Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 16


__ADS_3

...***...


Hari berganti, Aurel dan kedua temannya kini tengah mengikuti pelajaran bahasa Inggris yang sedang berlangsung di kelasnya. Begitu suara bel istirahat berbunyi, guru yang mengajar segera mengakhiri kelasnya.


"Baiklah, jangan lupa untuk menyiapkan buku yang ibu minta tadi. Kita bertemu lagi setelah jam istirahat," ujarnya sambil membereskan buku-bukunya bersiap untuk pergi dari sana. Setelah mendapatkan jawaban serentak dari siswa-siswi di kelasnya, ia lalu melangkah keluar kelas.


Siswa-siswi yang ada mulai berhamburan keluar kelas secara perlahan, sebagian besar tujuan mereka adalah pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.


Aurel memasukkan alat tulisnya ke dalam tas, ia bersiap hendak pergi ke perpustakaan bersama dengan Audy dan Tania untuk mencari buku yang akan mereka pakai di pelajaran bahasa Inggris yang masih belum selesai.


"Ke kantin dulu atau ke perpustakaan?" Tanya Audy pada Tania dan Aurel yang masih terduduk di kursinya.

__ADS_1


"Mendingan kita ke perpustakaan dulu, udah gitu baru kita ke kantin," sahut Aurel.


"Iya, bener. Kalo ke perpustakaan dulu, takutnya nggak kebagian buku." Tania beranjak dari tempat duduknya.


"Ya udah, ayo pergi!" Aurel ikut bangun. Sejurus kemudian ia melangkah bersama dengan kedua temannya menuju perpustakaan untuk mencari buku yang mereka butuhkan.



...*...


"Kalo nggak salah bukunya di rak sebelah sini deh…" Aurel bergumam pelan, ia terus melangkah menyusuri lorong yang di setiap sisi kiri dan kanannya di hiasi oleh rak buku setinggi satu setengah meter dengan buku yang memadati setiap celahnya. Langkahnya terhenti begitu ia menemukan buku yang di carinya, buku yang sejak tadi ia cari berada tepat di rak paling atas.

__ADS_1


"Kenapa harus di atas banget sih." Aurel berusaha menjangkaunya, sialnya tubuhnya terlalu pendek untuk bisa meraih tumpukan buku di paling atas sana. Ia membutuhkan pijakan, tetapi tangga kecil yang biasa di pergunakan sebagai pijakan itu raib dari tempatnya. Aurel sama sekali tidak dapat menemukan tangga di tempatnya berada saat ini, alhasil mau tidak mau; ia harus menggunakan cara lain.


Aurel merapatkan tubuhnya pada rak tersebut, sebelah kakinya naik pada hamalan rak bagian bawah sementara tangannya mulai bergerak berusaha menjangkau buku di atas. Sial! Masih tidak sampai. Lain kali ingatkan Aurel untuk lebih sering minum susu peninggi badan di pagi hari!


Aurel nyaris terjatuh, beruntung tubuhnya di tangkap oleh cowok di belakangnya membuat Aurel jatuh tepat ke dalam pelukannya. Aurel mendongak, beradu pandang dengan orang yang baru saja menolongnya. Seorang cowok berkacamata yang familiar baginya.


"D-delvin…" Aurel terbata. Ia tak bisa berkata-kata begitu sadar siapa yang baru saja menangkap tubuhnya.


"Kamu gapapa?" Delvin memastikan.


"A-aku gapapa. Makasih udah nolongin aku." Aurel bergegas membenahi posisinya. Delvin beranjak dari tempatnya menghampiri rak di depan mereka. Tangannya terulur meraih buku yang semula berusaha diraih Aurel.

__ADS_1


"Ini bukunya." Tuturnya begitu buku itu berhasil dibawanya, ia menyodorkan bukunya pada Aurel.


...***...


__ADS_2