
...***...
Ia berhenti, entah kenapa kakinya terasa berat hanya untuk melangkah mengejar kekasihnya.
...*...
"Dimana anak itu, kenapa nggak ada juga sih? Ini udah lama banget, Aurel juga nggak balik-balik." Sonya mulai merasa bosan. Ia sudah hampir menghabiskan jus yang dipesannya, sementara itu; Audy di hadapannya sibuk menyantap bakso dengan lahapnya.
Perhatian Audy beralih pada Sonya, ia menghentikan aktivitasnya seketika dan melirik pada jam yang melingkar pada pergelangan tangannya. "Aduh, Aurel… kamu dimana sih? Kok nggak balik-balik? Jangan bikin Tante Sonya curiga dong!!!" Audy menjerit dalam batinnya.
"Kayaknya Tania atau Aurel sakit perut deh, Tan. Makanya agak lama, mungkin bentar lagi mereka sampai. Tante sabar bentar lagi, ya?" Audy berusaha menenangkan.
"Tapi ini udah lama banget dari tadi mereka nggak balik-balik. Tante juga udah coba chat Tania tapi nggak di bales-bales. Itu anak malah nggak aktif juga." Sonya kembali melirik ponselnya, menatap layar ponselnya yang menampakkan ruang obrolannya dengan putrinya itu.
"Duh, ini emak satu nggak sabarannya minta ampun. Nggak heran Tania tertekan banget punya orang tua kayak Tante Sonya, orang ngomong santai kayak gini aja udah bikin ngerasa tertekan." Pikir Audy sembari meliriknya sekilas.
__ADS_1
"Kalau gitu biar Audy coba hubungin Aurel, siapa tahu ponselnya Tania ketinggalan di kelas." Audy bergegas mengeluarkan ponselnya, mencari nomor Aurel untuk dihubunginnya. Tapi belum sempat ia menghubungi sahabatnya itu, suara Tania lebih dulu menyita perhatian mereka.
"Mama?!" Tania memanggil Sonya. Wanita itu menoleh ke arah datangnya suara bersamaan dengan Audy dan tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini, Aurel tiba bersama dengan Tania.
"Akhirnya." Sonya beranjak dari tempat duduknya.
"Mama ngapain di sini? Mama nggak ke kantor?" Tania menatapnya bingung sembari menghampiri meja mereka.
"Mama ke sini buat jemput kamu, ada urusan yang harus kita selesain. Jadi lebih baik kamu cepet-cepet ke kelas dan bawa tas kamu udah gitu kita pergi. Mama udah minta surat izin juga dari pihak sekolah." Jelas Sonya to the point.
"Nggak usah banyak tanya, cepetan siap-siap udah gitu kita pergi. Kita nggak punya banyak waktu," tukas Sonya.
"Ng… oke, kalau gitu aku pergi dulu." Tania melirik pada kedua sahabatnya itu bergantian. Audy dan Aurel hanya tersenyum memandanginya. Tak lama Tania beranjak pergi dari sana untuk bersiap-siap pergi seperti perintah Sonya.
"Kalau gitu, Aurel, Audy, Tante pergi dulu. Maaf Tania nya di pinjem dulu." Sonya menoleh ke arah Audy dan Aurel.
"Gapapa Tan," sahut Audy sembari tersenyum.
__ADS_1
"Oh ya, ini uang buat bayar minuman sekaligus buat kalian jajan." Sonya mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan.
"Nggak usah Tan, lagian Audy punya uang kok." Tolak Audy.
"Gapapa, ambil aja." Sonya menaruhnya ke atas meja. "Kalau gitu, Tante permisi."
"Iya, Tan…" Aurel tersenyum ke arahnya.
Sejurus kemudian Sonya beranjak pergi dari sana meninggalkan Aurel dan Audy berdua yang kini diam memandang ke arah dimana dirinya pergi bersama dengan Tania meninggalkan ruang kantin.
Audy menuliskan sesuatu pada ponselnya kemudian mengirimkan pesan tersebut di grup beranggotakan dirinya, Aurel dan Tania.
"Aku harap nggak ada masalah serius," gumam Aurel.
"Aku harap gitu…"
...***...
__ADS_1