Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 10


__ADS_3

" Hei nona kenapa kau berada disini? " seorang brandal di samping Hana dengan hidung berdarah perlahan menggeser posisi duduknya lebih rapat ketubuh wanita cantik itu, ia lalu menengadah membetulkan letak tisu yang disematkan disalah satu lubang hidungnya.


Hana menoleh, ia sadar arah suara itu sangat dekat dari wajahnya, namun ia tak begitu khawatir Hana adalah gadis polos yang tidak tahu betapa mengerikannya kelakuan dunia malam saat ini , matanya menatap kosong melewati dua bola mata yang menatapnya dengan penuh rasa kagum bercampur nafsu.


" Ah aku sedang mencari keluargaku, polisi akan membantuku menemukannya " jawab hana polos sembali mengulas sebuah senyuman. Pria disampingnya sadar jika tatapan Hana melewati dirinya , ia mengibaskan tangannya beberapa kali didepan wajah Hana dan yah gadis itu sama sekali tak bergeming.


" Nona kau buta ? " tanya pria itu lagi, matanya tertuju pada tongkat digenggaman Hana yang juga masih memegang secarik kertas dari Hoon. Tidak diragukan lagi gadis ini benar benar buta, ah sayang sekali ia tak dapat melihat wajah cantiknya sendiri ! pikir pria itu.


" Ah iya..." jawab Hana singkat dan sekali lagi mengulas sebuah senyuman


Pria tadi menarik tubuhnya sedikit jauh dari hana , dan kembali duduk mendekati seorang teman dengan kumpulan lebam membiru disekitar matanya.


" Hei lihat gadis disebelah, sangat cantik bukan? " Bisik pria itu, pria yang satunya lalu menoleh kearah Hana, matanya sudah sangat sulit untuk melihat namun herannya ia sama sekali bisa melihat wajah Hana yang rupawan dengan sangat jelas.


" Daebak apa dia Idol ? "


" Idol ? dia buta hehe " ucap pria pertama terkekeh dengan nada sedikit mengejek


" Wah sayang sekali, bayangkan berapa banyak uang yang dikeluarkan para Idol hanya untuk wajah seperti itu, tapi dia akhhhhh sayang sekali " pria kedua memukul pahanya kuat " aduuhhh " dan mengaduh kesakitan sepertinya ada memar yang belum disadarinya.


Telinga Hana memerah , apa ini yang disebut pelecehan verbal ? entah mengapa ada rasa sedih saat mendengar dua pria itu membicarakan kekurangannya, meski mereka menyelipkan beberapa pujian juga mengenai wajahnya.

__ADS_1


" Hei nona, boleh aku duduk disampingmu? " tanya pria kedua sambil tersenyum penuh makna, ia mengguncang guncangkan tubuh pria yang pertama agar berpindah tempat disisi sebelah Hana, Kini Hana duduk diapit dua brandal itu.


" Hei apa yang kau lakukan kembali ketempat mu !" pekik polisi kuat dari balik mejanya dan sedari tadi mengamati dua pria itu.


" Kami hanya berkenalan pak" elak pria dengan mata biru lebam " benarkan nona?" ia berusaha mencari pembenaran namun hanya mengukas sebuah senyum bingung.


" Kembali !" seru polisi itu tegas, sorot matanya kali ini tak main main dua pemuda itu pun menurut mereka bahkan membuat jarak yang cukup jauh dari Hana meski sesekali masih mencuri pandang kearah Hana.


setelab beberapa menit berlalu polisi tadi kembali sibuk dengan komputer dihadapannya, ia yakin dua brandal itu sudah tak berani mengganggu gadis buta itu.


" Maaf sekarang sudah pukul berapa?" tanya Hana sambil menoleh kearah dua pemuda yang kini lebih waspada dengan gerak geriknya sendiri, dua pemuda itu melirik polisi yang tidak begitu jauh dari hadapannya memastikan dua pasang bola mata sangar itu sedang tidak mengawasi mereka.


" Pukul sepuluh " jawab salah satu pemuda itu singkat sesaat setelah melihat jam dinding yang terpatri didinding.


Hana bergidik, padahal pemanas ruangan sedang tidak bermasalah, hawa dingin yang dirasakannya seperti mendesir dari dalam dan menjalar hingga keseluruh tubuhnya , aku takut ! Hana membatin kuat, biasanya jam seginini ia sudah terlelap, apa yang sebenarnya terjadi padanya ? mengapa ayah yang dicintainya meninggalkannya ? ah ... ia menggelengkan kepala kuat, mungkin ayahnya juga sedang kebingunan mencarinya! Harusnya ia tidak meninggalkan taman bermain bagaimana jika ayahnya menunggunya disana ? Hana berusaha meyakinkan diri, Ia berdiri dan hendak menghampiri pak polisi agar mengantarnya saja ketaman bermain tempat ia semula, Hana tahu persis tempat itu karena mendengar Hoon saat menyebutkan alamat taman bermain tempat ia ,menemukan Hana kepada polisi.


" Anak tidak tahu diri ! " teriak seseorang, sstt..Hana menghentikan langkahnya dan seketika berdiri mematung sambil memegang tongkat lipatnya menunggu apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya yang sangat asing ini.


Dengan tergopoh gopoh seorang wanita tua bertubuh gempal berlari masuk kekantor polisi" Hei brengsek ! " pekik wanita itu , ia lalu memukul bahu pria disamping Hana.


" Ampun Ibu ..." pinta salah satu pemuda yang tengah teraniaya itu sambil menyatukan kedua tangannya didepan dada masih sambil mengaduh kesakitan sedangkan pemuda yang satunya bersembunyindi balik meja polisi. Namun wanita tua yang dipanggilnya ibu tak bergeming masih memukul anaknya sembari memaki dan memcacinya dengan kata kata yang sama sekali belum pernah didengar Hana sebelumnya.

__ADS_1


" Dasar...kau anak brengsek , aku menyekolahkanmu agar menjadi anak yang berguna bukan justru terlibat dalam tawuran! kau memang kurang ajar @%#*#*?@," Makian ibu itu semakin menjadi, ia menarik kerah baju putranya hingga tersungkur dilantai, sambil bersujud anak itu terus memohon ampun pada ibunya. mereka berdua menjadi pusat perhatian , beberapa polisi hanya menonton sambil mendecakkan lidah dan kembali melanjutkan aktivitasnya mengintrrogasi beberapa pelaku tawuran yang lainnya, kebetulan dua pemuda disamping Hana sudah melalui tahap itu dan tinggal menunggu keluarga mereka untuk menjemputnya serta membuat surat pernyataan.


Amarah ibu itu semakin menjadi ia mengangkat kerah baju putranya itu dengan kedua tangan gemuknya lalu menghempaskan tubuhnya kuat kelantai, pemuda itu terpelanting cukup keras sehingga salah satu bagian tubuhnya menyenggol kaki Hana dan membuat tubuh gadis buta itu ikut tersungkur tongkatnya pun terhempas jauh.


" Sudah Cukup !" bentak salah satu polisi, ibu dan anak itupun seketika menghentikan pertikaiannya, Sekonyong konyong Hoon berlari menghampiri Hana...


" Hari sshi...Kau kau tidak apa ? "


" Ahjussi " pekik Hana yang sudah menebak siapa sosok yang kini tengah membantunya berdiri, " Aku baik baik saja " lanjut Hana


" Apa yang kau lakukan ! " Hardik Hoon pada dua orang dihadapannya, karena ia menyaksikan sendiri bagaimana ibu itu menjatuhkan anaknya sehingga membuat Hana ikut terjatuh.


Dua orang itu tak berkutik menyaksikan wajah merah padam milik Hoon darahnya mendesir lirih , seakan dua bola matanya seakan hendak melompat dari tempatnya.


"Aku tidak apa apa Ahjussi " Hana mencoba menenagkan ia tahu betul nada suara Hoon saat ini tengah begitu emosi.


" Kau tidak apa apa nona ? " Polisi yang menangani kasus Hana ikut menimpali, ia kini sudah berdiri diantara Hoon dan Hana sambil memegang pundah Hana.


Hoon menoleh dan menarik tangan Hana hingga tubuh Hana merapat karahnya.


" Aku akan membawanya pak " ucap Hoon pada pak polisi dihadapannya

__ADS_1


" Tapi kami sedang berusaha " yah polisi itu memang sedari tadi mengumpulkan data data penduduk dengan nama yang disebutkan Hoon.


" Tidak perlu aku akan membawanya ! " tukas Hoon sembari menarik kuat tangan Hana, berlalu meninggalkan ruangan pelayanan publik itu, mengabaikan beberapa pasang mata yang menatap kepergian mereka.'


__ADS_2