Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 36


__ADS_3

***


"Iya!" Arvin kemudian membuka mulutnya dan meminumnya. Saat tengah minum gelas di tangan arvin di tepuk perlahan oleh Aqilla agar semua teh hangat itu masuk ke dalam mulut arvin. Tindakan itu membuat Arvin tersedak


"Uhuk! Uhuk!" Arvin tersedak.


"Aduh! Maaf, biar aku ambilin minum ya!" Ujar Aqilla seraya berlari menghampiri dapur untuk mengambil kan air putih untuk Arvin.


"Ini minum!" Ujar Aqilla seraya menyodorkan gelas di tangannya, dan Arvin kemudian meneguknya.


"Lo kenapa si? Mau bunuh gue?" Ujar Arvin kesal.


"Ya nggak lah, aku cuma mau kamu minum semuanya!"


"Curang Lo!"


"Ya maaf, lagian itu juga demi kebaikan kamu!"


"Ah udahlah! Sekarang keluar!"


"Tap—"


"Tapi apa? Lo mau liat gue ganti baju?"


"Hah? Nggak lah! Ya udah aku keluar!" Ujar Aqilla segera berjalan keluar dari dalam kamar Arvin dan pergi menghampiri dapur hendak menaruh dua gelas kosong di tangannya.


Setelah kejadian malah itu semua pun kembali tidur di kamar masing-masing, begitu pula dengan aqilla.


Pagi pun tiba, dan hari telah berganti. Jam di atas nakas dekat tempat tidur Aqilla menujukkan pukul setengah enam tetapi Aqilla masih terlalu lelah untuk bangun. Aqilla masih tertidur lelap.


"Tok! Tok! Tok!" Perlahan pintu kamar Aqilla di ketuk oleh seseorang.


"Siapa?" Teriak Aqilla yang mulai terbangun.


"Non! Buka pintunya" ujar seseorang di baik pintu itu yang tak lain adalah bi Alice.


"Ada apa bi?" Tanya Aqilla seraya bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan menghampiri pintu, membuka pintu dan menatap ke arah bi Alice yang kini tengah berdiri di depan pintu tepat di hadapan nya.


"Tuan arvin sakit! Demamnya makin naik!" Ujar bi Alice panik


"Apa?" Sontak Aqilla terkejut dan bergegas berlari menghampiri kamar Arvin dengan bi Alice.


Setibanya di kamar Arvin, aqilla melihat Arvin yang tengah di bujuk untuk makan oleh papa nya.


"Arvin!" Panggil Aqilla pada arvin, Arvin menoleh ke arah Aqilla.


"Om! Biar qilla aja!" Ujar Aqilla pada Evan, Evan kemudian memberikan piring berisi makanan di tangannya pada Aqilla. Kemudian melanggeng pergi di temani dengan sam.


"Kamu masih gak mau makan?" Tanya Aqilla yang hanya di jawab dengan gelengan kepala oleh Arvin.


"Hah!" Aqilla menghela nafas kemudian mengecek suhu tubuh arvin menggunakan tangannya


"Suhu tubuh kamu makin naik lho! Kamu harus makan!"


"Gak mau! Gue gak laper!"


"Mau sampe kapan kamu nyiksa diri kamu sendiri kayak gini?"

__ADS_1


"Sampe Lo sadar sama kesalahan Lo!"


"Kesalahan? Ya kan aku udah tanya sama kamu kesalahanku apa! Tapi kamunya gak mau bilang!"


"Kan udah gue bilang pikirin sendiri!" Ujar Arvin yang kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah lain


"Kamu kompres dulu ya?"


"Nggak! Gue gak mau!" Ujar Arvin, tanpa pikir panjang Aqilla berjalan menuju arah dapur hendak mengambil baskom dan handuk kecil serta air untuk mengompres Arvin.


Setibanya di kamar Arvin Aqilla segera mengompres arvin.


"Gue bilang gak mau!" Ujar Arvin kesal.


"Pokoknya harus mau!" Ujar Aqilla yang kini mulai merasa bahwa kesabaran nya hampir habis.


"Gue gak mau qill!" Ujar Arvin sekali lagi. Tetapi Aqilla tak bergeming, kini tangannya memegang handuk kecil basah itu untuk menahan agar tak lepas dari kening Arvin.


"Udah kamu tidur aja! Biar aku kompres kamu!"


"Nggak! Gue gak mau tidur!"


"Kenapa?"


"Gue takut, pas gue tidur Lo pergi!"


"Ya emang aku harus pergi, kan aku harus sekolah! Ntar kan masih ada Bi alice yang bakalan gantiin aku buat ngompres kamu.


"Nggak! Gue cuma mau di kompres sama Lo!"


"Manja banget si!"


"Jadi kalo aku rawat kamu sampe sembuh kamu bakalan maafin aku?" Tanya Aqilla.


"Nggak!"


"Hah? Kenapa?"


"Ya, gue bakalan maafin Lo kalo Lo udah inget dan ngakuin kesalahan Lo itu sama gue!"


"Ya kalo gitu sama aja kayak bohong!"


"Ya pokoknya Lo harus ngakuin dulu kesalahan Lo sama gue baru gue bakalan maafin Lo, dan sebegai permintaan maaf nya Lo harus rawat gue sampe gue sembuh!"


"Ya udah oke, asalkan dapet maaf dari kamu!" Ujar aqilla pasrah, Arvin tersenyum sambil menatap aqilla. Kemudian ia bangun dari posisinya saat ini.


"Eh, mau kemana? Udah tiduran dulu! Kan lagi ku kompres!" Ujar Aqilla, Arvin kemudian mendekat ke arah Aqilla dan merebahkan kepalanya di paha aqilla.


"Gue mau di kompres, tapi gini aja! Biar Lo nggak bisa kemana-mana!"


"Arvin, tapi aku harus sekolah!"


"Nggak pokoknya buat hari ini Lo izin buat jagain gue!"


"Tapi Arvin aku nggak mau bolos sekolah sehari pun!"


"Nggak pokoknya Lo harus rawat gue seharian penuh! Titik!" Ujar Arvin yang kemudian mulai memejamkan matanya dengan satu tangannya memegang tangan aqilla.

__ADS_1


"Yah, sekarang aku gak bisa kemana-mana!" Batin aqilla.


"Aqilla ini udah jam enam! Kamu gak sekolah?" Tanya Sam yang baru saja tiba di kamar Arvin.


"Om, hari ini qilla izin mau rawat aku!" Ujar Arvin dengan mata terpejam.


"Beneran qill?"


"Ya mau gimana lagi om?"


"Ya udah kalo gitu om bikinin surat buat ke sekolah ya!"


"Makasih om!" Ujar Arvin lagi masih dengan mata terpejam. Sam hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian melanggeng pergi meninggalkan Aqilla dan Arvin berdua.


Aqilla masih mengompres kening Arvin, sedangkan Arvin terpejam sambil tersenyum nakal ke arah Aqilla.


"Ngapain senyum-senyum!" Ujar Aqilla kesal seraya mencubit pelan hidung Arvin.


"Seneng?" Tanya qilla. Arvin kemudian meraih tangan Aqilla yang mencubit hidung nya


"Gue seneng banget!" Ujar Arvin sambil tersenyum puas.


 


"Iiihh! Ngeselin kamu ya!!" Ujar Aqilla seraya memukul pelan tubuh arvin dengan tangannya.


"Aww! Sakit qill! Lo jahat ya, orang lagi sakit Lo gebukin!"


"Ya lagian kamu ngeselin!"


"Tapi gue seneng Lo ada sedeket ini sama gue! Gue harap Lo nggak bakalan pernah pergi dari sisi gue! Gue butuh Lo!"


"Udah ah! Tidur aja, orang yang lagi sakit nggak boleh banyak ngomong!" Ujar Aqilla


"Ya udah gue gak bakalan ngomong lagi asalkan Lo nggak pergi!"


 


 


"Tapi aku pipis!"


 


"Ya udah Lo pipis dulu Aja di kamar mandi gue!"


 


"Ya udah kalo gitu!" Aqilla kini melanggeng menuju arah kamar mandi. Sementara Aqilla di kamar mandi, Arvin beranjak dari tempat tidurnya dan meraih kunci pintu kamarnya dan mulai mengunci pintu kamarnya itu. Kuncinya ia sembunyikan di balik bantal. Dan kini Arvin mulai berpura-pura tertidur.


 


 


"Arvin udah tidur?" Ujar Aqilla seraya menatap Arvin yang kini tengah tertidur.


 

__ADS_1


"Ya bagus deh jadi aku bisa pergi!" Aqilla melangkahkan kakinya menuju arah pintu keluar kamar tetapi begitu ia mencoba membuka pintu itu, pintu itu tak bisa di buka.


__ADS_2