Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 18


__ADS_3

...***...


BRAKK!!!


Aurel menaruh semua buku yang di bawanya ke atas meja, mereka baru saja selesai istirahat dan sekarang sedang bersiap untuk pelajaran berikutnya yang akan mereka ikuti.


Aurel melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, masih ada beberapa menit lagi sebelum bel masuk berbunyi.


"Mumpung masih istirahat, aku mau ke toilet dulu," ucapnya pada Tania dan Audy yang kini duduk di mejanya.


"Ya udah, gih. Keburu masuk," sahut Tania.


"Iya." Aurel beranjak pergi meninggalkan ruang kelasnya, pergi ke toilet untuk menyelesaikan urusannya. Pulang dari toilet, Aurel memutuskan untuk pergi sebentar untuk menenangkan pikirannya sebelum mengikuti pelajaran yang akan berlangsung beberapa menit mendatang.

__ADS_1



Aurel melangkah menyusuri tangga menuju rooftop, atap sekolah adalah tempat yang sangat cocok untuknya menjernihkan pikiran. Karena di sana sangat tenang dan tidak banyak orang yang berkunjung ke sana.


CKLEK!


Aurel membuka pintu rooftop pelan, ia melangkah pelan dan berjalan menghampiri tembok pembatas di sana. Ia berdiri sembari memandangi ke arah taman yang letaknya tepat berdekatan dengan gedung jurusannya.


Aurel merogoh kantong rompinya, ia mengeluarkan ponsel dan earphone-nya lalu memasang benda itu dan mulai memutar musik yang membuatnya tenang. Ia memejamkan kedua matanya menikmati setiap melodi yang di dengarnya.


Aurel membalikkan tubuhnya hendak bersandar pada dinding pembatas di dekatnya. Perhatiannya mendadak tersita oleh kehadiran seorang cowok yang terbaring di atas bangku yang terletak tak jauh dari tempatnya berada. Cowok itu berbaring terlentang dengan kepala yang di tutupi dengan menggunakan buku untuk menghalangi pandangannya dari sinar terik matahari.


Aurel melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sebentar lagi sudah waktunya masuk.

__ADS_1


"Bentar lagi masuk, tapi dia masih tiduran di sini? Apa dia nggak tahu kalau jam istirahat udah hampir habis?" Aurel memonolog, ia melepaskan earphone-nya lalu memasukkan benda itu ke dalam kantong yang ada di rompi yang ia kenakan.


Aurel menghampiri pria itu untuk memastikan apakah dia benar-benar tidur atau tidak. Aurel membungkuk perlahan dengan tangan terulur mengguncang tubuhnya.


"Maaf, tapi jam istirahat bentar lagi selesai. Apa kamu nggak ke kelas?" Ucap Aurel padanya. Tak ada respon sama sekali dari lelaki yang terbaring di hadapannya itu. "Halo? Hey!" Aurel kembali mengguncang tubuhnya perlahan tapi masih tidak ada jawaban dari cowok itu. Cowok itu masih terpejam, begitu tenang dengan posisi wajahnya yang masih di tutupi dengan menggunakan buku.


"Dia bener-bener tidur?" Aurel terdiam sejenak, ia bingung harus apa. Aurel tidak mungkin membiarkan cowok itu terbaring sementara bel masuk sebentar lagi berbunyi, bisa-bisa cowok itu telat masuk ke kelas dan mendapatkan hukuman. Aurel akan merasa sangat tidak enak, karena ia tahu tapi tidak berusaha membangunkannya.


"Halo? Hey? Bangun, bentar lagi bel masuk." Aurel kembali mengguncang lengannya. Karena tidak ada respon sama sekali dari cowok itu, Aurel lalu bergerak perlahan meraih buku yang menutupi wajahnya untuk membangunkannya.


Aurel terkejut begitu melihat siapa cowok yang terbaring dihadapannya itu. Ia kenal cowok itu dimana pun, karena beberapa hari yang lalu ia sempat menemukannya dalam keadaan babak belur.


...***...

__ADS_1


__ADS_2