Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 20


__ADS_3

...***...


BRAKK!!


Pintu di buka keras membuat semua orang terperanjat kaget dan spontan menoleh ke arah datangnya suara, di sana mereka mendapati Aurel yang tengah berdiri dengan napas ngos-ngosan akibat berlari.


"Ngagetin aja!"


"Kirain guru, tadi."


Salah satu temannya itu berkomentar, Aurel hanya tersenyum kaku begitu mendapati wajah teman-teman sekelasnya yang terkejut akibat ulahnya.


"Maaf, aku kira udah ada ibu." Sahut Aurel yang kemudian menutup pintu ruang kelasnya. Aurel lantas berjalan menghampiri mejanya dan duduk di sana sembari masih berusaha mengatur napasnya yang tersengal akibat berlari.


"Kamu darimana? Kok ke toiletnya lama banget?" Tanya Audy dan Tania yang kini menghampirinya.


"Nggak dari mana-mana, hehe…" Aurel tersenyum ke arah mereka.


"Terus kenapa lari-larian? Kayak abis di kejar anjing aja." Tanya Tania.

__ADS_1


"Tadi pas lagi jalan tiba-tiba denger bel, aku kira udah ada ibu. Makannya aku lari. Tapi pas datang, ternyata ibunya belum sampai."


"Ibu kayaknya bakalan agak telat soalnya kita di minta buat kerjain dulu beberapa soal yang sempet di kasih tadi." Jelas Audy.


"Serius?"


"Iya. Makannya ibu belum sampai juga."


"Ah… lega banget dengarnya." Aurel menghela napas lega. Setidaknya usahanya berlari-lari sejak tadi dari lantai paling atas hingga paling bawah itu merupakan sebuah perjuangan besar, apalagi jalan yang di laluinya adalah tangga. Kaki Aurel kini terasa gemetar akibat terlalu banyak menuruni tangga, Aurel sampai kehilangan sebagian besar energinya akibat berlari sambil menuruni tangga.



Waktu berlalu. Semenjak pertemuan Aurel dengan Teo beberapa hari yang lalu, mereka jadi lebih sering bertemu secara kebetulan di rooftop gedung jurusannya. Entah kenapa tapi Teo hobinya memang malas-malasan sembari tiduran di rooftop yang tenang, karena setiap kali Aurel bertemu dengan Teo; cowok itu pasti ia pergoki sedang tidur dengan posisi yang sama.


Beberapa kali Aurel sempat menyapanya ketika Teo dalam keadaan bangun dan duduk di bangku yang sama. Tak banyak yang mereka bicarakan ketika bertemu, bahkan nyaris tidak ada sama sekali karena Aurel dan Teo memang tidak terlalu akrab, di tambah lagi sikap Teo yang ketusnya minta ampun membuat mereka jarang sekali mengobrol selama bersama.


Yang Aurel lakukan hanya diam dan memperhatikan pemandangan indah di hadapannya sembari menyumbat telinganya dengan earphone yang memutar lagu kesukaannya, sementara Teo memilih untuk tidur di tempatnya dan berusaha tak menghiraukan Aurel.


Bel pertanda istirahat baru saja berbunyi, Aurel dan kedua sahabatnya sibuk membersihkan alat tulis mereka ke dalam tas sebelum mereka keluar untuk menikmati jam istirahat mereka.

__ADS_1


"Aurel, sekarang ada pertandingan latihan kak Axelle; kamu inget kan?" Tania menghampirinya begitu selesai memasukkan alat tulisnya ke dalam tas.


"Oh, iya. Aku inget." Sahut Aurel sembari memasukkan alat tulisnya ke dalam tas.


"Kamu nonton 'kan?"


"Iya. Aku nonton kok."


"Bagus. Kalau gitu aku bakalan pergi duluan buat cari tempat duduk."


"Oke. Aku bakalan pergi sama Audy ke kantin dulu buat beli makanan udah gitu nyusul kamu."


"Sip!" Tania menunjukkan kedua jempolnya.


"Kamu itu nggak bisa banget kayaknya kelewatan nonton kak Axelle tersayangmu itu." Audy berkomentar.


"Emang nggak bisa, makannya aku harus datang lebih dulu sebelum yang lain." Jawab Tania.


"Kalau orang tua kamu tahu kelakuan anaknya."

__ADS_1


...***...


__ADS_2