Love In Blue Sky

Love In Blue Sky
Episode 22


__ADS_3

...***...


Tania melangkah masuk ke dalam gedung olahraga yang kini diisi oleh beberapa orang yang tengah duduk di bangku yang ada guna menonton pertandingan latihan Axelle dan timnya. Senyuman tercetak di wajahnya begitu melihat Axelle dan timnya baru saja datang, sekarang sedang bersiap sebelum berlatih.


"Untung aja aku nggak datang terlambat," gumamnya. Tania menghampiri satu bangku paling depan dan duduk di sana. Perhatiannya kini tertuju pada Axelle yang sedang mempersiapkan diri sebelum latihan, cowok itu melakukan pemanasan kecil bersama teman-temannya.


Axelle beralih fokus begitu melihat Tania duduk di sana. Ia berjalan menghampiri Tania dengan botol berisi air minum dan handuk kecil miliknya.


"Lo datang juga ternyata," ucapnya sembari tersenyum ramah ke arah Tania.


"U-udah pasti dong kak." Tania salah tingkah jadinya, senyuman seorang Axelle memang selalu melemahkan setiap orang yang melihatnya.


"Astaga, senyumannya itu lho… nggak baik buat kesehatan jantungku." Tania membatin.


"Ngomong-ngomong gue mau titip botol sama handuk gue boleh gak? Biasanya gue titip ke Olivia, tapi kayaknya dia bakalan telat datang." Axelle menoleh ke arah pintu masuk, ia sama sekali belum menemukan sosok gadis yang dibicarakannya.

__ADS_1


"O-oh, boleh banget kak." Tania sumringah. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan, kapan lagi ia bisa memegang barang-barang milik Axelle? Ini adalah kesempatan langka. Apalagi Olivia—kekasihnya saat ini sedang tidak ada di sana, jadi aman. Karena kalau gadis itu ada di sana, sudah di amuk Tania olehnya. Gadis itu memiliki perangai yang buruk dan tidak segan-segan menindas di depan banyak orang, Tania bahkan sampai tidak habis pikir kenapa Axelle idolanya suka dengan gadis barbar dari jurusan IPS itu. Kalau dari segi fisik, memang… oke lah, Tania akui. Olivia memang cantik, body-nya juga bagus. Apalagi kalau sudah di sandingkan dengan Axelle. Ya… memang couple goals material sih… tapi kalau dari segi sifat dan attitude, ugh… jauhnya bagaikan bumi dan langit.


"Makasih." Axelle kemudian menyodorkan barang-barang yang dibawanya pada Tania. "Jaga baik-baik ya."


"Oke kak." Tania menunjukkan jempolnya, ia kembali duduk di bangku yang ada dan menaruh semua barang-barang Axelle itu di bangku kosong yang berada tepat disampingnya.



...*...


"Kenapa? Udah bosen sama makanan yang sering kamu beli?"


"Iya, soalnya setiap kali jam istirahat pasti belinya itu lagi, itu lagi. Bosen banget. Aku penginnya sih ada menu baru di kantin sekolah kita ini."


"Kamu juga sih, jajannya konsisten banget." Aurel tergelak.

__ADS_1


"Lagian nggak ada yang menarik, makannya aku belinya itu lagi, itu lagi."


"Ya, emang bener sih. Aku juga pengin ada menu baru gitu di kantin, yang lebih menarik dan lebih menggugah selera makan."


"Iya." Sahut Audy. Gadis itu mendadak berhenti ketika mereka tengah berjalan melintasi lapangan, fokus matanya tertuju pada koridor arah gerbang utama berada.


"Dy, kenapa berhenti?" Aurel spontan menghentikan langkahnya begitu sahabatnya itu tiba-tiba berhenti.


"Ada yang nggak beres." Kata Audy dengan tatapan terkejutnya memandang ke arah Aurel.


"Maksud?" Aurel menaikkan sebelum alisnya bingung.


"Itu!" Audy menunjuk wanita.


...***...

__ADS_1


__ADS_2