Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 32


__ADS_3

***


"Nah, oke! Sekarang jangan sedih-sedih lagi! Senyum!" Ucap Gabriella pada aqilla, Aqilla pun tersenyum ke arah Gabriella.


Sepulang sekolah, Aqilla segera menelepon pak Alan untuk menjemput nya di sekolah. Setelah mobil yang di kendarai pak Alan tiba di parkiran, Aqilla segera berjalan menghampiri mobil itu dan segera masuk.


"Pak kita langsung pulang ya!"


"Iya non!"


Perlahan mobil yang di tumpangi Aqilla beranjak dari tempatnya saat ini, meninggalkan tempat parkir sekolah Aqilla dan pergi menuju arah rumah aqilla.


Sesampainya di rumah, Aqilla segera masuk dan berjalan menuju arah kamarnya hendak menyimpan tas dan mengganti bajunya.


"Non udah pulang?" Tanya bi Alice pada Aqilla yang kini tengah berada di dapur membawa beberapa makanan.


"Iya bi!"


"Lho non bawa makanan buat siapa?'


"Buat Arvin, pasti dia nggak mau makan kan bi?"


"Iya!"


"Kalo gitu bibi bantuin aku ya"


"Boleh non!"


Kini bi Alice dan Aqilla berjalan menaiki tangga menuju arah kamar Arvin.


"Tok!tok!tok!" Perlahan pintu kamar Arvin di ketuk oleh Aqilla.


"Arvin, bukain pintunya dong!" Pinta Aqilla, tetapi sayangnya tak ada jawaban sama sekali dari balik pintu kamarnya Arvin.


"Bi, Arvin nya ada di dalem kan?" Tanya Aqilla mencoba memastikan.


"Ada non!"


"Arvin?" Panggil Aqilla sekali lagi, tetapi masih tak ada jawaban sama sekali.


"Aku masuk ya!" Ujar Aqilla seraya membuka pintu kamar Arvin dan segera masuk dengan bi Alice. Terlihat Arvin kini tengah tertidur pulas di atas ranjang tidurnya.


"Pantesan nggak jawab! Dia tidur ternyata bi!" Ujar Aqilla pada bi Alice.


"Terus sekarang mau gimana non?"


"Biar aku coba bangunin aja! Itu makannya simpen di meja aja bi!"


"Ooh oke! Kalo gitu bibi balik ke dapur dulu ya, mau beres-beres!"


"Iya bi. Makasih ya!"


"Iya sama-sama"


Bi Alice pun keluar dari dalam kamar Arvin meninggalkan Aqilla dan Arvin berdua di sana. Kini perlahan Aqilla berjalan menghampiri ranjang tidurnya Arvin duduk di tepi ranjang di dekat Arvin yang tengah tertidur pulas.


"Arvin!" Panggil Aqilla mencoba membangunkan arvin, tetapi sayangnya Arvin tak bangun


"Arvin! Arvin bangun! Kamu harus makan, kalo kamu nggak makan ntar kamu sakit!" Ujar Aqilla sembari mengguncang tubuh arvin perlahan tetapi Arvin masih tak bangun.


"Arvin! Bangun! Bangun dong!" Ujar Aqilla sekali lagi. Merasa heran dan penasaran dengan Arvin yang tertidur begitu pulas, akhirnya Aqilla mencoba memastikan apakah Arvin benar-benar tidur atau hanya pura-pura karena mengetahui Aqilla datang.


"Arvin bangun!" Ujar Aqilla seraya menepuk pelan pipinya. Masih tak mau bangun tetapi kemudian Aqilla menyadari sesuatu.


"Arvin?" Aqilla kini mulai panik, Aqilla mencoba memastikkan sekali lagi. Ia memegang kening Arvin dengan punggung tangannya.


"Arvin?" Aqilla semakin khawatir ketika menyadari bahwa tubuh arvin memang panas, tampaknya ia demam.


"Arvin! Bangun! Vin!" Aqilla mencoba membangunkan arvin lagi.

__ADS_1


"Aaarrggghh! Apaan si? Berisik banget" ujar Arvin.


"Vin! Bangun!"


"Ngapain Lo disini? Kan gue masih marah sama Lo!" Ujar Arvin membuka mata dan menatap ke arah Aqilla dengan nada ketus ia berbicara.


"Jangan kayak gitu, aku jadi ngerasa bersalah sama kamu! Kalo aku ada masalah maafin aku!"


"Nggak!"


"Arvin!"


"Udah pergi sana!" Ujar Arvin seraya membalikkan tubuhnya ke arah lain.


"Oke kalo kamu marah sama aku, cuma jangan kayak gini, Jangan nyiksa diri kamu sendiri! Badan kamu panas lho, kamu harus makan. Dari kemarin kamu belum makan apa-apa! Jangan bikin aku khawatir!"


"Khawatir? Bukannya Lo nggak perduli ya, sama gue?"


"Nggak, aku perduli sama kamu!"


"Nggak usah sok perduli deh! Udah pergi sana!"


"Tapi aku beneran perduli sama kamu, lagian kamu lagi sakit. Aku nggak mungkin ninggalin kamu sebelum aku liat kamu makan!"


"Gue nggak mau makan! Perduli amat sama kesehatan gue, mendingan Lo pergi sana! Jalan ke sama pacar Lo itu!" Ujar Arvin dengan sangat sinis


"Arvin! Dia itu bukan pacarku! Dia cuma kakak kelasku, nggak lebih!"


"Bodo! Gue nggak perduli! Udah Lo pergi aja sana"


"Nggak! Aku nggak bakalan pergi sebelum kamu makan!"


"Udah gue bilang! Gue nggak nafsu buat makan!"


"Tapi kalo kamu nggak makan nanti kamu sakit!"


"Ya gapapa, lagian nggak ada yang perduli juga sama gue! Kalo perlu biarin aja gue mati!"


"Halah omong kosong! Gue udah percaya lagi sama Lo qill!"


"Arvin! Jangan kayak gini! Kalo kamu marah sama aku ntar nggak aku nggak punya temen buat ngobrol lagi dong, terus aku khawatir kalo kamu sakit ntar gimana kalo kamu di bawa pulang sama om Evan ke Amerika lagi? Terus kita nggak bisa ngobrol lagi. Adan aku jadi kesepian lagi deh!" Ujar Aqilla menundukkan kepala dengan raut wajah murung.


 


"Peduli apa Lo sama gue? Lo tuh sama aja kayak yang lain, nggak perduli sama gue! Sama perasaan gue juga!"


 


"Sebenernya kamu itu kenapa? Aku bikin salah apa sampe kamu marah kayak gini sama aku?"


 


"Pikirin aja sendiri!"


 


"Arvin! Kalo kamu nggak ngomong, aku nggak bakalan tau!"


 


"Ya bagus, lebih baik Lo nggak tau!"


 


"Lho kok gitu?"


 


"Udah pergi sana! Gue pusing mau tidur!"

__ADS_1


 


"Tap—"


 


"PERGI"


 


 


"Ah, oke!" Aqilla kini berjalan meninggalkan kamarnya Arvin, menutup pintu kamarnya dan setelah itu Aqilla pergi ke dapur untuk bertemu bi Alice dan berbicara beberapa hal.


 


"Bi!" Panggil Aqilla pada bi Alice.


 


"Ya? Apa non?" Tanya bi Alice yang masih sibuk mengelap meja di dapur.


 


"Arvin sebenernya kenapa ya bi? Dia nggak masih nggak makan, dia juga masih marah sama aku!"


 


"Emangnya non bikin kesalahan apa? Ayo cerita sama bibi!"


 


"Aku juga nggak tau bi, sejak aku pulang kemaren Arvin udah marah dan aku nggak tau apa salahku!"


 


"Mungkin ada sesuatu yang non lupain yang bikin dia marah!"


 


 


"Tapi apa bi?"


 


"Yang tau jawaban itu cuma non dan non yang harus cari taunya sendiri!"


 


 


"Hah!" Aqilla menghela napas panjang


 


"Aku benar-benar bingung bi! Aku juga ngerasa bersalah, kalo aku kayak gini terus bisa-bisa arvin pulang balik ke Amerika! Aku nggak mau kehilangan Arvin sebelum aku tau kesalahan apa yang aku buat sama dia sampe dia marah kayak gitu sama aku!"


 


"Berarti non harus cari tau sebelum semuanya terlambat non!"


 


"Gitu ya bi! Ya udah kalo gitu, makasih ya bi"


 


"Iya non!"

__ADS_1


 


Aqilla berjalan melanggeng meninggalkan dapur dan pergi menuju arah kamarnya hendak merenung dan berpikir tentang kesalahan apa yang telah ia buat pada arvin hingga Arvin benar-benar marah dan tak mau makan.


__ADS_2