
...***...
Tania:
Ahh, syukur aku seneng dengernya.
Audy:
Syukur deh kalo udah ketemu. Btw ketemunya dimana?
Aurel:
Di kolong meja Tania, dia naruhnya sembarangan -_-
Untung aja nggak ilang.
Audy:
Parah sih, ini makhluk satu.
Tania:
Hehe, ya maaf. Aku kan pelupa orangnya. Jadi maklumin aja, kayak baru kenal aku sehari dua hari aja kalian ini.
Eh, btw Dy tadi 'kan kamu ikut bantuin Aurel cari hpnya. Tapi kok nanya 'ketemu dimana?' emangnya kamu nggak jadi bantuin Aurel?
Audy:
Nggak.
Tiba-tiba mama telpon, ngajak aku pergi ke acara rekan bisnisnya. Sekarang aja aku lagi di jalan.
Tania:
Oh… pantesan.
Aurel:
__ADS_1
Kamu sendiri Tan, kok bisa bales chat kita? Emang udah selesai tesnya?
Audy:
Bener, kok bisa?
Tania:
Belum selesai sih, tinggal beberapa soal lagi. Hehe…
Gurunya lagi sibuk sama murid lain.
Aurel:
Dasar
Audy:
Lah… orang yang lagi ngerjain test bisa nyantai gitu ya? Hebat.
Tania:
Aurel:
Udah ah, aku nggak mau ganggu acara kalian. Aku chat cuma mau ngabarin kalo hp-ku udah ketemu. Gitu aja.
Audy:
Iya, makasih udah ngabarin.
Aku juga nggak mau ganggu acara kalian, terutama kamu Tan. Fokus ngerjain tesnya! Jangan nyontek. Inget! Awas aja kalo hasilnya nanti nggak sesuai harapan, cuma gara-gara kamu ngerjain tes sambil bales chat kita!
Aurel:
Bener kata Audy.
Tania:
__ADS_1
Hehe, iya-iya. Tenang aja, aku yakin nilainya pasti bakalan memuaskan kok.
Audy:
Ya, semoga.
Aurel:
Amin… kalau gitu udah dulu ya. Bye!
Audy:
Bye!
Tania:
Bye-bye~
Aurel mematikan ponselnya, memasukkan benda itu kembali ke dalam kantong rompi yang melekat ditubuhnya.
...*...
BLAM!
Pintu kamarnya di tutup asal. Sudah menjadi hal lumrah baginya saat setiap kali pulang orang pertama yang menyambutnya adalah bi Anita, asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Sejak kecil hingga ia tumbuh beranjak dewasa sampai seperti saat ini, hanya bi Anita satu-satunya orang yang selalu menyambutnya ketika bangun dan pulang sekolah dengan senyuman hangat nan tulusnya. Ya, beginilah jadinya ketika ia harus menghadapi kenyataan memiliki kedua orang tua yang sibuk. Mamanya yang merupakan seorang desainer sekaligus model ternama yang go internasional, membuatnya sulit untuk menikmati waktu bersama. Apalagi kalau mamanya sudah harus menghadapi fashion week yang di gelar di Paris. Akan sangat sulit untuk mengobrol layaknya ibu dan anak dengannya. Di tambah lagi papanya yang bekerja dalam bidang pariwisata dan perhotelan yang memiliki cabang dimana-mana, membuat Aurel semakin merasa tidak memiliki keluarga lain selain Anita dan Juan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dan supir di rumahnya.
Bagus. Setelah ini, hari-hari liburannya pasti dipenuhi dengan keheningan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat ia duduk di bangku SMP.
"Huft~" Aurel menghela nafasnya panjang, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidur. Kedua manik matanya menerawang jauh menatap langit-langit kamarnya.
"Capek banget. Hari ini pelajarannya benar-benar nguras otak sama tenaga." Aurel memonolog. Aurel terdiam sejenak sebelum kemudian ia beranjak bangun dari tempat pembaringannya hendak mengganti baju seragamnya dengan pakaian yang lebih santai.
Selesai mengganti pakaiannya, Aurel lantas sibuk mendengarkan musik lewat ponselnya. Menyumbat telinganya dengan earphone, berusaha menghilangkan keheningan yang menyelimuti kesendiriannya.
...***...
__ADS_1