Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 2


__ADS_3

Jang won shik terkekeh, ia tak percaya dengan seluruh gambar di layar monitor yg terpampang dihadapannya.


"Pak Jang anda harus segera dirawat, kondisi anda tidak sedang baik baik saja," jelas Dokter Yoon yang baru saja menjelaskan arti dari gambar Rontgen dan MRI kepala Jang won shik ayah Hana, "anda tidak bisa terus menerus mengandalkan obat obatan anda butuh perawatan" lanjut dokter Yoon lagi


"Biarkan aku berfikir sejena" pak Jang berusaha tenang, ia lalu bangkit dari tempat duduknya sudah bosan rasanya mendengar penjelasan dokter mengenai tumor otak yang tengah dideritanya.


"Tapi pak Jang! anda sudah terlalu lama berfikir" Dokter Yoon mencoba menghentikanya, tapi pria tua itu terlalu keras kepala.


"Aku akan kembali nanti" pak Jang hanya mengangkat tangannya dan berjalan tertatih keluar dibantu tongkat kayu hitam di tangan sebelah kanannya, diluar sudah menunggu seorang pengawal berpostur tinggi dengan badan tegap dan bahu yang kejar yang segera menunduk memberi hormat pada atasannya, mereka berdua lalu berjalan pelan menyusuri koridor rumah sakit yang sudah nampak sepi, pak Jang sesekali menghela nafas panjang.


"Sudah pukul berapa sekarang?" tanya pak Jang yang ditangannya juga terpasang sebuah jam tangan mewah namun ia terlalu malas untuk mengangkatnya.


"Jam 10 lewat 45 menit pak " jawab Lee Do Hyun pengawalnya sesaat setelah melirik Rolex yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Pak Jang teringat Hana, langkah kakinya terhenti disusul pengawal Lee ia menoleh disebuah jendela besar, langit malam kota seoul begitu gelap namun ia masih bisa melihat butiran salju putih yang saling berjatuhan. Putrinya itu begitu senang dengan setiap salju pertama yang turun dimusim dingin, bukan hanya itu dia begitu menyukai hujan, musim gugur , dan hal menyenangkan lainnya, "Hufht...." pak Jang kembali menghela nafas berat dan menengadahkan wajahnya mengingat betapa cerianya putri semata wayangnya itu.


"Iya pak , baik pak akan saya sampaikan," pengawal Lee menerima panggilan telepon , pak Jang sedikit melirik kearahnya "ini dari pak Park, tutur pengawal Lee seraya kembali memasukkan ponsel kedalam sakunya, "ia menunggu anda di kantor " ujar sang pengawal. pak Park adalah sahabat pak Jang sekaligus rekan bisnisnya yang ia percaya mengelola semua Hotel miliknya di Seoul, Busan dan juga Jeju.


"Antarkan aku kembali ke kantor " perintah pak Jang, kali pincangnya melangkah terburu buru, ia punya firasat baik tentang kabar yang dibawa pak Park kali ini, beberapa waktu lalu ia menyuruh sahabatnya itu untuk mencari putranya yang sudah lama menghilang.


Mobil sedan hitam dengan interior mewah melesat menembus jalanan kota seoul yang sangat sibuk, Pak Jang duduk sendiri di jok belakang sambil memegang ujung tongkatnya dengan kedua tangannya, fikirannya kembali kemasa dua puluh dua tahun silam, saat ia mengusir wanita yang sudah menjadi istrinya selama lebih sepuluh tahun. Ia sama sekali tidak bisa menerima penghianatan seorang wanita yang berani main api dibelakangnya ditambah lagi istrinya kala itu sangat melindungi pria selingkuhannya hingga tak berani menyebutkan namanya. lebih parahnya wanita ****** itu bahkan lebih memilih meninggalkan rumah dengan segala kemewahan nya, dan membawa satu satu nya anak mereka Jang Hoon yang kala itu masih berusia 10 tahun, dari pada harus menyebutkan satu nama yang sebenarnya sudah ia ketahui.


..............

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya?" tanya pak Jang tidak sabar, ia lebih dulu membiarkan pengawal Lee untuk membantu melepaskan mantel panjang berbulu yang dikenakannya lalu di gantung di tiang gantungan yang berdiri tepat di samping meja kerjanya. Pak Jang lalu memberi isyarat jari agar pengawalnya itu meninggalkan mereka berdua.


"Apa kau menemukannya pak Park? " tanya pak Jang lagi, kali ini dua pria tua itu duduk saling berhadapan diantarai sebuah meja besar.


Sebelum menjawab pertanyaan sahabat sekaligus atasannya itu pak Park terlebih dahulu mengangkat sebuah tas jinjing berwarna hitam dan meletakkannya diatas meja, ia mengeluarkan beberapa lembar foto dari dalam tas tersebut.


Tangan pak Jang terlihat gemetar saat meraih selembar foto seorang pria berjas hitam yang dipadukan mantel panjang berwarna senada, di tangan kananya terselip sebatang rokok yang masih menempel di bibirnya . terlihat jelas dari foto itu pria itu tak sadar jika sedang di mata matai.


"Apakah ini hoon? dia Hoon? "


"Benar ini Hoon aku masih bisa melihat wajah kecilnya dulu, dia masih memilikinya " pak Jang menjawab sendiri pertanyaannya, matanya berkaca kaca bibirnya terlihat gemetar saat menyebutkan nama putranya itu, yah putra dari istri pertamanya dahulu. sedangkan Hana adalah putrinya dari hasil inseminasi buatan yang dilakukannya di amerika dengan menyewa rahim seorang wanita yang di bayarnya dengan sejumlah uang yang tidak sedikit.


" Dimana ia sekarang ? " lagi lagi pak Jang bertanya dengan nada tidak sabaran.


" Tidak kawanku, firasatku berkata aku harus menemuinya, kau tidak tau kondisiku...tidak ..aku harus meninggalkan Hana di tangan yang tepat yah ditangan saudaranya. untuk itu aku harus bertemu dengannya jika perlu aku akan berlutut dan memohon pengampunan pada putraku , kini katakan dimana ia sekarang " pak Jang semakin mendesak


" Jang won shik ! " suara pak Park sedikit keras menyebut nama sahabatnya agar pria yang sebaya dengannya itu bisa lebih tenang, pak park bisa merasakan guncangan hebat yang dirasakan pak Jang hanya dengan melihat ekspresi sahabatnya itu , sebenarnya ia tidak ingin membantu pak Jang mencari putranya tapi dia bisa apa satu satunya orang yang dipercayai pak Jang adalah dirinya.


" Kau tau Hana, saat mengetahui keadaan tubuh ku yang sekarang mungkin katup jantung mekanik yang terpasang ditubuhnya akan berhenti berdetak, ia akan merasa sendiri..siapa yang akan menemaninya saat aku tidak ada? kim min jung pengasuhnya? atau kau ? siapa ? kalian semua memiliki kehidupan masing-masing ! aku sangat menyayangi putriku , putriku yang malang yang masih harus meminum obat pengencer darah setiap saat, putriku yang akan lebam bahkan hanya dengan sedikit benturan. apa yang harus aku lakukan jika tidak meninggalkannya dengan orang yang tepat " suara pak Jang bergetar parau saat berbicara mengenai keadaan Hana yang mengalami gangguan jantung sejak lahir.


" Menyerahkan putri kesayanganmu pada musuhmu?"


" Dia putraku!"

__ADS_1


" Tidak lagi setelah apa yang terjadi dengan ibunya "


Mereka berdua saling menghela nafas,


" Mengapa kau begitu pesimis? lakukan perawatan dokter !aku yakin kau bisa sembuh " tegas pak Park


"tapi siapa yang bisa menjamin perawatannya berhasil? bukankah sudah kukatakan aku siap melepas harga diriku agar Hana berada ditangan yang tepat. "


" Baiklah " Pak Park menghembuskan nafas berat sebelum mulai menceritakan informasi yang sudah dikumpulkannya dengan susah payah.


"Saat dibawa bersama ibunya ia tinggal di Osaka Jepang hingga Sekolah menengah pertama, lalu dia kembali ke Daegu dan sekarang tinggal di Incheon"


" Incheon?" pak Jang heran ia fikir selama ini istri dan anaknya hidup nyaman di Jepang bersama laki-laki pilihannya ternyata Hoon selama ini berada didaratan yang sama dengannya.


" Hoon sekarang berusia 32 tahun, ia mengelola sebuah klub malam, serta Hotel Ca1sino kelas 3 "


" hufhttt...." pak Jang menghela nafas panjang ia kembali meraih foto- foto lainnya perawakan Hoon kini memang nampak seperti seorang mafia.



Jung da bin as Jang hana


__ADS_1


Lee soo hyuk as Jang hoon


__ADS_2