Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 24


__ADS_3

...***...


"Gara-gara kalian gue jadi telat buat datang nonton Axelle." Gerutu gadis cantik itu sembari terus melangkah dengan posisi kedua tangan yang terlipat di depan dada, wajahnya nampak masam karena ulah kedua temannya; ia jadi harus terlambat untuk datang menonton pertandingan latihan kekasihnya yang sebentar lagi akan melakukan pertandingan dalam waktu dekat.


"Ya, sorry. Kita juga nggak ada niatan buat bikin Lo telat, lagian kejadian yang tadi itu terjadi bukan atas keinginan kita." Sahut Yola.


"Bener." Eva menimpali.


"Udahlah, cepetan jalannya. Gue udah telat banget ini!" Gerutu Olivia sembari mempercepat langkah kakinya yang langkahnya di ikuti oleh kedua temannya dari arah belakang.


"Aku minta minumnya dikit."


"Aduh, Aurel! Itu bukan punyaku. Itu punya kak Axelle." Aurel tersentak kaget dan spontan menyemburkan air dalam mulutnya.


"Apa?" Aurel menatapnya dengan raut wajah terkejut

__ADS_1


Tiba di tempat yang mereka tuju langkah Olivia dan teman-temannya seketika terhenti begitu mendengar suara Tania yang berbicara dengan Aurel yang baru tiba dan langsung meneguk air dalam botol yang di titipkan Axelle padanya. Olivia yang dengan jelas mendengarnya lalu berhenti dan menoleh ke arah dimana Aurel dan Tania berdiri, ditangan Aurel dilihatnya botol milik Axelle.


Olivia mengepalkan tangannya, rasa kesal dalam sekejap menyelimutinya saat dengan lancangnya Aurel meneguk minuman dari botol itu, bahkan Olivia saja tidak pernah di perbolehkan untuk meminumnya.


Olivia berjalan cepat menghampirinya, tiba di dekatnya…


PLAKKK!


Olivia menamparnya keras membuat perhatian semua orang yang ada di dalam sana beralih ke arahnya. Membuat mereka menjadi pusat perhatian. Tania tak bisa berkata-kata, matanya melotot dengan mulut yang menganga terbuka sempurna. Ia terkejut bukan main begitu melihat sahabatnya di tampar tepat di depan wajahnya oleh kakak kelasnya sendiri.



Aurel yang sama terkejutnya hanya bisa diam, otaknya masih berusaha memproses setiap kejadian yang dialaminya. Rasa perih bercampur panas menjalar di area pipinya yang mulai berubah merah. Kedua matanya seketika berkaca-kaca.


"Lancang banget Lo, main minum aja!" Pekik Olivia bersungut-sungut, dengan kasar ia meraih botol di tangan Aurel yang isinya hanya tinggal seperempatnya lagi. Aurel menundukkan kepalanya, ia bungkam tanpa bisa berkata-kata.

__ADS_1


"K-kak Olivia maafin Aurel, dia nggak sengaja. Dia nggak tahu kalau ini air minumnya kak Axelle." Tania berusaha membantu. Olivia mendelik ke arahnya, membuat Tania dalam seketika mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tatapan gadis itu tampak sangat menakutkan ketika sedang marah.


"Asal Lo tahu aja, botol ini adalah botol kesayangan Axelle. Dan nggak boleh ada orang lain yang minum pakai botol ini! Gue aja bahkan nggak berani." Bentaknya lagi.


"M-maaf, aku nggak tau…" gumam Aurel dengan kepala tertunduk. Teriakan Olivia yang membuat ruang olahraga gaduh mendadak membuat fokus Axelle dan timnya buyar dalam seketika.


Axelle menghentikan permainannya dan menghampiri Olivia yang sedang marah-marah pada Aurel di sana. Gadis itu bahkan menunduk ketakutan.


"Yang, apaan sih? Kok teriak-teriak?" Axelle menghampirinya. Olivia beralih pandang menatap Axelle.


"Ini nih, cewek ini berani banget minum minuman kamu sayang." Olivia menjelaskan. Axelle beralih menatap Aurel yang hanya diam dengan mata yang tampak berkaca-kaca.


"Aurel nggak sengaja kak," ucapnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2