Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 11


__ADS_3

" Ahjussi..." lirih Hana memanggil, namun Hoon terlalu sibuk dengan kemudinya ,bayangan saat hana jatuh terpelanting seakan masih membekas dipelupuk matanya, ia masih begitu nampak gusar entah kepada pemuda yang mendorong Hana atau kah kepada dirinya sendiri, Hoon mengacak kuat rambutnya bingung. Sekarang apa yang akan diperbuatnya kepada gadis buta ini? tidak mungkin membawanya pulang ke Incheon.


" Ahjussi ! "


" Ah...iya....kenapa ? " Hoon seakan kehilangan kendali atas dirinya , namun hanya dengan satu kali tarikan nafas ia sudah kembali ke jatidirinya " Kenapa ?" tanyanya santai dengan suara baritonnya yang khas.


" Bagaimana sekarang? Bukankan ahjussi juga harus pulang kerumah?lantas aku bagaimana ? apa kita harus kembali ke taman atau kembali kekantor polisi ?"


Hoon nampak berfikir keras ia tak langsung menjawab, mengembalikan ke kantor polisi ? setelah apa yang terjadi , tidak! batinnya kuat. jika ia mengantarkannya ke taman bermain siapa yang bisa menjamin jika ayahnya ada disana bukankah mereka sudah menunggu cukup lama tadi.


" Ahjussi ...."


" Kau Percaya padaku?" Hoon menatap Hana lekat , seakan menemukan apa yang hendak dilakukannya. Hana hanya mengangguk perlahan menyerahkan segala sesuatunya di tangan manusia asing yang baru dikenalnya itu.


" Kalau begitu kau hanya perlu mengikutiku "


Mobil sport Hoon kembali membelah kota Seoul, menyusuri jalan hitam yang dilapisi salju tipis. setelah sempat ragu akhirnya Hoon merubah tujuannya dilayar navigasi ke Hotel terdekat dari posisinya sekarang, Hoon menyeka keringat yang mengerubuni dahinya. Apa pemanasnya terlalu tinggi? bolak balik Hoon menatap suhu yang tertera. Normal ! ia sedari tadi berada disuhu yang sama lantas mengapa kali ini dirinya begitu berpeluh? ah sudahlah !


Hoon kembali mencoba menguasai perasaannya.


seketika ponsel diatas dashboardnya berdering, Hana tercengang, itu suara ponsel, sebuah benda yang tak pernah diizinkan masuk ke dalam apartemennya.


Hoon memasang sebuah headset dan menjawab panggilannya , padahal saat mengemudi sendiri atau bersama Seo jun ia tak beduli jika harus mengemudi sambil memainkan ponsel, atau dalam meadaan setengah mabuk, namun kali ini perasaannya mendorong lebih jauh agar menjaga gadis buta disebelahnya.


" Aku tidak akan pulang malam ini ! " tukas Hoon tanpa basa basi , ia memimpin pembicaraan


" Hyung, kau akan menginap di Seoul ckk" Seo jun mendecak kesal diujung kalimatnya, bisa bisa nya Hyungnya menikmati kota Seoul tanpa dirinya.


" hemm " Hoon Hanya berdehem

__ADS_1


uhuk uhuk Seketika Hana terbatuk, Seo jun terperangah ia sadar jika Hyungnya tidak sendiri, sebuah senyum penuh arti terulas dibibirnya.


" Hyung...apa kau sedang bersama wanita ? " Buru buru seo jun merubah panggilannya ke mode video " Hyung angkat Hyung aku ingin melihat gadis Seoul yang membuatmu menginap di Seoul " rengek seo jun tidak sabar.


" KAU MAU MATI ! " Hardik Hoon kesal bisa bisanya anak itu mengajaknya bercanda disituasi seperti ini, bocah ini ! pekik Hoon


Hana terperanjat dua jarinya saling menggenggam kuat dan bergetar, ia bisa menebak jika pria disampingnya sedang kesal dengan lawan bicaranya, Hoon menoleh sebentar ke arah Hana dan menghela nafas ..


Seo jun juga mematikan mode video panggilannya dan kembali ke mode suara.


" Maaf kan aku Hyung, aku hanya penasaran seperti apa para pe**cur Seoul, apa secantik dengan yang biasa kau kencani di sini "


" Apa kau gila?" pekik Hoon " Aku akan menghubungimu lagi besok "


" Hyung........" tut tut tut panggilan berakhir


...*****...


" Two Island Red Wine Pinot noir Hyung sepertinya kau harus menambah pasokannya segera! belakangan ini merk itu sangat laku " ujar seorang bartender nyaring tepat di dekat telinga Seo jun. Dentuman musik yang menghentakkan dada membuatnya harus berbicara setengah berteriak , Seo jun hanya mengangguk sambil mengutak atik ponselnya acuh.


" Seo junaaaaa......" Teriak Sora sempoyongan dan terduduk dikursi depan meja bar disamping Seo jun, ia memberi kode agar bartender mengisi gelas kosong yang dibawanya.


sruppt...So ra meneguk habis wine yang baru saja dituangkan digelasnya sambil menari dengan gerakan kecil yang nampak aneh, sementara itu Seo jun hanya menatap wanita itu dengan tatapan mencibir.


" Apa kau tidak tau cara menikmati wine ? kau harus meminumnya perlahan " ucap seo jun sambil menggoyangkan perlahan gelas wine ditangannya dan meneguknya dengan penuh gaya.


" Sok tahu kamu ! kenapa oppa ku belum pulang hah ! " teriak so ra tak karuan, ia lalu menghentak hentakkan gelasnya yang kosong.


" Oppamu sedang berkencan di Seoul " jawab Seo jun santai " Hei So ra sebaiknya kau minta pekerjaan sama tuan kang, setiap malam kerjamu hanya mabuk mabukan ckk ckk " Seo jun berdecak prihatin pada wanita yang tak pernah dilirik crushnya itu.

__ADS_1


" Kau menghinaku Seo jun ? apa maksudmu berkencan" So ra terhuyung huyung berjalan mendekati seo jun hingga tubuhnya ambruk tak karuan dilantai..


" Heh " ledek Seo jun ia lalu memberi kode kepada penjaga untuk membawa So ra kelantai atas.


...****...


Hoon kembali menggenggam erat tangan Hana menuju lift ia menekan tombol lantai lima belas dimana kamar yang di bookingnya terletak.


sebelumnya mereka makan malam di restoran hotel yang ada di lantai tiga setelah Hoon tersadar jika mereka sudah melewatkan makan siang.


Srttt...Hoon menggesek kartunya, pintu dihadapannya terbuka lebar, ia masih menuntun Hana masuk lalu membuatnya terduduk di ujung tempat tidur, Hoon berlutut dihadapan Hana memandang gadis yang benar benar polos itu. wajahnya masih nampak teduh tak menyimpan kecurigaan sedikitpun meski kini ia hanya berdua dengan seorang pria asing yang baru dikenalnya didalam sebuah kamar hotel.



" Hari dikamar ini ada dua tempat tidur, kau akan tidur disini sedangkan aku tidur di tempat tidur lainnya " ucap Hoon.


" Iya Ahjussi " Hana mengangguk pelan sembari mengulas sebuah senyuman.


" Kau bisa membersihkan diri setelah aku "


" Baik Ahjussi "


Hoon bangkit lalu berdiri membelakangi Hana yang sibuk meraba raba tempat tidur yang akan menopang tubuh lelahnya malam ini. cekatan jari jemari Hoon membuka kancing long coat yang dipakainya dan menghempaskannya begitu saja di tempat tidurnya, ia lanjut membuka sweater woll warna hitam , hingga hanya mengenakan kaos tipis yang membungkus tubuh atletisnya, saat kaos tipisnya mencapai perut bagian atasnya ia menoleh kearah Hana , sambil berdecak tak peduli Hoon melanjutkan kembali aktifitasnya kini ia bertelanjang dada memperlihatkan dada bidang dan beberapa jejeran roti sobek diperutnya. Hoon lalu mengambil sebuah handuk putih tebal dan berlalu kedalam kamar mandi.


Sepuluh menit cukup bagi Hoon menghangatkan tubuhnya dengan air hangat, ia keluar hanya dengan handuk sepinggang dan sisa air yang masih membasahi tubuh kekarnya ,matanya menelisik kearah Hana yang tengah tertidur pulas bahkan dengan boot yang masih terpasang di kedua kakinya yang sedikiit menjuntai kebawah.



Setelah mengenakan kaos tipis dan celana panjangnya, Hoon kembali mendekati Hana.

__ADS_1


" Hari sshi....Hari sshi...." panggil Hoon seraya mengelus lembut pundaknya namun gadis itu bergeming, Hoon lalu mengangkat tubuh kecilnya sedikit keatas dan meletakkan kepalanya di atas bantal namun sekali lagi gadis itu tak bergerak ia tetap melanjutkan tidurnya yang begitu pulas. Hoon menatap pemanas ruangan bergantian dengan Hana yang masih mengenakan jaket tebalnya. ia akan kepanasan jika tertidur seperti ini ! pikir Hoon, sembari menghela nafas berat Hoon lalu membuka jaketnya pelan agar tak mengganggu tidurnya, kemudian ia lanjut membuka kancing sweater wol yang dikenakan Hana, hingga hanya mengenakan kaos lengan pendek. Hoon terperanjatnya bola matanya me mbesar menelisik lebam biru yang banyak terdapat pada lengannya keningnya berkerut saling bertautan mengingat peristiwa saat dikantor polisi ketika ia terjatuh . mungkinkah lebam ini ? Hoon mengelus lembut lengan hana hingga ujung jarinya dan menggenggamnya erat ia tersadar jika rasa iba yang dirasakannya lebih dari sekedar kasihan..


__ADS_2