
...***...
Audy menunjuk wanita yang dilihatnya. Mimik wajah Aurel berubah dalam sekejap ketika kedua pasang matanya menangkap seorang wanita yang sedang berjalan menuju mereka.
"Tania!" Aurel dan Audy beradu pandang, mereka panik bukan main.
"Gawat! Cepetan panggil dia, bisa kena amuk kalau dia ketahuan!" Audy kelabakan.
"Oke, kalau gitu kamu coba hadang Tante Sonya."
"Iya. Cepetan pergi!"
Aurel mengangguk pelan lalu cepat-cepat berlari menuju arah dimana gedung olahraga tempat Tania berada. Sementara itu, Audy bergegas menghampiri wanita yang tak lain ibu dari sahabatnya itu.
"Tante." Panggil Audy membuat perhatian wanita itu tertuju padanya.
"Audy, kebetulan banget ketemu di sini. Tania mana? Kok nggak bareng sama kamu?" Tanyanya.
"T-tania lagi ke toilet sama Aurel, mereka minta aku buat pergi duluan ke kantin. Katanya mereka bakalan nyusul nanti. Tante sendiri kenapa di sini?" Audy balik bertanya.
__ADS_1
"Tante mau ketemu sama Tania, ada urusan keluarga yang harus di selesain. Makanya Tante ke sini buat jemput Tania."
"Ma-maksudnya Tan? Jadi tadi bakalan pulang lebih awal?"
"Iya, izin setengah hari."
"Tapi… Tania nggak cerita sama aku atau Aurel kalau dia bakalan masuk setengah hari."
"Itu karena urusannya mendadak."
"Oh…"
"Kalau gitu, biar Tante susul aja ke toilet." Sonya melangkah siap untuk pergi tapi cepat-cepat Audy menahannya.
"Oke."
"Kalau gitu ayo pergi. Kantinnya sebelah sini, Tan." Audy menunjukkan jalan menuju kantin. Tiba di kantin, Audy segera mencari tempat duduk dan membawa Sonya duduk bersama dengannya.
"Tante mau apa? Biar Audy pesenin." Kata Audy begitu mereka tiba di kantin.
...*...
__ADS_1
Aurel mempercepat langkah kakinya begitu ia semakin dekat dengan letak dimana gedung olahraga yang ditujunya itu berada. Saat melihat pintu masuk gedung itu, Aurel segera berlari masuk ke dalam sana dan cepat-cepat mencari Tania. Aurel segera berlari menghampirinya saat menemukan keberadaan gadis itu.
"Tania!" Panggil Aurel yang dalam sekejap membuat perhatian Tania di sana beralih padanya.
"Aurel." Tania menatapnya dengan raut wajah bingung, gadis yang menjadi sahabatnya itu kini sudah berdiri di hadapannya sembari berusaha mengatur napasnya yang tersengal. "Kamu kenapa?" Tanya Tania dengan raut wajah bingung, ia tidak mengerti kenapa sahabatnya itu lari-larian seperti sekarang.
Aurel yang melihat botol berisi air minum lalu di raih dan di bukanya. "Aku minta minumnya dikit," ujarnya sembari meneguknya hal itu membuat Tania terkejut.
"Aduh, Aurel! Itu bukan punyaku. Itu punya kak Axelle." Jelas Tania yang dalam seketika membuat Aurel tersentak kaget dan spontan menyemburkan air dalam mulutnya.
"Apa?" Aurel menatapnya dengan raut wajah terkejut.
PLAKKK!!
Tanpa aba-aba lebih dulu seorang gadis mendaratkan satu tamparan keras di wajah Aurel, membuat semua orang tersentak kaget dibuatnya.
Aurel meringis kesakitan, matanya berkaca-kaca ketika pipinya mulai terasa perih bercampur panas.
Tania speechless, matanya melotot nyaris keluar saking terkejutnya. Ia beralih pandang pada gadis yang baru saja tiba di hadapannya dan menampar sahabatnya itu.
"K-kak Olivia…"
__ADS_1
...***...