
...***...
"Iya kak," sahut Aurel, menjawab pertanyaan yang baru saja di lontarkan Axelle. Axelle manggut-manggut menanggapi jawabannya.
"Pantes aja, gue ngerasa familiar sama kalian berdua. Ternyata kalian emang sering nonton," ucapnya.
"Kita nggak pernah bolos nonton kak Axelle, baik pas lagi latihan ataupun tanding. Kita selalu hadir, nggak pernah absen." Sambar Tania dengan wajah berbinar, ia senang bukan kepalang karena bisa berbicara secara face to face dengan Axelle yang sejak awal dikaguminya.
"Haha… Lo ngomong seakan-akan nonton tim gue main basket itu kewajiban." Axelle terkekeh pelan.
"Duh, aduh!!! Senyumannya!!! Parah, parah…" Tania tak bisa menahan kedua sudut bibirnya untuk tidak tersenyum, oh sungguh! Senyuman seorang Axelle adalah yang paling mempesona di dunia. Matanya yang melengkung saat tertawa, dan lesung pipit di pipinya yang muncul setiap kali tersenyum… ah~ itu yang selalu berhasil meluluhkan hati setiap perempuan yang melihatnya. "Aurel…" Tania tiba-tiba meremas rok Aurel sembari mencondongkan tubuh ke arahnya. Aurel menatap Tania dengan raut wajah bingung.
"Kenapa Tan?" Bisik Aurel.
"Senyumannya nggak sehat buat jantungku…" Tania mendramatisir. Aurel hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan menanggapi ucapan Tania yang lebay-nya kelewat batas.
Axelle menghentikan tawanya lalu kembali menatap pada kedua gadis yang terduduk di sampingnya itu. "Eh, kalau nggak salah… Lo itu cewek yang kemarin nggak sengaja gue tabrak di koridor 'kan?" Axelle memandang Aurel.
"Maksud kakak Aurel?" Tania memperjelas, cowok itu mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
"Ternyata kak Axelle punya ingatan yang bagus ya." Puji Aurel.
"Emang iya?" Tania menatap Aurel.
"Iya. Kemarin itu kita nggak sengaja tabrakan di koridor pas jam istirahat, pas kamu sama Audy chat aku dan minta aku buat cepetan ke kantin. Nah, pas aku lagi jalan nggak sengaja nabrak kak Axelle." Jelas Aurel.
"Jadi itu benar-benar Lo?" Aurel mengangguk pelan. "Nggak nyangka, ternyata cewek yang gue tabrak itu orang yang suka nonton gue sama tim gue latihan."
"Haha… cuma kebetulan aja."
"Oh ya, kan beberapa Minggu lagi tim gue bakalan tanding… kalian datang, ya?"
"Iya, kita pasti datang. Lagian kita nggak terlalu sibuk juga."
"Bener!" Jawab Tania.
"Kalau gitu sampai ketemu pas hari tanding nanti, gue bakalan tungguin kalian."
"Iya kak."
__ADS_1
"Kayaknya sekarang gue harus balik latihan, gue pergi dulu ya. Thanks buat minumannya." Axelle beranjak bangun dari tempat duduknya.
"Yang semangat latihannya kak! Kita dukung di sini!" Tania berteriak saat Axelle semakin menjauh dari posisinya berada.
"Oke!" Jawab Axelle yang terus melangkah. Tania dan Aurel tersenyum simpul ke arahnya.
...*...
"Kamu nggak pernah cerita kalau kamu kemarin ketemu sama kak Axelle," kata Tania yang kini berjalan beriringan dengan Aurel. Saat ini mereka hendak kembali ke ruang kelas mereka karena jam istirahat telah usai dan mereka harus bersiap melanjutkan pelajaran berikutnya, Axelle juga baru saja menyelesaikan latihan dengan timnya.
"Tadinya aku mau cerita ke kalian, tapi pas sampai di kantin… kalian malah langsung nanya-nanya. Aku jadi lupa mau ngomong apa, di tambah lagi aku lapar." Aurel menjawab.
"Ngomong-ngomong gimana rasanya di tabrak sama kak Axelle?" Tania menatapnya berbinar.
"Sakit."
...***...
__ADS_1