
Hoon masih memandangi wajah gadis buta dihadapannya, segala sesuatu yang terpatri disana begitu nyata dan sempurna kecuali tatapan kosongnya yang berlabuh entah kemana.
" Apa kini kau merasa terbuang " Hoon sedikit menunduk dan berbisik perlahan tepat disamping telinga Hana, seakan ingin mencari seseorang yang sama dengan dirinya, dua orang terbuang yang saling menguatkan kelak.
Hana tercengang , terbuang ? ia mengulang kata kata itu dibenaknya, ia pernah merasakannya tapi sudah sangat lama ia melupakannya, atau lebih tepatnya berusaha untuk tidak mengingatnya kembali.
" Tidak Hoon oppa " ucap Hana lembut dengan mata yang berkaca kaca, seketika Hoon tersadar sudah mengucapkan hal yang tidak seharusnya. Hoon menurunkan tangannya namun masih menatap dua bola mata indah dihadapannya. tak begitu lama kemudian ponsel di saku mantelnya bergetar....
Trtttttt....Hoon meraih ponselnya sembari mengerutkan kening menatap nomor tak dikenal yang bertengger dilayar ponselnya.
" Halo....."
" Halo...apakah saya berbicara dengan manager fly discotik ? " tanya pengawal Lee dengan suara tegas sembari membolak balik secarik kartu nama yang sudah kusut, ia juga menemukan nomor ponsel Hoon dari coretan yang ditulisnya sendiri. Sebenarnya ia sudah mencoba menghubungi nomor telepon bisnis yang tertera namun seo jun yang menjawab panggilan malah tidak tahu menahu ketika pengawal lee menanyakan prihal seorang gadis buta.
" Iya betul " Hoon mengernyitkan dahi, tidak biasanya ada orang asing yang mengetahui nomor ponselnya, Hoon berjalan mundur beberapa langkah sedikit menjauh dari Hana.
" Ah saya ingin bertanya apa mungkin anda mengetahui keberadaan seorang gadis buta, aku sedang mencarinya dan secara tidak sengaja dikantor polisi mereka menemukan tongkat gadis itu beserta kartu nama anda ..apa mungkin.....anda sedang bersama dengan gadis yang saya maksud ?" jelas pengawal Lee sambil mengetuk ngetuk stir dengan jarinya dari balik kemudi.
Hoon menatap Hana dalam sambil menelan saliva, ia juga mengingat saat menuliskan nomor ponsel pada secarik kertas yang diberikannya pada Hana " apa mungkin yang anda maksud adalah Jang Hari "
" Jang Hari ? " kedua kening pengawal lee saling baertautan bingung, namun ia segera menyadari nama yang di maksud , tidak banyak yang mengetahui nama itu kecuali orang orang yang paling dekat dengan Pak Jang, ia sudah bisa menduga jika Hana mungkin memperkenalkan dirinya sebagai Jang Hari.
" Betul sekali Jang Hari apa ia sedang bersama anda ? " Mata pengawal lee seketika berbinar ia tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya, sementara Hoon yang berada disaluran lain nampak terdiam lesu sambil menghela nafas panjang...mendengar namanya disebut Hana mencoba berjalan mendekati Hoon.
" Apa seseorang mencariku ? " tanya Hana tidak sabar, matanya membulat dengan senyum indah merekah ia tahu jika ayahnya pasti sangat menghawatirkan dirinya.
panggilan berakhir setelah Hoon memberitahu alamat Hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1
Di lobi hotel....
Sebuah mobil sedan silver merk ternama tengah parkir, Hoon mengamati pria yang turun dari dalam, seorang pria dengan tubuh tak kalah atletis dari dirinya dibalut setelan jas berwarna hitam sangat serasi dengan long coat coklat sebagai luarannya. Hoon menatapnya lekat dari balik jendela besar tempat ia dan Hana duduk.
Pria itu berlari lari kecil tak sabar untuk masuk kedalam Hotel, Hoon masih mengamatinya hingga tatapan mata mereka saling bertemu.
" Nona ha..hari ! " Pekik pengawal Lee kegirangan, ia segera menghampiri Hana sembari menunduk memberikan hormat meski Hana tak bisa melihatnya sama sekali
" Pengawal Lee.....apa itu kau " balas Hana tak kalah girang
" Benar nona ! "
Hoon menatap Hana dan pengawal Lee silih berganti, ia sadar dari cara pengawal Lee memperlakukan Hana ia tahu jika Hana bukan berasal dari keluarga yang biasa biasa saja , apa lagi ia menyebutnya dengan sebutan 'pengawal'
" ckk " Hoon mendecak, betapa bodohnya ia berfikir hendak membawa Hana bersamanya dan menyebutnya terbuang, tentu saja hanya dirinya seoranglah yang terbuang disini...tapi disisi lain Hoon merasa bahagia stidaknya gadis malang ini bisa segera bertemu dengan keluarganya.
" Apa anda tuan Ja....."
" Ah iya Tuan Hoon " pengawal Lee mengulurkan tangannya yang ditanggapi jabatan tangan dingin dari Hoon setelah ia bangkit dari duduknya.
" Hufhtttt.... " Hoon menghela nafas panjang " Kalau begitu tugas ku sudah selesai kau bisa membawa pulang Nona mu " ucap Hoon datar namun pandangannya tak bisa lepas dari Hana.
Hana bangkit dan menghampiri asal suara Hoon berdiri tepat didepan pria itu " Hoon oppa aku tidak tahu harus mengucapkan apa kepadamu, kau terlalu baik padaku , rasa terima kasih bahkan tak bisa mewakili segalanya " ucap Hana penuh rasa syukur, mendengar perkataan Hana pengawal Lee lalu menundukkan kepalanya memberi hormat pada Hoon, namun Hoon bahkan mengabaikannya, ia memegang kedua lengan Hana sembari berbisik ditelinganya..
" Lain kali jangan menerima ajakan dari pria asing manapun untuk menginap di hotel, dan jangan mudah percaya dengan pria asing manapun. pulanglah...jangan lupa memberiku kabar, kontakku ada pada pengawal mu " sebua senyum simpul penuh makna terukir di bibir Hoon.
" iya oppa..." ucap Hana sembari mengangguk pelan.
__ADS_1
" Maaf tuan Hoon, anda bisa menghubungi saya untuk membicarakan hal yang berhubungan dengan nona Hana sejak kemarin " pengawal Lee menyodorkan kartu namanya , Hoon berdecak tak percaya dengan apa yang didengarnya seakan mengerti maksud dari pengawal Lee jika ia akan mengganti semua kerugian yang dialaminya karena Hana, inilah cara fikir orang kaya ! pikirnya.
" Aku tidak memerlukan kartu namamu " ucap Hoon penuh dengan penekanan disetiap katanya.
Seakan paham pengawal lee menarik kembali kartu namanya.
Hoon menatap Hana masih dari balik kaca lobi, pria yang ia sebut pengawal Lee itu merangkulnya sembari menuntun gadis itu masuk kedalam mobil di jok samping kemudi dan bahkan memasangkannya sabuk pengaman, Hana masih melambai dari dalam mobil hingga sedan mewah itu sudah tidak nampak lagi dipelupuk matanya.
Trttttt....sekali lagi ponsel di saku Hoon bergetar, ia segera menjawab saat melihat nomor kantornya di club yang tertera.
" Hyung.... seseorang menelpon ke kantormu dan menanyakan keberadaan seorang gadis buta bernama Jang Hana..." ucap Seo jun menggebu gebu
" Mungkin yang kau maksud Jang Hari..." Hoon berusaha membetulkan
" Entahlah...Jang Hari atau Jang Hana....mungkin salah sati dari kedua nama itu, apa kau mengenalnya ?"
" hufht....sudahlah aku akan segera pulang, !"
" Tapi Hyung apa mungkin gadis buta yang ia maksud adalah gadis yang berkencan dengan mu di Seoul ? kau sungguh berkencan dengan seorang gadis buta Hyung ? "
Tut tut tut panggilan berakhir Hoon mematikan ponselnya dengan perasaan kesal, ia akan memberi pelajaran pada anak buahnya itu begitu tiba di Incheoon.
" Aish..... Ada apa dengan Hyung ini " pekik Seo jun kesal, sambil membanting gagang telepon.
" Apa oppa ku sudah " Sora tiba tiba muncul dari balik pintu.
" Ia akan segera pulang "
__ADS_1
" Apa maksud perkataanmu semalam ? apa oppaku berkencan dengan gadis Seoul ? Hah " tanya So ra sambil berkacak pinggang.
" Entahlah sebaiknya kau tanya langsung ketika ia pulang , " ujar Seo jun sambil berlalu keluar meninggalkan So ra yang mendengus kesal.