Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 37


__ADS_3

***


"Ya bagus deh jadi aku bisa pergi!" Aqilla melangkahkan kakinya menuju arah pintu keluar kamar tetapi begitu ia mencoba membuka pintu itu, pintu itu tak bisa di buka.


Aqilla menatap ke arah arvin, ia berdecak sebal menyadari ulah dari semua itu adalah Arvin.


"Arvin!!!! Iiihh ngapain kamu kunci pintunya!!" Ujar Aqilla kesal sambil berjalan menghampiri Arvin. Arvin hanya masih pura-pura tertidur dengan senyuman puas terukir di bibirnya.


"Udah jangan pura-pura tidur deh! Aku tau kamu nggak bener-bener tidur!" Ujar Aqilla kesal, Arvin kemudian membuka matanya dan bangun


"Apa?" Tanya arvin sambil senyum-senyum.


"Ngapain senyum-senyum? Puas? Kenapa kamu kunci pintunya?"


"Biar Lo nggak bisa keluar!"


"Tapi kenapa?"


"Gue gak mau Lo pergi!"


"Iiih! Ngeselin ya!"


"Biarin yang penting Lo tetep ada disini nemenin gue!"


"Tapi kan aku mau mandi, mau ganti baju, mau makan! Aku laper!" Ujar Aqilla


"Nggak usah! Lo kayak gini juga tetep cantik kok!" Ujar Arvin sambil tersenyum


"Apaan sih! Cepetan buka pintunya!"


"Nggak!"


"Udah tidur aja!"


"Nggak! Aku nggak mau!"


"Tidur! Temenin gue!"


"Gak mau!"


"Pokoknya Lo harus tidur!"


"Oke-oke aku tidur! Tapi aku tidur di sofa aja!"


"Oke! Asalkan Lo nggak pergi ninggalin gue!" Ujar Arvin, Aqilla kini berjalan menghampiri sofa dan merebahkan tubuhnya disana. Sedangkan Arvin mengeluarkan kunci dari bawah bantalnya dan memindahkannya ke atas nakas dekat tempat tidur nya, kemudian tidur.


"Astaga… aku benar-benar terjebak! Aku nggak bisa keluar, sekarang aku harus gimana?" Batin aqilla. Aqilla kini mulai menggunakan otaknya untuk berfikir keras bagaimana cara agar dirinya bisa keluar dari dalam kamar Arvin. Aqilla Kemudian bangun dan menetap ke arah Arvin yang kini tertidur.


"Kayaknya aman deh, berarti sekarang aku bisa pergi dan ambil kuncinya!" Batin aqilla.


Aqilla perlahan berjalan menghampiri nakas dekat tempat tidur Arvin hendak mengambil kunci yang tergeletak di atasnya. Tetapi belum sempat tangannya menyentuh kunci itu, tangan arvin meraih tangan Aqilla dan dengan cepat menarik tubuhnya tepat di ke atas tubuh arvin


"Mau kemana?" Tanya arvin sambil tersenyum.


"Iiih!!! Lepasin! Aku mau keluar!" Ujar Aqilla mencoba melepaskan tangannya dari Cengkraman tangan arvin tetapi tenaga Arvin begitu kuat membuat Aqilla kesulitan untuk melepaskan tangannya


"Udah tidur aja disini!" Ujar Arvin yang kemudian menarik tubuh Aqilla hingga Aqilla berbaring di sisi arvin, kemudian memeluk tubuh Aqilla dengan kedua tangannya.


"Iih! Arvin lepasin!!"


"Nggak! Gue pengen peluk Lo!" Ujar Arvin yang kemudian mengencangkan pelukannya.


"Arvin lepasin!!!" Aqilla meronta mencoba melepaskan diri dari pelukan Arvin yang semakin kuat.


"Gue nggak bakal lepasin lo! Kalo gue lepasin Lo ntar Lo kabur!" Ucap arvi. Yang kemudian memejamkan kedua matanya.


"Oke! Aku gak bakalan coba buat kabur lagi! Tapi lepasin aku!"

__ADS_1


"Nggak! Lo suka curang, gue gak percaya sama omong kosong Lo! Mendingan gue peluk Lo sampe gue kita tidur biar Lo gak bisa kabur kemana-mana!"


"Arvin! Oke aku janji nggak bakalan kabur! Asalkan kamu lepasin aku!"


"Janji?"


"Iya, janji!"


"Ya udah gue bakal lepasin! Tapi Lo bener-bener janji kan?"


"Iya!"


"Ya udah kalo gitu Lo tidur!"


"Oke tapi nggak disini!"


"Terus?"


"Aku mau tidur di sofa aja!"


"Oke!" Arvin kemudian melepaskan pelukannya dari Aqilla, lalu Aqilla berjalan menuju arah sofa dan merebahkan tubuhnya di atas sofa itu lalu Aqilla mulai tertidur, begitu pula dengan arvin.


Satu jam telah berlalu, kini Aqilla benar-benar telah tertidur pulas. Perlahan Arvin membuka matanya dan menatap aqilla yang kini tengah tertidur. Arvin beranjak dari ranjangnya dan berjalan menghampiri Aqilla yang tengah tertidur di sofa.


Arvin kemudian duduk di tepi sofa dan menatap wajah Aqilla yang kini benar-benar tertidur pulas.


"Qill… Lo cantik deh kalo lagi tidur, tapi kalo Lo lagi bangun Lo suka nyebelin. Suka bikin perasaan gue gak karuan pas lagi Deket sama Lo, walaupun Lo nyebelin tapi Lo itu perhatian banget. Apalagi sama gue, awalnya pas gue pertama kali ketemu sama lo


gue kira hidup gue bakalan ngebosenin,


Gue kira Lo itu orang yang cerewet, tapi gue salah. Lo ternyata lebih asik di bandingkan sama cewek gue yang hobinya cuma shopping dan cuma mentingin kebahagiaannya sendiri. Lo beda daripada yang lain qill!" Batin Arvin.


Arvin kemudian mengangkat tubuh Aqilla dan membopongnya ke ranjang, menidurkannya disisinya dan kemudian tidur dengan memeluknya.


Jam di dinding telah menunjukkan pukul sebelas siang, perlahan Aqilla membuka matanya karena merasa agak sesak.


"Kyaaaa!!!!!!" Spontan Aqilla Menjerit terkejut.


"Aduh, apaan sih! Berisik banget!" Ujar Arvin seraya membuka matanya menatap ke arah aqilla.


"Kenapa aku bisa ada di sini?"


"Gue yang pindahin! Tadi gue liat Lo kayaknya gak nyaman tidur di sofa makannya gue pindahin"


"Lepasin! Dasar suka cari kesempatan dalam kesempitan!" Ujar Aqilla kesal, Aqilla meronta mencoba melepaskan pelukan dari arvin. Arvin kemudian melepaskan pelukannya pada Aqilla.


"Buka pintunya! Aku mau keluar!" Ujar Aqilla pada arvin .


"Nggak! Ntar Lo kabur, gue kan nggak mau di tinggalin sama Lo!"


 


"Cepetan buka pintunya, ini udah siang aku belum makan apa-apa sejak tadi pagi!"


 


"Iya juga si, ya udah kalo gitu gue bukain! Tapi gue ikut!"


"Oh, kamu mau makan juga? Boleh! Ayo!"


 


"Nggak, gue gak mau makan, gue cukup liatin Lo aja biar Lo gak kabur dari gue!"


 


"Ya udah, terserah deh!"

__ADS_1


 


Arvin kemudian bangkit dari tempat tidur nya, meraih kunci di atas nakas dan kemudian berjalan menghampiri pintu keluar membuka pintu dan keluar dari dalam kamarnya dengan Aqilla


 


 


"Eh, mau kemana?" Tanya arvin seraya memegang tangan Aqilla saat Aqilla hendak berjalan menuju arah kamarnya.


 


 


"Aku mau ke kamar dulu, mau ganti baju sama cuci muka!" Ujar Aqilla pada arvin.


 


"Ya udah, kalo gitu gue ikut"


 


 


"Hah? Kamu mau ikut kemana?"


 


"Ya ikut Lo lah!"


 


 


"Nggak!"


 


"Maksudnya gue nungguin lo di depan pintu kamar Lo!"


 


 


"Ya udah tapi jangan masuk!"


 


 


"Iya!"


 


Kini Arvin mengikuti Aqilla berjalan menuju arah kamar Aqilla yang hendak ganti baju.


 


 


"Ya udah tunggu disini!" Ujar Aqilla pada arvin


 


"Oke!" Aqilla pun masuk ke dalam kamar Aqilla dan segera ganti baju.


Seusai ganti baju dengan baju santai kini Aqilla dan Arvin berjalan menuju arah ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2