
Di kantor Hoon ( fly discotik )
Tatapan tajam penuh gairah sambil mengulas senyum smirk yang terlihat kejam, ia menyodorkan tas hitam berukuran sedang berisi beberapa bungkus serbuk putih yang memabukkan serta ribuan pil dengan efek senada.
" Aku tidak melakukannya lagi " ucapnya Hoon dengan sorot mata serupa, ia menyilangkan jari jemarinya dengan siku yang bertumpu pada meja.
Seo jun yang berdiri disamping pria yg kini seakan ingin menerkam Hoon itu bergidik ketakutan, pria itu membetulkan letak kaca mata hitam yang digunakannya,ia adalah seorang pria yang sudah lima tahun ini tidak lagi menjalin kerja sama dengan tuan Kang. OASIS entah mengapa dirinya memiliki jukukan seperti itu, padahal ia sama sekali tidak dapat melepaskan dahaga namun hanya bisa memberikan kehancuran.
" ck....." Oasis berdecak kesal sembari membuang muka lalu kembali menatap Hoon dengan sorot yang sama dari balik kaca matanya. Hoon fikir ia tidak akan lagi bertemu dengan pria menyebalkan itu, setelah mengorbankan sebagian anak buahnya dan anak buah Hoon untuk masuk penjara sementara ia sendiri bersembunyi entah kemana, untungnya saat itu polisi tidak berhasil menemukan keterlibatan Hoon dalam jaringan pengedaran narkoba di clubnya, hanya beberapa anak buah Hoon yang tertangkap dan sampai saat ini Hoon masih bekerja keras untuk menghidupi keluarga anak buahnya itu.
" Ini perintah Tuan Kang !" Ucap Oasis penuh percaya diri, Hoon lalu menyenderkan tubuhnya sembari menyilangkan kedua tangannya di dada , meski tetap tenang namun ia merasa ada hawa panas yang menggerayati tubuhnya dan seakan hendak pecah diubun ubunnya. Tuan Kang ! batinnya kesal! pria tua serakah itu...
" Mereka akan membunumu ! " Tukas Hoon
" siapa ? anak buahku yang dipenjara " Oasis menyeringai " tidak ! untuk itu kau harus melakukannya mereka akan kembali merangkak padaku begitu pun padamu jika kau memiliki banyak uang, kau tahu club adalah tempat paling mudah mendapatkan uang. apa kau lupa ? " bujuk oasis ia membuka kacamatanya dan menggantungnya pada leher kemeja putih bermotif macan yang digunakannya. sorot matapun tidak setajam tadi
Hoon menyeringai " anak buahku akan tetap merangkak padaku, setidaknya aku tidak benar benar meninggalkannya sepertimu " ucap Hoon dengan nada mengejek
" Jadi kau tidak akan melakukannya? " oasis menutup kembali tasnya seraya menggebrak meja " Kau akan menyesal !" ketus oasis sebelum berlalu pergi.
" Hyung mengapa kau menolaknya? " Seo jun mengambil alih kursi yang sejak tadi ditempati Oasis, Hoon tak bergeming ia masih memijit kepalanya kuat, ingin rasanya ia mencekik kuat leher pria tua yang sudah memberinya makan selama ini. ya Tuan Kang ! dipikiran pria itu hanya uang dan uang ia sama sekali tidak memikirkan beban apa yang ditanggung Hoon selama ini demi untuk melihat Tuan Kang beserta keluarga hidup mewah bergelimangan harta.
__ADS_1
" Hyung...baru kali ini kau menolak perintah tuan Kang apa kau yakin ? dia akan mencabik cabikmu Hyung "
" Sudahlah ! biarkan aku menyelesaikannya sendiri " Hoon bangkit dan hendak pergi saat So ra tiba tiba saja masuk membawa sebuah mantel bulu di tangannya? " Hyung jangan katakan kau juga berkencan dengan jal*ng di Seoul " tuding So ra seraya mengulurkan mantel bulu ditangannya yang diambilnya dari dalam mobil Hoon setelah mengambil diam diam kunci mobil oppa kesayangannya itu .
Hoon menoleh kearah Seo jun dengan tatapan mengintimidasi, "dimana kunci mobilku ?" Seo jun memukul kepalanya pelan ia baru ingat jika kunci mobil Hoon diletakkannya begitu saja di meja Bar.
" HEI ! So ra jangan katakan kau menggeledah mobil Hyung " tukas Seo jun
So ra hanya mengangkat bahu acuh, Hoon yang heram mengambil dengan kasar mantel Hana dari tangan sora lalu pergi dengan muka masam.
" Hyung..."
Hoon melempar dengan kasar mantel Hana ketempatnya semula, jok di samping kemudi, sudah lebih dari seminggu benda itu menjadi penghuni tetap mobil Hoon, bahkan Seo Jun akan diliriknya ketus jika berani berani bertanya mengenai siapa sebenarnya pemiliknya.
Hoon menatap Layar ponselnya seraya menyipitkan kedua matanya, tak ada ! jeritnya dalam hati, mungkinkah Hana tidak bisa menghubunginya lantaran kondisinya yang buta atau kah ia memang sama sekali tidak berarti apa apa baginya atau mungkin ia harus menghubungi pengawal lee yang tempo hari menelponnya? aishh...Hoon semakin geram tatkala memikirkan permasalah dengan Oasis tadi ditambah Hana yang belum juga memberinya kabar padahal ia sudah memberikan nomor ponselnya , apa yang sebenarnya ia harapkan, Hoon menyandarkan punggungnya dengan kepala sedikit mendongak keatas, beberapa kali ia mendengus kesal sembari mencengkram kepalanya kuat.
Di rumah Tuan Kang...
Dua pitbul itu kembali melonglong panjang, namun mereka masih dalam elusan kasar Tuan Kang yang tengah bersantai di Halaman depan, Pria tua itu hanya menoleh sebentar melihat kedatangan Hoon lalu kembali mengusap kepala dua anjing kesayangannya itu...
" Makanlah makan yang banyak...." ucap Tuan kang seraya menuangkan makanan anjing kedalam wadah yang terletak dibawahnya, dua pitbull itupun menyantapnya lahap seperti tak pernah puas.
__ADS_1
Hoon berdiri disamping tuan Kang sambil lalu memberi hormat dalam...
" Kenapa kau menolaknya ? " ucap Tuan Kang tanpa basa basi seakan mengetahui maksud kedatangan Hoon, pria tua sama sekali tidak mempersilahkan Hoon untuk duduk padahal masih ada kursi kosong disampingnya.
" Maafkan aku tuan Kang, Aku tidak bisa lagi mengambil resiko " jelas Hoon sembari mengedarkan pandangan pada lapangan golf mini dihadapannya.
" Aku sudah banyak sekali menghabiskan uang uang untuk membeli saham ayahmu tapi kali ini kau benar benar mengecewakanku "
Hoon Hanya bisa tertunduk penuh penyesalan setelah kesepakatannya dengan Ibu Lee tidak membuahkan hasil , ia masih saja menyalahkan Park atas turut campur tangannya.
"Aku akan berusaha lagi Pak " ucap Hoon mantap namun Tuan Kang Hanya menatapnya dengan tatapan nanar, ia merasa sia sia sudah mempercayakan segalanya pada Hoon, padahal nilai saham Lotus Hotel milik ayahnya sedang tidak stabil namun Hoon gagal memanfaatkannya.
" Apa kau yakin jika nanti kembali kepada ayahmu kau masih bisa memberiku keuntungan meski hanya dengan saham lima persen " Tidak ! ada keraguan yang mengganjal di hati Tuan Kang tentu saja manusia bodoh mana yang mau memberikan kekayaanya secara percuma, meski ia yakin Hoon Bukan tipe manusia yang mudah melupakan budi baiknya selama ini.
" Aku akan berusaha Tuan Kang " ucap Hoon seraya menunduk
tak tik tak tik......suara langkah kaki lerlahan mendekat ,terlihat sepasang sepatu kulit yang sangat mewah Hoon tak berani menatap mata wanita yang datang dengan membawa kotak cerutu dan sebuah pemantik berlapis emas , ia Hanya menunuduk Dalam sambil mengepalkan tangan.
" Oh...ternyata ada Hoon " sapa wanita pruh baya itu sembari menatap sinis kearah Hoon yang masih tertunduk, Hoon tak pernah habis fikir mengapa istri tuan Kang itu begitu membenci dirinya padahal yang diterimanya dari Tuan Kang mulai dari pakaian, biaya sekolah sejak dirinya masih kecil sudah dibayar lunas dengan bekerja layaknya binatang.
Hoon Hanya mennganggukkan kepala pelan memberi Hormat, wanita paruh baya itupun berlalu setelah memberikan cerutu pada tuan Kang.
__ADS_1