.
Namun sesampai nya di mobil keduanya menjadi canggung. Youra tak berani menatap Jun atau berbincang dengan nya. Jun fokus menyetir, dia juga berusaha bertanya seputar pekerjaan tapi Youra menjawab nya dengan singkat yang membuat keduanya makin canggung.
"Uuuukkkh kenapa aku gugup begini sih, jantung ku seperti meronta keluar perasaan ku tak karuan. Ingatan ku cuman dia dia dan dia.. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta.." pandangan nya terpaku pada pemandangan di luar jendela. Dia terus bergumam dengan dirinya sendiri.
"Mau mampir ke restaurant..?" tanya Jun menawarkan.
"Aakh ini sudah terlalu malam, hmm bagaimana kalau aku masak di rumah saja ?"
"Ekh kau yakin,.. kau benar benar bisa masak kan.?" tanya Jun penuh curiga, dia hanya takut masakan Youra akan membuat nya sakit perut. Jun bahkan tak tau jika Youra mengelola restaurant milik paman nya dulu.
__ADS_1
"Ck kau menantang ku..? ayo kita buktikan, kita harus mampir beli bahan bahan nya !.
..........
Usai membeli bahan makanan di supermarket keduanya langsung meluncur pulang ke apartemen. Jun membantu membawakan belanjaan yang ternyata dia dimanfaatkan Youra. Dia membuat Jun kesulitan membawa belanjaan yang begitu banyak.
.."Aku rasa aku akan di siksa jika kami menikah " ucap Jun sambil geleng kepala.
"Hei cepat sedikit, langkah mu lebih lambat dari semut tauu " Youra berbalik dan tersenyum.
Brakk..
Youra kaget karna Jun menjatuhkan belanjaan dengan sengaja. Tatapan nya menjadi garang, Jun mendekati Youra seakan akan ingin memakan nya. Youra melangkah mundur, dia mencoba tetap tenang meski akhirnya kalah dengan pendirian nya.
"Kau mengatakan aku seperti semut.? apa kau tau semut bisa menggigit mu meskipun daging mu teballl pssffffttttt" Jun menahan tawa nya.
" Iiiih ngeselin rasain nih,. kamu mau bilang aku gendut kan hah.. nih rasain nih.. uh. Lihat aja aku masukin cabe ke makanan mu uh. " Youra memukul Jun dengan sandal nya dan bergegas ke dapur.
.......
Jun menelusuli ruangan demi ruangan di apartemen Youra. Dia melihat barang barang yang Youra koleksi. Semua nya berhubungan dengan musik, Jun baru sadar jika Youra juga hobi dalam menggambar.
Desain perhiasan dan lukisan yang dia buat bahkan lebih indah dari lukisan pada umum nya. Jun terpana dengan satu desain cincin cople yang di buat Youra.
Ketika Youra sedang sibuk di dapur, Jun diam diam mengambil foto desain nya dengan kamera. Jun segera memasukan ponsel nya ke saku agar Youra tak curiga.
"Kau nyasar sampai kemari aku bahkan belum menyuruh mu berkeliling dan melihat heh dasar liar "
"Iyaa aku tau ini tidak sopan, tapii aku takjub dengan gambar mu. Sejak kapan kau mulai melakukan ini semua..?
"Hmm aku memang hobi menggambar, dulu waktu kecil ibu meninggalkan ku dengan alasan mencari ayah. Dia menitipkan ku pada paman, Aku bersyukur paman dan kluarga nya adalah orang yang baik. Saat aku merindukan ibuu... Paman memberiku kertas dan pensil, Dia menyuruh ku menggambar wajah ibuku.. wajah orang yang sedang aku rindukan. Lama kelamaan semuanya menjadi hobiku dan aku melakukan nya jika aku ingin atau sedang merindukan orang lain .."
"Kalau begitu apa kau pernah melukis ku saat kau merindukan ku..?
Youra tersentak dengan ucapan Jun.
__ADS_1
To be continued...