Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 30


__ADS_3

satu tangan Hoon masih memegang tangan Hana sementara satunya memegang stir.


"Mengapa tak kau cium saja tangan itu ,atau sekalian saja......aishhhh" Gumam Seo Jun kesal didalam hatinya karena merasa kehadirannya seperti tak dianggap.


"Hyung...."


"HYUNG!!!"


"Hmmmm" Hoon hanya menjawab dengan deheman kuat.


"Sebenarnya kita akan kemana? daerah Hannam? Gadis ini juga tinggal di sana?" tanya Seo Jun seraya mengamati keindahan sungai Han yang nyaris beku sempurna namun tidak mengurangi keindahan pesonanya.


Hoon hanya mengikuti sedan hitam dari belakang ia pun tak menyadari jika tengah melintasi area perumahan elite di salah satu kawasan Hannam dong, di sini arus lalu lintas tidak begitu ramai meski terletak di jantung kota Seoul, karena Hannnam memang terkenal sangat menjaga privasi lingkungan tinggalnya karena banyak dihuni oleh salah para pejabat, pengusaha, dan artis artis terkenal Korea.


Beberapa kali mobil mereka melewati jalanan menanjak yang cukup licin, ini karena Hannam memang dikenal sebagai daerah pegunungan yang mempesona, bahkan memara Namsan yang terkenal itu bisa terlihat dari perbukitan Hannam. Jejeran bangunan berbentuk kotak ekstetik yang tinggi banyak terdapat di sisi jalan sebuah tempat yang dihuni para kalangan atas kota Seoul, jika gangnam terkenal sebagai pusat kemewahan maka Hannam dong terkenal dengan kenyamanannya.


Sedan hitam yang dikemudikan pengawal Lee masuk di gerbang sebuah bangunan apartemen yang menjulang tinggi bertuliskan Hannam the Hill, bukan hanya 1 menara tapi ada beberapa menara apartemen yang berbentuk serupa didalamnya.


Tak sembarang mobil yang bisa masuk kedalam namun pengawal Lee sepertinya sudah berbicara dengan penjaga keamanan jika mobil Hoon juga dibiarkan masuk.


Hoon mengantarkan Hana hanya sampai didepan pintu masuk, pengawal Lee sama sekali tidak membiarkan Hoon mengetahui dilantai berapa Hana tinggal, toh sebentar lagi dia jugabakan tahu sendiri! Pikirnya


Ketika turun tak banyak pembicaraan yang terjadi karena pengawal Lee segera mengambil Hana dengan sedikit paksaan dari Hoon yang seperti enggan menyerahkannya, ia lalu memerintahkan Ahjumma untuk segera membawa Hana naik keatas, namun sebelumnya gadis itu sempat mengucap terima kasih pada Hoon dan membungkukkan badan memberi hormat.


"Kita belum selesai!" Ucap Hoon seraya menahan lengan pengawal lee yang hendak membelakanginya dan pergi.


Namun belum sempat pengawal lee menjawab ponselnya berdering, nama pak Park nampak bertengger disana.


"Halo!...baik pak , baik! benar dia sedang bersama saya"

__ADS_1


Hoon memautkan kedua alisnya mendengar pengawal Lee yang seperti sedang membicarakan dirinya.


"Anda ikut saya!" ucap pengawal lee seraya memberi hormat.


"Apa aku terlihat seperti seorang penurut dihadapanmu? Ck!!" Hoon memdecak kesal.


"Mungkin saya lupa memperkenalkan secara resmi" ucap pengawal lee seraya memberikan secarik kertas kartu nama yang diambilnya dari dalam dompet.


Hoon meraih kertas itu dan memindai setiap kata didalamnya, Lee do hyun, jabatan Asisten pribadi presdir Lotus Hotel sekaligus bodyguard khusus.


Kini kerutan didahi Hoon semakin menjadi, Seo Jun mencoba mengintip isi kertas itu namus segera dikucek oleh Hoon dan membuangnya begitu saj, hal itu membuat Seo Jun mendengus kesal.


Tanpa sepatah katapun Hoon masuk kedalam mobilnya disusul Seo Jun. Ia tahu jika mulai sekarang harus mengikuti alur permainan ayahnya dan juga pak Park. Begitu pun pengawal lee yang segera masuk ke sedan hitam mewah yang dikemudikannya seraya tersenyum puas, setidaknya ia yakin jika Hoon kali ini akan menuruti perintahnya.


Kedua mobil itu menyusuri jalan menuju distrik gangnam yang sangat terkenal di manca negara.


"Hyung apa maksudnya ia mengajak kita kesini?" Tanya Seo Jun bingung.


"Sudahlah kita ikuti perintah pak park!"


"Ooh jadi ini perintah pria tua itu!" Seo Jun mangut mangut mengerti, mereka berdua lalu mengikuti langkah pengawal Lee yang terlebih dahulu masuk, Dua orang pelayan toko wanita yang terlihat anggun dengan seragam menunduk memberi hormat seraya tersenyum saat mereka baru melewati pintu masuk.


"Silahkan tuan," ucap seorang pelayan toko lagi kepada pengawal Lee dan menunjukkan jejeran stelan jas dengan warna gelap. Pengawal Lee lalu menoleh dan menyuruh Hoon serta Seo Jun untuk memilih beberapa stel yang cocok untuk mereka.


Seo Jun segera menghambur dan memilih beberapa stel yang menurutnya pas, bukan hanya jas ia juga mengambil beberapa mantel musim dingin pria yang kini sedang ngetren dan banyak dipakai oleh para boyband terkenal.


Sementara Hoon hanya mengambil satu stel dan memanggil Seo Jun yang datang dengan setumpuk belanjaan ditangannya hingga matanya sulit melihat kedepan.


"Seo Jun aa"

__ADS_1


"Baik hyung"


mereka berdua berjalan menuju kasir.


"Hyung kau akan membayar semuanya?" tanya Seo Jun dengan mata membelalak menatap semua pakaian yang ada ditanganya. Hoon tak menjawab ia sibuk mengambil kartu kreditnya dari dalam dompet, "Hyung biarkan pria itu membayarnya karena ia yang mengajak kita, pak park pasti sudah mempersiapkan semuanya" tutur Seo Jun.


Pengawal lee yang sempat tidak fokus karena kembali menerima panggilan dari pak park segera berlari kecil dan mengeluarkan sebuah Blackcard dari dalam dompetnya dan langsung memberikan kepada kasir, ia lalu mengambir kartu Hoon dari tangan kasir tersebut dan segera memberikannya kembali kepada Hoon dengan sopan.


"Maaf tuan muda Jang, ini adalah perintah langsung dari atasan, selanjutnya saya akan kembali menemui anda dan mengambil berkas yang diperlukan untuk mengurus rekening baru, kartu credit dan segala sesuatunya yang membuat anda bisa mengakses semuanya sebagai seorang petinggi Hotel" Tutur pengawal Lee sopan.


Hoon hanya tersenyum smirk, memandang pengawal didepannya yang terkadang bersifat sopan dan kurang ajar secara bersamaan.


"Wow....Hyung...." Takjub Seo Jun mendengar setiap katabyang keluar dari bibir pengawal Lee.


Selesai bertransaksi mereka berdua keluar dan mengendarai mobil masing masing namun sebelum memasuki mobil pengawal lee menghampiri Hoon dan berkata jika ia harus pulang kerumah dan bersiap dengan pakaian yang sudah disediakan tadi lalu datang kehotel pukul tiga sore karena akan diadakan rapat mendadak kepada semua pemegang saham lotus hotel.


Di kediaman Tuan Kang


Nyonya kang datang dan langsung memeluk tuan kang dari belakang yang tengah berdiri bersiap untuk memukul bola golf dengan sticknya.


"Ada apa?" tanya tuan Kang acuh tanpa membalas pelukan istrinya, wanita yang nampak elegan diusia senjanya itu lalu melepas pelukannya dan duduk di sebuah kursi dihadapan suaminya.


"Aku bangga dengan putramu yeobo...," nyonya Kang menopang dagu dengan kedua tangannya dan menatap lekat suaminya yang sudah selesai memukul bola golfnya di lapangan mini yang trrletak dibagian dalam rumah mereka, biasanya Tuan Kang bermain diluar namun karena salju yang tebal ia terpaksa bermain golf didalam rumahnya.


"Sebentar lagi ia akan menjadi seorang presdir dan menyingkirkan ayah sekaratnya, Kini aku punya alasan untuk memaafkan perselingkuhanmu puluhan tahun lalu itu bersama wanita ****** murahan itu" tutur Nyonya kang disertai tawanya yang terdengar sangat jahat.


" Bukankah sudah kukatakan putraku Hoon suatu saat akan mendatangkan kejayaan ha ha ha" kali ini tawa jahat tuan Kang hampir membahana diseluruh ruangan, mereka berdua berani membicarakannya karena mengetahui So ra sedang tidak ada dirumah.


Yah laki laki yang menjadi selingkuhan istri pak Jang yang tak lain adalah ibu kandung Hoon adalah tuan Kang, yang saat itu menjadi sahabat baik tuan Jang dan dipercaya mengelola salah satu hotel miliknya.

__ADS_1


__ADS_2