Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 33


__ADS_3

***


Aqilla berjalan melanggeng meninggalkan dapur dan pergi menuju arah kamarnya hendak merenung dan berpikir tentang kesalahan apa yang telah ia buat pada arvin hingga Arvin benar-benar marah dan tak mau makan.


Sudah satu jam berlalu sejak Aqilla masuk ke kamar untuk merenung dan berpikir tetapi tak ada jawaban dari pertanyaan itu. Sekarang Aqilla malah tambah bingung, tambah khawatir dan tambah merasa bersalah.


"Arrrggghhh!!!!" Aqilla kesal, ia benar-benar tak bisa mengingat tentang kesalahan apa yang ia perbuat.


"Udah satu jam mikir tapi malah blank nggak ada yang aku ingat sama sekali. Duh haus minum dulu kali ya!" Aqilla kini berjalan menuruni tangga menuju arah dapur.


Sesampainya di dapur Aqilla segera membuka lemari es dan mencari minuman segar untuk menjernihkan pikiran nya.


"Akhirnya lega juga!" Ucap Aqilla seraya menaruh kembali gelas di tangannya ke atas meja makan.


Setelah selesai minum kini Aqilla berjalan menaiki tangga hendak kembali ke kamarnya.


"Eh, om udah pulang?" Tanya qilla pada Sam dan Evan yang tengah berjalan memasuki rumah dengan menenteng tas kantor di tangannya.


"Eh qilla, iya nih baru pulang!" Sahut Evan .


"Oh iya om, Arvin kayaknya sakit deh, soalnya tadi tubuhnya panas banget!"


"Ooh, biasa! Kalo lagi marah emang kayak gitu. Tenang aja ntar juga sembuh sendiri!"


"Tapi om, kalo makin parah gimana? Lagian Arvin belum makan sama sekali dari kemaren!"


"Nggak usah di khawatirin dia emang kayak gitu, kalo ngambek nggak suka sampe sakit! Lagian dia juga udah gede ini, nggak usah di manjain ntar ngelunjak!" Ucapan Evan spontan membuat Aqilla terkejut.


"Ah… gitu ya om!" Aqilla Kemudian berjalan kembali menuju arah kamarnya. Dirinya merasa tak nyangka dengan apa yang di katakan oleh Evan barusan.


"Pantesan Arvin sikapnya cuek kayak gitu, udah gitu yang tadi di maksud Arvin soal nggak ada yang perduli lagi itu begini ya?" Batin aqilla.


"Yosh! Aku mau berusaha buat baikan sama Arvin gimana pun caranya aku harus baikan sama dia! Semangat Aqilla!!!" Teriak Aqilla menyemangati dirinya.


"Oke kalo gitu yang harus aku lakuin sekarang aku haru coba lagi buat ngomong sama Arvin!" Aqilla kini berjalan menuju arah kamar arvin.


"Arvin!" Ujar Aqilla seraya membuka pintu kamarnya Arvin


"Apalagi? Lo mau ngapain lagi kesini? Kan udah gue bilang nggak usah sok perduli sama gue! Udah pergi sana, ganggu aja tau gak!"


"Nggak! Aku nggak bakalan pergi sebelum aku baikan sama kamu!"


"Ya, terserah deh!" Ujar Arvin yang kini kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Aqilla berjalan perlahan menghampiri ranjang Arvin dan duduk di tepi ranjang menatap ke arah Arvin

__ADS_1


"Kamu belum makan?" Tanya Aqilla pada Arvin.


"Gue gak laper! Mendingan Lo bawa lagi aja tuh makanan!"


"Kamu harus makan, jangan sampe nggak makan! Ntar kamu makin sakit gimana?"


"Gak perduli gue! Biarin aja gue sakit!"


"Aku ngerti kamu marah, cuman jangan kayak anak kecil gini! Cuma gara-gara marah sama aku kamu sampe nggak mau makan dan nggak mau keluar kamar, kayak cewek aja!" Ujar Aqilla meledek.


"Bodo!" Ujar Arvin tak perduli.


"Hah!" Aqilla menghela nafas.


"Ngapain Lo masih disini? Pergi sana! Gue gak butuh orang kayak Lo!'


"Nggak, aku nggak bakalan pergi! Aku bakalan nungguin dan jagain kamu disini!"


"Buat apa?"


"Supaya kamu tau kalo aku ini benar-benar perduli sama kamu!"


"Ya udah terserah Lo aja! Gue gak perduli, gue mau tidur! Jangan gangguin gue!" Ujar Arvin yang kemudian memejamkan matanya dan mulai terlelap tidur.


"Astaga panasnya makin naik!" Menyadari suhu tubuh arvin yang semakin panas Aqilla segera pergi ke dapur untuk mengambil air dan handuk untuk mengompres kening Arvin agar suhu tubuhnya turun.


"Bi! Ambilin handuk kecil dong buat ngompres!" Ujar Aqilla pada bi aluce setibanya ia di dapur.


"Ah, baik non!" Ujar bi Alice yang segera pergi mengambilkan handuk kecil sedangkan kini Aqilla tengah mengisi baskom dengan air panas untuk mengompres Arvin.


"Ini non!" Ujar bi Alice sembari menyodorkan sebuah handuk kecil di tangannya ke arah Aqilla.


"Makasih bi!"


"Emangnya buat apa non?'


"Arvin demam, dan suhu tubuhnya makin naik!"


"Gitu ya non!"


"Iya bi, ya udah aku naik dulu ya mau ngompres dulu Arvin!"


"Iya!"

__ADS_1


Aqilla kini berjalan menaiki tangga menuju arah kamar Arvin.


"Ceklek" pintu kamar Arvin di buka, Aqilla berjalan menghampiri ranjang Arvin dan duduk di tepi ranjang mencoba membalikan tubuh arvin agar tidur terlentang.


"Ngapain si?" Tanya Arvin seraya membuka mata menatap Aqilla.


"Diem! Kamu lagi sakit, suhu tubuh kamu makin naik. Kalo nggak di kompres ntar nggak turun-turun suhunya!" Ujar Aqilla yang kemudian meletakkan handuk kecil yang sudah di basahi oleh air di dalam baskom ke kening Arvin. Arvin hanya diam dan kini ia menatap Aqilla yang penuh ketulusan merawatnya, padahal mereka kenal baru beberapa hari tetapi Aqilla sangat perhatian pada dirinya.


"Qill, kenapa Lo perhatian gini sama gue? Padahal kan gue lagi marah sama Lo!"


 


"Ya marah boleh aja, asalkan tetep peduli! Aku lakuin ini supaya kamu percaya kalo aku bakalan selalu ada buat kamu! Jadi kamu nggak usah terus-menerus ngerasa kalo nggak ada yang care sama kamu!"


 


"Makasih ya qill, gue jadi nggak enak sama Lo!" Ujar Arvin merasa agak bersalah.


 


"Udah gapapa! Gak masalah kok buat aku" ujar Aqilla seraya tersenyum manis ke arah arvin dan di balas senyuman mempesona dari Arvin.


 


"Jadi kita baikkan nih?" Tanya aqilla.


 


"Siapa bilang?" Ucap Arvin dengan nada agak ketus, Aqilla merasa kecewa usahanya yang ini gagal


 


"Gapapa! Aku bakalan coba lagi!" Batin aqilla


 


"Kamu belum makan! Makan dulu ya? Biar aku ambilin!" Ujar Aqilla sembari bangkit dari duduknya hendak pergi mengambilkan makan untuk Arvin tetapi Arvin segera mencegah Aqilla, ia memegang tangan Aqilla


 


"Nggak perlu! Gue nggak laper!" Ujar Arvin sambil memegang tangan Aqilla mencegah nya untuk pergi mengambil makanan


 

__ADS_1


"Kalo kamu nggak makan nanti kamu makin sakit!"


__ADS_2