
~*CINTA MANA YANG SEPENUH NYA PUTIH, BUKANKAH LEBIH BAIK MEMBERINYA BANYAK WARNA~
@**Sangmi***
Setelah Anisha ikut bersama Rikko, hanya tinggal Youra dan Jun yang tinggal. Youra ingat bahwasan nya Jun berkelahi dengan Han.
Bahkan luka memar di wajah nya nampak terlihat jelas. Respeck tangan nya yang tiba tiba menyentuh wajah Jun membuat nya memerah.
"Bagaimana dengan lukamu " tanya Youra khawatir.
"Ee Y Youraaa jika kau terus mendekat seperti ini.. Akan bahaya loh " ucap Jun yang menahan gugup.
Youra melihat sekeliling dan menyadari dirinya berdiri terlalu dekat dengan Jun. Melangkah mundur sejauh mungkin sambil meminta maaf. Dia bahkan malu dengan apa yang barusan dia lakukan. Jun justru senang karna Youra masih menyimpan perasaan dan mengkawatirkan dirinya.
"A..aku pergi dulu, sebaik nya aku mencari manager sekarang. " Youra hendak pergi tapi Jun segera menarik tubuh nya dan membawanya ke suatu tempat.
...........
Di Rumah Sakit
__ADS_1
"Aaawww... ssshh pelan dikit" ucap Han merintih menahan perih seperti anak kecil. Tian sengaja menekan kapas yang telah di celupkan ke dalam cairan obat ke luka memar di wajah Han. Tentu saja dia merasa sangat perih pada luka yang terbuka.
"Aaaw sudah sudah aku tak tahan lagi panggilkan suster saja.. Kau benar benar kasar " Kesal dan memukul Tian dengan bantal.
"Jangan cengeng gini doang ngeluh, yang nyuruh kalian beratem siapa sok jagoan sih pada !"
"Aku kan cuman mau ngomong jujur kenapa kalian berlebihan begini ?"
"Terus kalau Youra sudah tau semuanya ada untung nya ? tidak kan ? Hmm aku tau niat mu itu baik tapi kita harus pikirkan lagi apa resiko mengusir macan betina. "
Maksud nya macan betina itu Ibu ya.. hmm
"Ah maaf. Tian kamu ga ada cerita sampe sekarang baik baik saja ?,
"Aku ya., hehe iniii seharus nya ayah tirimu yang jelaskan"
"Loh apa hubungan nya dengan mu... Ya aku tau kau keponakan nya. Maksud ku apakah dia alasan kau masih hidup ?"
Tian menganggukan pertanyaan Han. Youra menelfon Tian dan bertanya keadaan Han. Tian sengaja memakai pengeras suara sehingga Han bisa mendengar jika Youra mengkawatirkan nya. Han tersentuh dengan perhatian Youra, wajah nya tersipu malu.
"Orang nya ada disini, apa kau mau bicara langsung "
__ADS_1
Youra langsung terdiam, tak disangka orang yang dia bicarakan sedang mendengar nya diam diam.
"Oh begitu . . Kkenapaa dia tidak bicara hehe" pura pura ceria menutupi kegugupan.
Tian menyenggol Han sambil menyodorkan ponsel nya. Dia menyuruh Han bicara dengan Youra baik baik. Awal nya dia ragu untuk menyapa Youra tapi Youra menyapa nya lebih dulu.
"Aku tau mungkin saat ini kau merasa buruk,. Tidak apa apa aku tau niat mu baik mengatakan nya. Apa kau senggang nanti malam?" tanya Youra
" Iya"
"Bagus lah, berikan ponsel nya pada kakak ku. Aku ingin bicara dengan nya. "
Han mengikuti permintaan Youra sambil mengembalikan ponsel nya. Tian berada pada panggilan.
"Hallo ra?
"Ah kak , Aku berencana mengundang kalian ke rumah. Bagaimana kalau kita bicarakan semuanya dengan jelas ? Aku akan meminta paman pelayan untuk menjaga ayah sementara jadi kau bergabunglah dengan kami. !".
"Baiklah aku akan datang ke apartmen mu nanti malam. Han akan datang bersama ku, kau beritau Jun saja. "
" Baik aku tutup dulu ya. Manager memanggil ku. Jaga diri kalian " panggilan terputus dengan ucapan perpisahan yang manis.
__ADS_1