Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 34


__ADS_3

***


"Kalo kamu nggak makan nanti kamu makin sakit!"


Arvin kini bangkit, melepaskan kompres di keningnya dan memasukkan handuk basah itu ke dalam baskom berisi air.


"Jangan di lepas! Kamu harus di kompres biar panas kamu turun!" Ujar Aqilla, Arvin tak bersuara ia hanya menarik tangan aqilla agar ia kembali duduk dan Aqilla pun duduk. Kini Arvin membaringkan kepalnya di bahu Aqilla.


"Gue nggak perlu makan selama Lo selalu ada di sisi gue!" Aqilla terdiam.


"Gue nggak minta apa-apa dari Lo. Gue cuma mau Lo tetep ada di samping gue kayak gini!" Ujar Arvin pada Aqilla. Perlahan Aqilla mengusap lembut kepala Arvin. Arvin kemudian mengangkat kepalanya lalu menatap ke arah Aqilla begitu juga Aqilla kini hanya menatap ke arah Arvin.


"Kamu masih sakit! Kompres lagi ya?" Ucap Aqilla pada arvin, Arvin kemudian merebahkan kembali tubuhnya dan menyenderkan kepalanya di paha Aqilla. Kini Aqilla meraih handuk kecil yang ada di dalam baskom dan kemudian handuk itu di letakkan di kening Arvin setelah handuk basah itu di peras.


Saat tangan Aqilla menaruh handuk itu di kening Arvin, tangan arvin memegang tangan Aqilla dan matanya menatap sendu ke arah Aqilla.


"Qill! Gue ngantuk, gue mau tidur ya. Tapi Lo nggak boleh kemana-mana! Tungguin gue disini!" Ujar Arvin pada Aqilla


"Terus kalo aku mau pipis gimana?"


"Bangunin gue!"


"Masa pipis aja harus bilang dulu!"


"Udah jangan protes ah!" Arvin perlahan memejamkan matanya dan mulai tertidur lelap hingga malam pun tiba, Aqilla kini masih terdiam tak bisa bergerak.


"Ah!" Perlahan Arvin membuka matanya menatap Aqilla yang kini tengah tertidur dengan posisi duduk dan bersandar pada tembok. Arvin kemudian bangun dan itu membuat Aqilla terbangun.


"Ah! Kamu udah bangun?" Tanya Aqilla pada arvin seraya mengucek kedua matanya mencoba melihat jelas Arvin.


"Iya!"


"Jam berapa ini? Udah malem ya?" Tanya Aqilla seraya menoleh ke arah jam yang tergantung di dinding.


"Lo belum makan kan? Makan dulu gih, ntar kalo Lo makan Lo sakit!"


"Ya udah sama kamu ya!"


"Nggak, gue gak nafsu! Lo aja sendiri. Oh iya sekalian bawa lagi tuh makanan di meja, udah dingin!" Ujar Arvin pada Aqilla seraya menunjuk ke arah nampan berisi makanan di atas meja.


"Ah ya udah kalo gitu aku makan dulu ya!" Ujar Aqilla bangun dan kemudian kini berjalan menuju arah dapur dengan nampan berisi makanan di tangannya.


"Eh non qilla udah bangun?" Ucap bi Alice pada Aqilla yang baru tiba di dapur.


"Iya bi! Laper nih! Makan sama apa bi?" Tanya Aqilla.


"Oh, non belum makan ya? Ya udah biar bibi panaskan dulu lauk nya ya!"


"Ya udah, kalo gitu aku nunggu di ruang makan ya bi!"


"Iya!"

__ADS_1


Aqilla kini berjalan menuju arah ruang makan dan duduk di kursi kosong tempat biasa ia makan. Kini jam di dinding telah menunjukkan pukul delapan malam.


"Ini non, maaf agak lama!" Ucap bi Alice seraya masuk ke ruang makan dengan nampan berisi makanan yang baru selesai di panaskan.


"Makasih ya bi!"


"Iya non!"


"Oh iya, om sam sama om Evan udah tidur ya bi?"


"Iya udah non! Tadi selesai makan, tuan sempet ngobrol dan udah gitu pergi ke kamar masing-masing katanya mau istirahat biar besok bisa bangun pagi!"


"Gitu ya!"


"Iya!"


"Oh iya bibi udah makan? Kalo belum kita makan bareng yuk!"


"Bibi udah makan tadi sama pak Alan! Non qilla makan aja!"


"Ya udah deh!"


"Kalo gitu bibi ke dapur dulu ya, mau lanjut beresin cucian kotor!"


"Iya bi!" Aqilla kini mulai menyantap setiap makanan yang ada di hadapannya dan mulai memindahkan semua makanan itu ke dalam perutnya yang kini tengah kosong.


 


"Arvin! Makan dulu ya?" Ujar Aqilla pada arvin seraya menaruh nampan itu di atas meja.


"Kan gue udah bilang! Gue gak laper, lagian Lo kenapa si kok memperlakuin gue kayak anak kecil? Gue udah gede tau!"


"Tapi kamu kan lagi sakit, kalo kamu gak makan ntar malah makin sakit!"


"Gue gak peduli!"


"Ya udah deh terserah!" Aqilla kini beranjak bangun dari duduknya dan hendak pergi tetapi dirinya di tahan oleh Arvin yang dengan cepat menarik tangan Aqilla.


"Lo mau kemana?"


"Ya aku mau ke kamar, mau tidur. Udah malem juga kan?"


"Lo disini aja! Temenin gue!"


"Hah? Gak ah, nggak mau!'


"Kenapa?"


"Kamu udah gede! Lagiankan kamu cowok aku cewek! Nggak baik tidur satu kamar!"


"Tapi kemaren Lo tidur di kamar gue nggak kejadian apa-apa kan?"

__ADS_1


"Ah, udah ah jangan manja!"


"Ya udah oke terserah Lo aja! Gue gak peduli" Arvin kini ngambek pada Aqilla. Saat ini ia membaringkan tubuhnya ke atas ranjang dan kemudian memejamkan matanya, tidur.


"Oh jadi gitu? Oke kalo gitu aku mau balik ke kamar aja!" Ucap Aqilla seraya beranjak pergi dari kamar Arvin dengan baskom berisi air di tangannya. Sebelum ke kamar, Aqilla menyempatkan diri untuk menyimpan baskom berisi air itu ke dapur. Setelah menyimpan baskom itu ke dapur, kini Aqilla kembali naik ke lantai atas untuk tidur. Setibanya di kamar aqilla segera bersiap untuk tidur.


 


 


Kini jam di dinding telah menunjukkan pukul sebelas malam, Aqilla lagi-lagi harus terbangun karena haus.


 


"Kenapa harus bangun jam segini? Haus terus perasaan!" Ujar Aqilla seraya bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju arah dapur hendak minum.


 


Saat di dapur Aqilla segera meraih gelas kosong dan mengisinya dengan air mineral, setelah itu di teguk sampai habis olehnya.


 


 


"Bruk!" Sontak Aqilla terkejut mendengar suara sesuatu yang jatuh. Matanya melotot dengan wajah pucat aqilla ketakutan,


 


"Suara apa itu?" Batin aqilla


 


Kini ia mencoba memberanikan diri untuk melangkah menghampiri suara itu. Mengecek semua ruangan tetapi tak ada apa-apa.


 


 


"Gak ada apa-apa. Terus yang tadi itu apa ya? Maling? Rasanya gak mungkin." Ujar Aqilla, kini Aqilla berjalan menaiki tangga menuju arah kamarnya lagi tetapi langkah nya terhenti ketika mendengar suara shower yang menyala di kamar Arvin.


 


Aqilla kini bertanya-tanya, apakah suara tadi berasal dari kamar Arvin?. Karena penasaran Aqilla pun melangkah menghampiri kamar Arvin.


 


 


"Tok!tok!tok!" Perlahan Aqilla mengetuk pintu kamar Arvin.


 

__ADS_1


"Vin? Arvin?" Panggil Aqilla, tak ada jawaban apapun di dalam sana hanya ada suara shower yang mengalir dengan deras.


__ADS_2