Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 10


__ADS_3

...***...


Delvin beranjak bangun dari tempat duduknya, "aku udah selesai makan. Sekarang aku permisi," gumamnya pelan. Delvin beranjak pergi sementara kedua orangtuanya hanya diam tak menghiraukannya, dan Darius terus memperhatikannya tanpa kata.



...*...


Jam istirahat baru saja berbunyi, semua orang berhamburan keluar dari dalam ruang kelas masing-masing untuk menikmati jam istirahat. Aurel, masih sibuk membereskan alat tulisnya ke dalam tas, begitupula dengan kedua temannya Tania dan Audy yang duduknya berdekatan dengan meja tempatnya duduk. "Hari ini gue kayaknya nggak ke kantin bareng kalian deh," ucap Tania secara tiba-tiba memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti kebersamaan mereka. "Lah kenapa? Emangnya kamu mau kemana?" Tanya Audy.


"Mau nonton kak Axelle main basket, soalnya sekolah cuma tinggal beberapa Minggu lagi dan sebelum libur akhir semester, aku mau nonton pertandingan kak Axelle dulu. Kan kalau udah liburan nggak bakalan mungkin bisa lihat wajah gantengnya kak Axelle lagi," katanya bersemangat. Tania lalu mengeluarkan ponselnya, menatap layar yang kini menampakkan wajah Axelle itu lalu diciumnya.


"Kalau gitu aku ikut," sahut Aurel.

__ADS_1


"Boleh banget. Kalau gitu kita nonton bareng." Tania antusias.


"Aku nggak ikut ya…" kata Audy yang kemudian menutup resleting tasnya.


"Lho kenapa?"


"Kalian tau sendiri kalau aku nggak terlalu suka nonton basket, ditambah abis ini aku mau ke perpustakaan. Cari bahan buat PR Minggu depan."


"Masih Minggu depan ini PR-nya." Sahut Tania.


"Tunggu, aku juga mau ke kantin. Bareng aja. Tan, mau nitip gak?" Aurel menoleh pada Tania.


"Makanan biasa di bungkus, sama minumannya satu. Aku tunggu di lapangan basket ya."

__ADS_1


"Oke! Sampai ketemu." Aurel dan Audy melangkah keluar dari ruang kelas dengan bergandengan tangan, baru detik berikutnya Tania yang melangkah keluar. Gadis itu berjalan menuju arah yang berbeda dengan yang dilalui Aurel dan Audy. "Udah nggak sabar nonton kak Axelle hari ini," gumam Tania menolong, gadis itu berjalan jingkrak-jingkrak dengan wajah gembira; melangkah menuju lapangan basket hendak menonton pertandingan kakak kelas yang menjadi idolanya itu.


...*...


BLAM!


Teo menutup pintu rooftop dengan sedikit kasar, ia lantas menghampiri tembok pembatas dan berdiri di sana seraya menatap ke arah taman yang kini diisi beberapa orang siswa yang tengah menikmati waktu istirahat mereka. Ia terdiam dalam lamunannya memandangi beberapa siswa yang ada.


Teo menoleh ke arahnya, mendapati Aurel yang kini tersenyum hangat kearahnya. "Berhubung urusanku udah selesai, aku pulang duluan." Aurel beranjak bangun dari tempat duduknya, menggantungkan tasnya di pundak. "Kak Teo hati-hati di jalan ya, jangan sampai luka lagi," tuturnya yang sama sekali tak di jawabnya.


Kejadian itu kembali terlintas di benaknya membuat Teo tak bisa lupa akan sosoknya. "Siapa sebenernya dia?" Pikirnya saat ia lagi-lagi dibuat penasaran akan sosoknya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, seorang Teo tak dibuat penasaran akan seorang gadis yang bahkan baru pertama kali ia temui.


"Gue nggak pernah liat dia, apa jangan-jangan dia anak baru? Tapi dari cara ngomongnya… dia kayak udah kenal gue. Baru kali ini, gue nemuin orang kayak dia…"

__ADS_1


...***...


__ADS_2