
...***...
"Ini bukunya." Tuturnya begitu buku itu berhasil dibawanya, ia menyodorkan bukunya pada Aurel.
"O-oh… makasih." Aurel meraihnya dan memeluk buku yang baru di bawakan oleh Delvin.
"Lain kali, kalo kamu butuh bantuan kamu bisa cari orang di sekitar kamu dan minta bantuan sama mereka. Kalau misalkan kamu butuh bawa buku di rak paling atas, jangan kayak tadi. Itu berbahaya, kamu bisa jatuh."
"Iya… sekali lagi makasih."
"Sama-sama, ada lagi yang bisa aku bantu?"
"Oh, aku lupa. Aku butuh dua buku lagi buat Tania sama Audy." Jelasnya. Delvin meraih dua buku lagi dan memberikan bukunya pada Aurel.
"Udah, itu aja?" Tanya Delvin lagi begitu ia memberikan dua buku yang sama pada Aurel. Total buku yang kini digenggamnya adalah tiga buku.
"Ya, makasih banyak sekali lagi karena kamu udah bantuin aku." Aurel mengangguk pelan.
"Bukan masalah, anggap aja ini sebagai balasan karena waktu itu kamu udah ngasih aku tisu."
__ADS_1
"Oh. Omong-omong kamu gapapa 'kan? Kondisi kamu baik-baik aja 'kan?"
"Aku baik-baik aja. Lagian aku gapapa, mimisan kayak waktu itu udah biasa. Kalo aku terlalu kecapekan belajar pasti kayak gitu."
"Gitu ya…"
"Iya, bukan masalah serius. Udah sering juga kok, bahkan aku udah sempet periksa ke dokter juga. Oh ya, omong-omong aku harus pergi sekarang. Ada banyak buku yang harus aku cari, kalau kamu udah nggak butuh aku; aku boleh pergi sekarang?"
"Iya… silahkan."
"Kalau gitu, aku duluan." Delvin beranjak pergi meninggalkan Aurel yang kini memandanginya dengan sebelah tangan melambai pelan ke arahnya.
"Kayaknya dia emang baik-baik saja," gumam Aurel pelan.
...*...
"Aku udah mulai lapar, kamu udah temuin semua buku-buku yang kamu butuhin gak? Kalau udah, ayo ke kantin." Tania merengek, perutnya sudah benar-benar keroncongan minta untuk diisi.
__ADS_1
"Bentar, Aurel aja belum balik ngambil bukunya. Lagian masih ada beberapa buku yang harus aku bawa," tutur Audy yang kini berjalan diantara beberapa rak buku di dekat sana. Sementara dirinya sibuk mencari buku, beda halnya dengan Tania yang kini duduk di meja dengan kepala bersandar pada setumpuk bukunya.
"Lapar…" gumam Tania sembari mengusap-usap perutnya yang kelaparan.
"Aku udah temuin bukunya." Aurel tiba di sana membuat fokus Audy dan Tania beralih padanya yang baru saja tiba di tempat mereka berada. "Aku bawain juga sesuai permintaan kalian," kata Aurel yang kemudian memberikan dua buku lain di tangannya pada Audy dan Tania.
"Udah selesai 'kan? Ke kantin sekarang yuk, lapar," ucap Tania.
"Iya udah, ayo." Audy membereskan buku-bukunya di atas meja dan membawanya di ikuti oleh Tania dan Aurel yang sudah memeluk semua buku-buku yang di pinjamnya dalam dekapan. Mereka bertiga lalu beranjak pergi dari perpustakaan.
...*...
Tiba di kantin, mereka segera mencari tempat duduk yang kosong. Setelah menemukan tempat duduknya, mereka mulai sibuk memesan makanan untuk mereka santap. Tumpukan buku, menghiasi meja tempat mereka duduk.
"Akhirnya perutku bisa diisi." Tania melahap semua makanan yang telah di pesannya, memakan semuanya tanpa jeda sedikitpun.
"Ckckck, kayaknya kamu bener-bener kelaparan."
...***...
__ADS_1