
Malam itu badai tiba tiba datang, petir menggelegar hujan lebat. Jun dan Han di sambut para pelayan mansion utama. Tuan Min Hua yang juga kakek Jun dan Han menyambut kedatangan mereka. Han berlari memeluk nya, sementara jun mengacuhkan nya dan berjalan masuk melewati mereka.
"nak jun bibi sudah menyuruh pelayan membersihkan kamar mu,kau bisa istirahat dulu ..kau tidak lupa kan dengan kamar mu..? seru Min Xiang (ibu han)
Jun tetap diam dan berjalan melewati ayah nya.
"dimana sopan santun mu..? apa kau tidak bisa melihat kami..? setidak nya hormati kakek mu..! perintah ayah jun.
Jun mengepalkan tangan "lain kali pikirkan untuk mengundangku jika anda mempermasalahkan sopan santun, aku terbiasa hidup di jalanan...sopan santun dan tata krama tidak cocok untuk ku, belum terlambat jika anda berubah pikiran dan mengusir ku kembali.
"kauu... dasar kurang ajar,. ! teriak ayah jun marah.
"kakak ingat jantung mu.. tidak baik emosi begitu, jun kita belum dewasa. maafkan dia kali ini, jaga kesehatan mu ok..! ucap ibu han yang memapahnya kembali.
"heh.. sandiwara yang bagus, aku lelah jangan ganggu aku. ! jawab han sambil menuju kamar nya di lantai atas.
..........
"kakek sudahlah, kakak pasti lelah. aku akan coba bicara dengan nya nanti, kakek istirahat lah..! pinta han pada kakek nya.
"aku mengerti perasaan nya, rumah ini sudah di kutuk oleh hati nya. perasaan nya pasti terluka mengingat masa lalu nya disini, ! jawab kakek min lirih.
"han bawa kakek mu ke kamar nya, dokter bilang dia tidak boleh banyak pikiran..! ucap Min jiang menyuruh han.
............
Han menuruti perkataan paman nya dan membawa kakek nya istirahat. Dia juga berpesan agar paman nya menjaga kesehatan dan berbaikan dengan sepupunya itu.
"hanya ada kita berdua disini.. kak aku punya ide agar jun tidak pergi dari rumah lagi. ! kata Min Xiang.
" pulang lah kerumah mu, apa suami mu tidak mencarimu..? ucap Min jiang sedikit kesal.
"aku akan pulang dengan han,.kedatangan ku kemari juga ingin memberi informasi padamu.. Perusahaan mereka sedang dalam keadaan bangkrut dan memiliki banyak hutang. Kau tau kan directur lama mereka belum lama meninggal, aku dengar putramu sempat depresi atas kehilangan bos nya itu. Jika kita menawarkan kerja sama bukankah dia akan luluh padamu..? ! saran Min Xiang pada Min Jiang.
__ADS_1
Min Jiang terduduk lemas di sofa, ingatan masa lalu yang buruk menghantui nya. Jun sangat membenci ayah nya karna berpikir ayah nya adalah salah satu penyebab ibunya meninggal. Namun sebenar nya Min Jiang juga sangat merindukan mendiang istri nya, dia merasa bersalah karna tidak bisa menjaga anak mereka dengan baik. Air mata nya mengalir melihat foto istrinya dari dalam dompet.
"maafkan aku Lieng Eur, saat itu tidak ada pilihan lain. Aku berbuat kesalahan tolong maafkan aku jika mungkin, kau tau dia sudah tumbuh besar,otot nya kekar dan tampan... kau pasti bahagia memiliki putra sepertinya.. aku juga bangga padanya, aku selalu mendukung nya tapi tidak bisa memeluk nya saat dia terluka atau kesusahan. " kata ayah jun merintih mengeluarkan unek unek nya. Dia memegang foto istrinya dan memeluk nya dalam dekapan.
............
Di dalam kamar jun....
"semua inii... masih sama seperti dulu saat aku tinggal disini. Mainan ini buku ini masih tersimpan rapi ditempat nya,.. hanya saja kau tidak bisa melengkapi kekosongan kamar ini ibu.."
hiks hiks hiks suara tangisan jun pecah, mata nya terpejam. Tangan nya menutupi wajah nya, air mata membasahi seluruh telapak tangan. Jun yang saat ini bukan lah jun yang dingin dan cuek lagi, melainkan jun kecil yang sangat kesepian dan merindukan ibunya.
Seseorang mengusap kepalanya dan mengatakan "tidak baik menangis di usia ini,! ucap nya.
Jun mendongak, matanya terbuka lebar,dia tertegun melihat orang yang membelai nya adalah ibunya. "iiibu...? kau kah ini..? ibuuu... jangan tinggalkan aku lagi, kumohon.. ! jerit jun memelas.
Lieng eur: kemarilah ...(menyuruh jun duduk di sebelah nya)
Jun meletakan kepala nya di pangkuan ibunya, Ibunya terus membelai kepala nya dengan lembut. Air mata jun tak berhenti mengalir.
Jun: bisa jangan bahas pria itu..!
Lieng eur: aku mengenal baik anaku... dia gampang emosi tapi hatinya baik dan lembut. Dulu dia lebih menyayangi ayah nya ketimbang ibunya... hanya karna salah paham dia membenci ayah nya...
Jun: salah paham...? mata ku membuktikan sendiri kebenaran nya.. dia bahkan memiliki anak lain di luar sana dan kau... ibu kau bahkan meninggalkan ku saat itu..,
Lieng eur: yah kau benar, aku sangat menyesal. Jika aku bisa hidup kembali aku tidak akan pernah menghancurkan kepercayaannya. Wanita itu mengatakan kebenaran di saat terakhir... buka mata mu dan lihat...ayah mu masih sangat mencintai ibumu... bukalah hatimu untuk nya nak...
Jun tertidur pulas di kamar nya. Ayah nya masuk karna melihat pintu tidak terkunci. Melihat putranya yang tertidur pulas, dia memberanikan diri untuk menyentuh nya. Min Jiang menaruh selimut di tubuh jun dan mematikan lampu. Dia sangat merindukan anak nya memanggil nya ayah.
Min jiang melihat jun tidur dengan memeluk bingkai ibunya, Dia meletakan kembali bingkai itu di meja. Min jiang membiarkan jun tidur, dia mencium kening nya lalu pergi menutup pintu.
"sudah tidur..? tegur han yang berdiri di sebelah nya.
" yah, dia pasti lelah...kau juga tidurlah.. apa ibumu sudah pulang..?
__ADS_1
"dia mengajak ku kembali ke rumah nya tapi itu bukanlah rumah ku kan,. Aku iri dengan putramu... yah kami sedikit mirip.. meskipun dia membenci ayah nya tapi dia masih bisa kembali ke rumah nya, sedangkan aku... ibu ku menyingkirkan seorang istri dan mengambil suami nya. Sejak saat itu aku kehilangan hak untuk memanggil nya ibu..! kata han menceritakan keluhan nya.
Min Jiang menepuk pundak nya "kau masih punya paman..yah apa yang di lakukan ibumu memang salah, tapi dia juga adik ku. Kau tau seumur hidup anaku tlah mengutuk ku... kebahagiaan tidak akan hadir di setiap nafas ku. Istri ku meninggalkan ku,.putra ku satu satu nya membenci ku dan adiku.... aku gagal menjadi Suami, ayah dan seorang kakak.
" tidak paman... jangan berkata seperti itu.. hidup itu penuh keajaiban.. siapa yang tau suatu saat nanti akan ada seseorang yang melengkapi hidup ini dan menyatukan kalian. ! ucap han percaya diri.
Min Jiang hanya tersenyum. Dia menyuruh han tidur karna hari telah larut.
............
Tok tok toook.......
Suara pelayan mengetuk pintu kamar jun. Jun tidak terbiasa di ganggu saat tidur,dia kesal dan melempar bantal ke arah pintu.
Pelayan: Tuan muda pertama., sarapan tlah siap. Semua orang menunggu anda di bawah, Tuan Hua menyuruh saya memanggil anda...
Jun membuka mata dan ingat dia berada di rumah keluarga Min. Jun ingat semalam dia tidur di pangkuan ibunya.. "sial..semalam hanya mimpi.. aku berharap ibu benar benar datang dan menyapa pagiku"
Jun: katakan pada mereka untuk memulai sarapan,tidak perlu tunggu aku. Aku ngantuk jangan ganggu aku. ( perintah jun ketus)
Pelayan: baik tuan,..
Beranjak pergi.. pelayan turun dan bertemu han di tangga, dia hendak mengatakan perintah jun tapi han menghentikan nya.
Han: tidak mau turun ya..?
Pelayan menggelengkan kepala..
Han: baiklah kau pergi dulu, biar aku yang menjemput nya. Oh ya minta tolong... kau turun dan katakan pada kakek dan paman untuk sarapan dulu, jika mereka bertanya ..katakan aku dan kakak sedang joging. (pinta han sambil tersenyum)
Pelayan mengangguk dan pergi.
"*huft... aku tau ini bakalan terjadi . Sepertinya aku harus berusaha keras... ayo semangat han, sudah berhasil bawa dia pulang pasti akan berhasil sama misi kali ini... semangat...,! gumam han dalam hati.
-------------------------**To be continued----------------------
__ADS_1
hallo kakak like dan komen juga ya, saran kalian akan sangat membantu author terima kasih. ππ***