
***
Seusai ganti baju dengan baju santai kini Aqilla dan Arvin berjalan menuju arah ruang makan.
Sesampainya di ruang makan Aqilla segera membuka lemari tempat menyimpan makanan, mencari lauk pauk yang telah di buat oleh bi Alice kemudian memanaskanya setelah itu ia duduk di meja makan dan mulai makan.
"Kamu mau makan?" Tanya Aqilla pada arvin
"Gak!" Ujar Arvin singkat.
"Ya udah!" Aqilla mulai melahap semua makanan di hadapannya dengan semangat. Sedangkan Arvin hanya duduk menatap Aqilla yang tengah makan dengan lahap, Arvin menatap Aqilla sambil sesekali tersenyum melihat cara makan Aqilla.
"Huh? Kenapa?" Tanya Aqilla pada arvin ketika menyadari bahwa dirinya tengah di awasi.
"Nggak!"
Aqilla kembali makan tanpa menghiraukan Arvin yang masih senyum-senyum sambil menatap ke arahnya
"Lo lucu ya kalo lagi makan!" Ujar Arvin pada Aqilla, aqilla seketika terdiam.
"Apa?" Tanya Aqilla mencoba memastikan.
"Nggak!"
"Kamu bilang sesuatu tadi?"
"Nggak, bukan apa-apa! Udah lanjut makan aja!"
"Oke! Oh iya kamu nggak mau makan?"
"Gak, gue gak nafsu!"
"Yakin? Nanti nyesel lho!"
"Nggak! Gue gak mau!"
"Sayang sekali padahal ini makanannya enak banget!" Ujar Aqilla yang kemudian memasukkan makanan ke dalam mulutnya mencoba menggoda Arvin, dan strategi nya berhasil Arvin terlihat sangat ingin memakan makanan yang di makan oleh Aqilla.
"Beneran enak?"
"Iya! Kayaknya ini buatan om Sam deh, soalnya enak banget!" Ujar Aqilla pada arvin, ekspresi Arvin seketika berubah ketika mendengar ucapan Aqilla
"Kamu mau?"
"Nggak!" Ujar Arvin mencoba untuk menahan diri.
"Yakin? Kamu belum makan selama dua hari! Kalo kamu nggak makan nanti kamu makin sakit!" Ujar Aqilla.
"Gue udah sembuh kok!"
"Hah? Beneran?" Tanya Aqilla merubah ekspresi nya.
"Iya gue udah sembuh!"
"Beneran?" Aqilla kemudian menaruh punggung tangannya di kening Arvin mencoba mengecek suhu tubuhnya.
"Ya kan?"
"Iya si, panasnya udah reda! Tapi kamu harus tetap makan!"
"Gak mau!"
"Harus makan, biar kamu bener-bener pulih!"
"Oke gue mau makan!"
"Beneran?" Aqilla kegirangan
"Tapi…"
"Tapi apa?"
"Suapin!"
"Hah?"
"Suapin!"
"Kan kamu punya tangan kenapa harus di suapin?"
"Ya udah gue gak mau makan!" Ujar Arvin yang kemudian melipat kedua tangannya di dadanya.
__ADS_1
"Ya udah aku suapin!" Ujar Aqilla yang kemudian menyodorkan sendok berisi makanan di tangannya ke arah Arvin.
"Buka mulutnya!" Ujar aqilla, Arvin kemudian membuka mulutnya dan mulai makan di suapi oleh Aqilla.
Selesai makan kini Aqilla berjalan menuju arah dapur hendak mencuci piring.
"Lo ngapain?"
"Mau cuci piring! Emangnya kenapa?"
"Lah kan ada Bi alice, ngapain susah-susah cuci piring sendiri?"
"Ya nggak boleh kayak gitu, kalo kita ketergantungan sama orang lain itu gak baik nanti malah jadi manja kayak mau!" Ujar Aqilla seraya meraih spon dan membasuhnya dengar air.
"Ya gue manja juga kan gara-gara gue kesepian!" Ujar Arvin.
"Kamu anak tunggal ya?"
"Iya!"
"Sama kayak aku berarti!" Ujar Aqilla seraya tersenyum ke arah Arvin, Arvin balas tersenyum kemudian ia berjalan menghampiri meja makan hendak mengambil air minum.
"Qill, emangnya jam segini rumah Lo biasa se sepi ini?"
"Iya, kamu juga tau sendiri kan yang tinggal disini cuma berapa orang!"
"Iya!"
"Oh iya, kalo aku lagi sekolah biasanya jam segini kamu ngapain?"
"Gue ikut papa sama om, jam segini biasanya lagi nungguin mereka selesai meeting!"
"Ooh!"
"Qill!" Panggil Arvin kepada Aqilla, kini Arvin tengah berjalan kembali ke arah dapur menghampiri Aqilla
"Hm?" Aqilla masih sibuk mencuci piring.
"Kalo kayak gini serasa udah nikah beneran ya?" Ujar Arvin, berbisik tepat di telinga aqilla. Aqilla spontan terkejut, ia menghentikan aktivitas nya.
"Apa?" Aqilla mencoba memastikan apa yang di dengar olehnya itu salah.
"Ah, nggak! Gue cuma becanda!" Ujar Arvin seraya berjalan menghampiri kursi yang ada di sana dan kemudian duduk.
"Eh, iya ngomong-ngomong kapan kamu balik lagi ke Amerika?"
"Mungkin Senin Minggu depan!"
"Gitu ya, cepet dong!"
"Iya gitu deh!"
"Wah selamat ya, bentar lagi ketemu sama pujaan hati kamu!" Ujar Aqilla seraya tersenyum menggoda Arvin. Arvin hanya terdiam menatap ke arah Aqilla yang sedari tadi sibuk dengan piring kotor. Setelah selesai mencuci piring kotor Aqilla segera membereskannya ke tempatnya.
"Vin?" Perlahan Aqilla memanggil Arvin yang sedari tadi terdiam dan melamun.
"Ya?"
"Kamu kenapa?"
"Gapapa! Gue gapapa kok!"
"Beneran?"
"Iya!"
"Ya udah ayo pergi, udah selesai juga kok!" Ujar Aqilla seraya berjalan meninggalkan dapur dengan diikuti oleh Arvin di belakangnya.
"Qill!"
"Ya?"
"Sebelum gue pergi balik ke Amerika, boleh gak gue minta sesuatu dari Lo?"
"Minta apa?"
"Gue mau, Lo ngabulin permintaan gue!"
"Boleh, asalkan jangan yang aneh-aneh!" Ujar Aqilla seraya duduk di sofa ruang keluarga.
"Nggak aneh-aneh kok!" Arvin kemudian duduk di samping Aqilla.
__ADS_1
"Ya udah apa?"
"Gue pengen ngabisin waktu gue sama Lo!"
"Maksudnya?"
"Ya gue pengen Deket bareng Lo terus sebelum gue balik ke Amerika!"
"Hm… oke!" Ujar Aqilla setuju
"Lo setuju?"
"Iya!"
"Makasih qill!" Ujar Arvin tersenyum senang.
Hari pun berlalu, Aqilla dan Arvin menghabiskan waktu bersama seharian penuh.
Malam pun tiba, Aqilla kini tengah berjalan menuju arah ruang makan hendak makan malam bersama dengan yang lain.
"Malam!" Sapa Aqilla pada Sam, dan Evan yang kini tengah duduk di meja makan menunggu Aqilla tiba.
"Malem!" Ujar Sam dan evan.
"Lho, arvin mana om?"
"Nggak tau, dari tadi belum keluar kok! Mungkin masih marah!"
"Biar aku panggilin ya?"
"Emangnya dia mau?"
"Aku jamin, pasti mau!" Ujar Aqilla optimis, Aqilla kini berjalan menaiki tangga menuju arah kamar Arvin
"Tok!tok!tok!" Perlahan pintu kamar Arvin di ketuk oleh Aqilla.
"Arvin!" Panggil Aqilla.
"Apa?" Jawab Arvin dari balik pintu.
"Makan malem yuk!"
"Bentar!" Ujar arvin, Aqilla kini menunggu Arvin di depan pintu kamarnya.
"Ceklek!" Pintu di buka.
"Ayo!" Ucap Arvin seraya berjalan keluar dari dalam kamarnya, kemudian melanggeng menuju arah ruang makan dengan di temani oleh Aqilla. Di ruang makan Sam dan Evan sempat terkejut melihat Aqilla yang berhasil membujuk Arvin untuk makan malam
"Kalian udah baikan?" Tanya Sam penasaran.
"Nggak!" Ujar Arvin singkat.
"Jadi kamu masih marah sama aku?" Tanya aqilla.
"Iya! Kan udah gue bilang, gue gak bakalan maafin Lo sebelum Lo ngakuin kesalahan Lo sama gue!"
"Aku kira kamu udah lupa soal ini!" Aqilla menunduk murung.
__ADS_1
"Udah ayo makan!" Ujar sam, mereka semua pun makan bersama di atas meja yang sama.