Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 33


__ADS_3

"Apa kau yakin tuan Jang sendiri yang ingin Hana pindah kerumah besar?" tanya Ahjumma ragu, saat baru saja membuka pintu untuk pengawal Lee, Ahjumma tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya ketika Hana akan kembali beradaptasi dengan tempat baru.


"Dan lagi aku ragu pengawal Lee,perasaan Hana sepertinya terlanjur dalam pada kakaknya, aku takut nanti akan mempengaruhi kesehatannya" kali ini Ahjumma sedikit berbisik, ia memang belum memberitahu mengenai Hoon yang sebenarnya karena menuruti permintaan pengawal Lee yang juga diperintahkan Pak Park , pria tua berkacamata itu ingin menjadi kejutan bagi keduanya.


Tak lama kemudian Hana yang baru bangun tidur keluar dari kamar dan hanya menggunakan pakaian tidur minim yang sedikit transparan. Pengawal Lee yang masih berdiri diluar pintu sontak membalikkan badannya, tubuhnya seketika berkeringat dingin dengan degup jantung yang cepat.


Ahjumma yang melihatnya pun segera menutup pintu dan meninggalkan sosok Lee do hyun sendirian diluar.


"Ada apa Ahjumma?"Tanya Hana bingung mendengar suara pintu yang dibanting.


"Tidak apa apa anakku sepertinya pintu dikamarku mulai rusak."Bohong Ahjumma yang ingin Hana jadi malu. Tak lama kemudian Bel kembali di tekan sepertinya pengawal Lee mulai bisa mengendalikan situasi.


"Siapa itu Ahjumma?" tanya Hana


"Oh...itu pengawal Lee sepertinya ia akan menjemput kita" Ahjumma pura pura mengetahuinya setelah melihat dari door viewer seolah olah ini adalah kedatangan pertama pengawal Lee. Hana buru buru lari dan masuk kedalam kamar, Kali ini Ahjumma mempersilahkan pengawal Lee untuk masuk dan menunggu mereka bersiap.


...****...


Hoon berjalan menyusuri taman belakang rumah ia tak menyangka masih ada jejak ibunya yang masih tertinggal, Hoon duduk dan menyandarkan tubuhnya pada sebuah batang pohon maple yang diselumuti salju tipis, menjulurkan kaki dan menengadah keatas membiarkan hawa dingin menari disekitar wajahnya. Ibu aku pulang! Hoon membatin , pikirannya melayang pada saat ia dan ibunya sama sama menanam pohon ini di musim semi yang indah. Namun semua sirna saat samar samar ia mendengar dua orang tukang kebun dari arah belakang yang tengah berbincang.


" Kau sudah melihat tuan muda Hoon?" tanya seorang tukang kebun pada rekannya mereka berdua tengah asyik membersihkan sisa sisa salju beku yang licin ditaman belakang.


"Sudah !Daebak pria manapun yang melihatnya pasti iri, bagaimana bisa tuan Jang menyembunyikan putranya selama ini"

__ADS_1


"Bukan hanya putranya ia juga menyembunyikan putrinya, ah aku masih ingat saat nona Hana masih kecil, ia sangat senang berlarian di bawah pohon map- " ujar salah satu tukang kebun sambil menunjuk kearah pohon maple dan mendapati punggung Hoon dari belakang pria itu mulai berjalan sambil membelakangi dua tukang kebunnya yang kini membungkuk memberi hormat dengan kaki bergetar, untungnya mereka tidak bicara sembarangan.


Hoon terkekeh mendengar pujian seperti itu, dan lagi lagi Hana , meski benci namun Hoon tak bisa menutupi rasa penasarannya untuk bertemu dengan gadis bernama Hana itu.


...***...


Pengawal Lee, Ahjumma dan Hana sudah berangkat dengan sebuah sedan silver hanya butuh beberapa menit perjalanan dari apartemen untuk sampai di rumah besar milik tuan Jang, Hana terlihat tak bisa menyembunyikan kebahagiannya,ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki dirumah yang menjadi saksi bisu pertumbuhan Hana yang sebenarnya. Sementara dirinya menghabiskan sepuluh tahun awal kehidupannya di Amerika serikat.


"Apakah Oppaku juga akan tinggal disana pengawal Lee ?" tanya Hana


"Benar nona ia sudah tinggal beberapa hari disana" jawab pengawal Lee seraya memandang wajah Hana dari spion.


"Benarkah!!" Mata Hana berbinar, "Ahjumma saat nanti aku tinggal di rumah besar, aku akan minta ayah memberimu cuti untuk menjenguk kak Soo young, karena akan ada oppaku dan ayah yang menjagaku" lanjut Hana seraya mengelus punggung tangan wanita bertubuh gempal yang duduk disampingnya itu.


"Oh iya Ahjumma..."pengawal Lee mengambil kotak dari atas dashbord dan menyerahkannya kebelakang.


"Apa ini?" tanya Ahjumma saat tangannya sudah mengambil kotak itu dan mulai membukanya "Ponsel??" Ahjumma lalu mengeluarkan benda pipih dan memutarnya didepan wajah, ini kali pertama ia memegang ponsel setelah sepuluh tahun menjadi pengasuh Hana.


"Ponsel?" Hana juga kaget.


"Benar, mulai sekarang kau sudah boleh menggunakan ponsel lagi pula keberadaan Nona Jang akan segera dipublikasikan" Ucap pengawal Lee.


Hana terhenyak mendengar perkataan pengawal Lee, padahal saat ayahnya menjemputnya bersama pak Park di Amerika ia pernah mendengar perbincangan mereka, jika terlebih dahulu membuat Hana bisa melihat agar keberadaannya sebagai penerus lotus hotel layak untuk dipublikasikan.

__ADS_1


Apakah sekarang ia layak? Hana masih bertanya pada dirinya sendiri saat Ahjumma dan pengawal Lee menangkap gurat kesedihan yang terlukis diwajahnya yang tiba tiba berubah murung.


Mobil berhenti disebuah rumah yang sangat besar, Ahjumma menjelaskan satu persatu detail rumah agar Hana bisa menggambar dibenaknya, dan ia pun berhasil melukiskan segalanya dengan pemikirannya sendiri.


"Hati hati,, ada sebuah tangga" dengan sabar Ahjumma menuntun Hana hingga tiba di ambang pintu masuk. Ia juga seperti itu saat mereka pertama kali tinggal di apartemen sampai akhirnya Hana sudah menghapal dengan baik setiap letak dan sudut tempat tinggalnya.


Dibelakang Hana pengawal Lee berjaga dengan posisi siaga, jika saja Hana tak bisa menstabilkan langkahnya.


Seluruh pelayan mempersiapkan sebuah perjamauan makan siang besar besaran, rumah ditata rapi semua perabotan dengan sudut lancip dilapisi dakron, mereka melakukannya tanpa berani bertanya,beberapa perabotbyang saling berdekatan dijauhkan , bahkan ada disimpan di gudang sehingga lantai bawah rumah tersebut terlihat lebih luas, pada anak tangga juga dipasangi pemegang tambahan seperti terdapat di dinding rumah sakit, itu semua adalah perintah pak Park untuk menyambut Hana.


Hoon sedikit curiga saat melihat itu semua namun ia tak bisa menebak mengapa Ayahnya melakukan itu hanya untuk menyambut seorang gadis manja.


Pak Jang dan Pak Park duduk didepan kolam berenang, mereka seperti tengah mengadakan konfrensi meja bundar, Pak park lalu memberi instruksi pada dua orang perawat pribadi pak Jang meninggalkan mereka. Tak lama kemudian pelayan Kim datang membawa Hoon yang mengekor dibelakangnya ia lalu meninggalkan ketiganya untuk berbincang.


Hoon duduk berhadapan dengan ayahnya lalu membuang muka menatap nanar kearah kolam berenang. Meski begitu pak Jang tak pernah berhenti berbinar setiap kali melihat putra yang telah ia telantarkan selama ini.


"Hoon...a kau tahu adikmu akan segera pulang dan berkumpul bersama, aku harap kau bisa menerimanya, aku ingin kau menjaganya " ucap Pak jang seraya memegang tangan Hoon yang diletakkan dimeja, namun pria itu segera menepisnya, ia menarik kedua tangannya dan melipatnya didepan dada.


"Jang Hoon!!" tegur pak Park, pak jang lalu memenangkan sahabatnya itu seakan memberitahu untuk membiarkan apapun yang ingin dilakukan Hoon.


"Aku sudah bilang kepulanganku, menjawab segalanya!!" Tukas Hoon.


Tak lama kemudian pelayan kim datang dan memberi tahu jika Nona Hana sudah tiba.

__ADS_1


__ADS_2